PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA BELL’S PALSY SINISTRA DENGAN INFRARED TENS DAN TERAPI LATIHAN
DOI:
https://doi.org/10.51544/jmkm.v11i1.6208Keywords:
Bell’s palsy, Infrared, TENS, Terapi LatihanAbstract
Latar belakang: Bell’s palsy yaitu suatu kelumpuhan saraf facialis perifer yang muncul dengan tiba-tiba, biasanya bersifat unilateral yang menyerang pada Nervus fascialis (N.VII). Prevalensi bell’s palsy berkisar 22,4 hingga 22,8 kasus per 100.000 orang setiap tahunnya.
Tujuan: mendeskripsikan penatalaksanaan dan hasil fisioterapi menggunakan Infrared (IR), TENS, dan terapi latihan pada pasien Bell's Palsy di Poli Instalasi Rehab Medik Rumkit Tk. II dr. Soedjono Magelang.
Metode: metode studi kasus tunggal dengan pengumpulan data melalui anamnesis, asesmen, dan manajemen fisioterapi. Intervensi yang diberikan berupa Infrared (IR), TENS, dan terapi latihan mirror exercise.
Hasil Setelah dilakukan 6 kali terapi didapatkan hasil adanya peningkatan emampuan fungsional pada posisi diam T0=6 menjadi T6=20,mengerutkan dahi T0=3 menjadi T6=7, menutup mataT0=21menjadi T6=30,tersenyum T0=9 menjadi T6=21,bersiul T0=3 menjadi T6=10. Adanya peningkatan nilai kekuatan otot pada M. frontalisT0=1 menjadi T6=3, M corrugator supercili T0=1 menjadi T6=3, Mprocerus T0=1 menjadi T6=3, M orbicularis oris T0=3 menjadi T6=5, M nasalis T0=3 menjadi T6=5, M.depressorangulioris T0:3 menjadiT6=5,Mzygomaticummayor T0=3 menjadi T6=5,Mplatysma T0=3 menjadi T6=5, Morbicularis oris T0=3 menjadi T6=5, Mbuccinators T0=1 menjadi T6=3, M mentalis T0=1menjadiT6=5,Mdepressorlabii inferiorT0=3 menjadi T6=5
Kesimpulan: Setelah dilakukan intervensi fisioterapi sebanyak 6 kali terapi didapatkan hasil terdapat peningkatan kemampuan fungsional, terdapat peningkatan nilai kekuatan otot, dan terdapat penurunan spasme otot.
Downloads
References
Li X, Yu J, Jaroniec M, Chen X, Ματινα. No TitleΕΛΕΝΗ. Chem Rev. 2023;8(5):55.
Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta IIJ. No Title 済無No Title No Title No Title. 2024;2:306–12.
Ramadhani JN, Azis WR, Ningrum LC, Abdullah A. Pelaksanaan Fisioterapi pada Kasus Bell ’ s Palsy di RS PKU Muhammadiyah Selogiri Bell ’ s Palsy Bell ’ s Palsy adalah kelumpuhan saraf fasialis perifer idiopatik yang terjadi secara mendadak . Kondisi ini ditandai dengan kelemahan otot wajah unilateral d. 2025;(November):254–61.
Alpiah DN, Donald MN. Efek Terapi Massage Pada Kasus Bell’s Palsy: Literature Review. Hikamatzu | J Multidiscip. 2025;2(1).
Atha FA, Puspitasari RD, Komala R. Bell ’ s Palsy : Tinjauan Pustaka. 2025;3.
Amalia S, Ernawati T. Penatalaksanaan Holistik pada Bells Palsy melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Natar. J Medula. 2024;14(6):1165–71.
Fitriasari E, Komang N, Dewi S. Faktor risiko yang berhubungan dengan bell ’ s palsy Elsye Fitriasari Email : Lsefi3a@yahoo.com. 2023;3:6607–23.
Ma’arij R, Galih Y. Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Bell’s Palsy Dextra di Klinik Mulyosari Surabaya: A Case Report. J Heal Ther [Internet]. 2022;2(1):48–54. Available from: http://journal.mrcrizquna.com/index.php/jht/article/view/55
Ode W, Fatimah N, Assagaf M, Damopoli S, Novriansyah ZK, Rompegading A, et al. Fakumi medical journal. 2024;04(02):165–71.
Cahyati’ AR, Izhari AM, Rakhma T. KELUMPUHAN WAJAH NEURON MOTORIK BAWAH (LMN) ET CAUSA BELL’S PALSY: LAPORAN KASUS Lower Motoric Neuron (LMN) Facial Palsy Et Causa Bell’s Palsy. Count Med Educ. 2022;488–94.
Rsup DI, Sudirohusodo W. Bell’s palsy. Consultant. 2022;43(2):268.
Zanty Rakhmania Putri. Bell’s Palsy: Diagnosis dan Tata Laksana CONTINUING MEDICAL EDUCATION. 2022;49(8):431–4.
Pratiwi, Karlina, Rahman. ABSTRAK Pendahuluan . Bell’s Palsy adalah kelumpuhan pada. 2021;3:103–10.
Anugerah M, Kaidah D, Komalasari DR. Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Bell ’ S Palsy Sinistra : Case Study. 2024;41–9.
Zalfa F, Santoso TB, Fauzan M. Meningkatkan Kekuatan otot dan fungsional pada kasus bells palsy: A case report. Acad Physiother Conf J. 2023;1(1):39–48.
Sofiaputri A, Prafitri LD. Gambaran Peningkatan Fungsional Pasien Bell’s Palsy Setelah Pemberian Kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (Tens) Dan Exercise : Literature Review. Pros Semin Nas Kesehat. 2021;1:1243–9.
Ramahandika AK, Widodo A, ... Physiotherapy Management in Cases of Bell’s Palsy Dextra et Causa Post Craniotomy with Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) and Facial Exercise. Acad Physiother … [Internet]. 2024;76–83. Available from: https://proceedings.ums.ac.id/index.php/apc/article/view/4277
Juli R, Septmber A, Oktober P. 423869-None-98D6Bbe3. 2021;3:132–7.
Rusli M. Merancang penelitian kualitatif deskriptif dan studi kasus. Al-Ubudiyah J Pendidik Dan Stud Islam [Internet]. 2021;2(1):48–60. Available from: https://jurnal.staialubudiyah.ac.id/index.php/ja/article/view/21
Setiawan W, Rahman I. Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Bell’s Palsy Sinistra Dengan Modalitas Infrared, Massage Dan Mirror Exercise. J Kesehat dan Fisioter. 2021;1(1):39–43.
Yani JA, Kartasura K, Sukoharjo K, Tengah J, Ananta Rachmat A, Faris Naufal A, et al. “Let’s Know and Fix Vertigo” MANAGEMENT FISIOTERAPI PADA KASUS BELL’S PALSY SINISTRA DI RSJD DR RM SOEDJARWADI KLATEN: CASE STUDY. :1–8
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Fatihul Huda, Zuyina Luklukaningsih, Rima Yunitasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









.png)


