PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI PEMBERIAN TABLET FE, PERBAIKAN GIZI DAN PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI KELUARGA
DOI:
https://doi.org/10.51544/jam.v7i1.6885Keywords:
pencegahan anemia; suplementasi zat besi; kesehatan reproduksi; pemberdayaan masyarakat; promosi kesehatan.Abstract
Latar belakang: Anemia tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di kalangan wanita usia reproduksi dan ibu hamil. Di Indonesia, termasuk Kota Medan, prevalensi anemia masih relatif tinggi dan dipengaruhi oleh asupan zat besi yang tidak memadai, pola makan yang buruk, kepatuhan yang rendah terhadap konsumsi tablet zat besi (Fe), dan pengetahuan yang terbatas tentang kesehatan reproduksi.
Tujuan: Program pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk mencegah anemia melalui pendekatan komprehensif yang menggabungkan suplementasi.
Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas yang bersifat promotif dan preventif. Peserta sasaran meliputi wanita usia reproduksi, ibu hamil, dan anggota keluarga. Intervensi meliputi pendidikan kesehatan tentang anemia dan pencegahannya, distribusi tablet zat besi disertai konseling tentang cara konsumsi yang benar, pendidikan gizi yang berfokus pada pola makan seimbang kaya zat besi, serta pendidikan kesehatan reproduksi untuk keluarga. Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi interaktif, dan umpan balik peserta untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterlibatan.
Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang anemia, penyebabnya, konsekuensinya, dan strategi pencegahan. Peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai konsumsi tablet Fe yang tepat, identifikasi makanan kaya zat besi, dan pentingnya kesehatan reproduksi dalam pencegahan anemia. Partisipasi yang tinggi dan keterlibatan aktif selama sesi mencerminkan penerimaan masyarakat yang positif terhadap program ini.
Kesimpulannya, mengintegrasikan suplementasi zat besi, edukasi gizi, dan promosi kesehatan reproduksi keluarga merupakan strategi yang relevan dan efektif untuk pencegahan anemia di tingkat masyarakat. Dukungan edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi yang kuat dengan layanan kesehatan primer direkomendasikan untuk meningkatkan dampak jangka panjang dan berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan ibu dan keluarga.
Downloads
References
Almatsier, S. (2018). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Kota Medan. Medan: Dinas Kesehatan Kota Medan.
Notoatmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
World Health Organization. (2019). Guideline: Daily Iron Supplementation in Pregnant Women. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2021). Anaemia in Women and Children: Global Estimates. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2023). Global Anaemia Estimates. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Frida Lina Tarigan, Donal Nababan, Mido Ester Sitorus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










