OPTIMALISASI PERAN KADER POSYANDU CEGAH STUNTING DENGAN"VARIASI CAMILAN SEHAT BALITA"

Authors

  • Surya Anita Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatera Utara, 20123, Indonesia
  • Dewi R Bancin Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatera Utara, 20123, Indonesia
  • Ria Lestari Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatera Utara, 20123, Indonesia
  • Rut Enjelika Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatera Utara, 20123, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51544/jam.v7i1.6881

Keywords:

Stunting; Camilan sehat; Kader posyandu.

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman keluarga mengenai pemberian makanan bergizi, termasuk camilan sehat untuk balita

Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam mencegah stunting melalui pelatihan pembuatan variasi camilan sehat balita berbasis bahan lokal

Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan camilan sehat, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Sampel kegiatan adalah 20 orang kader yang aktif di wilayah binaan

Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta secara signifikan setelah pelatihan, dari rata-rata 54,2 menjadi 82,6. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa partisipasi peserta sangat baik dan antusias selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dan materi kontekstual efektif dalam meningkatkan kapasitas kader sebagai agen perubahan perilaku gizi di masyarakat

Kesimpulan: Pemberdayaan kader melalui pelatihan camilan sehat dapat menjadi strategi preventif yang berdampak langsung terhadap penurunan angka stunting di tingkat keluarga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriansyah, Pengertian dan Konsep Pemberdayaan Masyarakat. 2023.

A. J. Prendergast and J. H. Humphrey, “The stunting syndrome in developing

countries,” Paediatr. Int. Child Health, vol. 34, no. 4, pp. 250–265, 2014, doi: 10.1179/2046905514Y.0000000158.

I. Ekayanti, R. Nurdiani, A. D. Cantika, Nadzifatussya’diyah, and Z. Nasution, “Evaluating Cadre Support in Maternal Feeding Practices: Influence on Eating Pattern of Children Under Two,” Media Gizi Indones., vol. 20, no. 2, pp. 159–167, 2025, doi: 10.20473/mgi.v20i2.159-167.

R. Millati, A. Setyawati, I. A. Tyarini, and I. Daiyah, “Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu melalui Edukasi dan Pelatihan dalam Pencegahan Stunting prevention,” pp. 8–14, 2025.

J. Aritonang, R. Gurning, N. E. Br Brahmana, and Y. G. Tarigan, “Pengaruh Edukasi Media Vidio Animasi Tentang Asi Eksklusif Terhadap Sikap Ibu Di Wilayah Puskesmas Limbong Tahun 2023,” J. Kesehat. Masy. Dan Lingkung. Hidup, vol. 8, no. 1, pp. 29–35, 2023, doi: 10.51544/jkmlh.v8i1.4360.

De. K. Hutagalung, M. Simatupang, and R. Simatupang, “3 1,2,3,” vol. 3, no. 3, pp. 627–632, 2023.

B. K. D. Serdang, “Kecamatan Beringin Dalam Angka Beringin District In Figures,” BPS Kabupaten Deli Serdang/ BPS-Statistics Deli Serdang Regency, 2024.

A. Pudjirahaju, D. Soelistyorini, A. Mustafa, and Y. Kristianto, “Transforming Childhood: Nutrition Interventions in the First 1000 Days of Life to Prevent Stunting and Enhance IQ Children in Trenggalek,” Amerta Nutr., vol. 9, no. 1, pp. 101–108, 2025, doi: 10.20473/amnt.v9i1.2025.101-108.

S. N. Djannah et al., Buku Ajar Promosi Kesehatan dan Perubahan Perilaku. 2020.

Downloads

Published

2026-02-11

How to Cite

Anita, S., Dewi R Bancin, Ria Lestari, & Rut Enjelika. (2026). OPTIMALISASI PERAN KADER POSYANDU CEGAH STUNTING DENGAN"VARIASI CAMILAN SEHAT BALITA". Jurnal Abdimas Mutiara, 7(1), 355–361. https://doi.org/10.51544/jam.v7i1.6881