EDUKASI BAHAYA PENGAWET BORAKS PADA MAKANAN DI SMA NEGERI 12 MEDAN

Authors

  • Suharyanisa Suharyanisa Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan,Universitas Sari Mutiara Indonesia,Medan,Sumatera Utara,20123,Indonesia
  • Yanti Musyawarah Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan,Universitas Sari Mutiara Indonesia,Medan,Sumatera Utara,20123,Indonesia
  • Betharina br Tarigan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan,Universitas Sari Mutiara Indonesia,Medan,Sumatera Utara,20123,Indonesia
  • Julia Susanti Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan,Universitas Sari Mutiara Indonesia,Medan,Sumatera Utara,20123,Indonesia
  • Widya Fitri Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan,Universitas Sari Mutiara Indonesia,Medan,Sumatera Utara,20123,Indonesia
  • Juprianto Yosafat Panjaitan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan,Universitas Sari Mutiara Indonesia,Medan,Sumatera Utara,20123,Indonesia
  • Nadine Wildan Laoli Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan,Universitas Sari Mutiara Indonesia,Medan,Sumatera Utara,20123,Indonesia
  • Florentina Nafannes Duha Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan,Universitas Sari Mutiara Indonesia,Medan,Sumatera Utara,20123,Indonesia
  • Rumonda Sihaloho Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan,Universitas Sari Mutiara Indonesia,Medan,Sumatera Utara,20123,Indonesia
  • Selvi Anisa Manik Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan,Universitas Sari Mutiara Indonesia,Medan,Sumatera Utara,20123,Indonesia
  • Neiza Damai Nirwana Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan,Universitas Sari Mutiara Indonesia,Medan,Sumatera Utara,20123,Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51544/jam.v7i1.6809

Keywords:

boraks; keamanan pangan; penyuluhan; siswa SMA

Abstract

Latar belakang: Boraks merupakan senyawa kimia yang dilarang dalam makanan karena bersifat toksik dan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Boraks sering disalahgunakan oleh produsen makanan untuk meningkatkan kekenyalan, tekstur, dan daya simpan makanan. Konsumsi boraks secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti iritasi saluran pencernaan, kerusakan ginjal dan hati, serta gangguan metabolisme. Remaja sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan boraks karena sering mengonsumsi makanan jajanan di lingkungan sekolah tanpa mengetahui kandungan bahan tambahan yang digunakan.

Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA Negeri 12 Medan terhadap bahaya penggunaan pengawet boraks pada makanan, sehingga siswa mampu mengenali risiko kesehatan yang ditimbulkan serta selektif dalam memilih makanan yang aman di lingkungan sekolah.

Metode: Diharapkan dengan adanya edukasi bahaya pengawet boraks pada makanan, siswa SMA Negeri 12 Medan mengalami peningkatan pemahaman mengenai pengertian boraks, ciri-ciri makanan yang mengandung boraks, serta dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat konsumsinya. Keberhasilan kegiatan edukasi ini ditunjukkan melalui peningkatan nilai pre-test dan post-test sebagai indikator peningkatan pengetahuan.

Hasil: Setelah pelaksanaan penyuluhan, siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran terhadap keamanan pangan, khususnya terkait risiko penggunaan boraks pada makanan jajanan yang beredar di lingkungan sekolah.

Kesimpulan: Kegiatan edukasi bahaya pengawet boraks pada makanan di SMA Negeri 12 Medan berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan pemahaman serta kesadaran siswa tentang keamanan pangan. Siswa menjadi lebih mengenal bahaya boraks dan lebih berhati-hati dalam memilih makanan jajanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi di lingkungan sekolah penting dilakukan sebagai upaya pencegahan agar siswa terhindar dari konsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustin, M., Elyanti, E., & Hasanah, N. (2025). DETECTING BORAX AND FORMALIN CONTENT IN FOOD USING NATURAL INDICATORS. JURNAL ILMIAH NUSANTARA, 2(6), 05-15.

Ahyani, I. R. (2023). IDENTIFIKASI SENYAWA BORAKS DENGAN ANALISA KUALITATIF PADA BAKSO YANG DIJUAL DI PASAR REJOWINANGUN DAN PASAR GOTONG ROYONG (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Magelang).

Amir, H., Amida, N., & Nurhamidah, N. (2021). Sosialisasi Pengenalan Tentang Bahan Aditif Tambahan Pada Makanan Dan Minuman. Andromeda: Jurnal Pengabdian Masyarakat Rafflesia, 1(1), 22–31.

Andriani, D., & Utami, N. (2023). Efek Konsumsi Boraks dan Formalin dalam Makanan bagi Tubuh. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 7(1), 19-24.

Arfiani, N., & Artati. (2019). Identifikasi kandungan boraks pada bakso di Kabupaten Bulukumba. Jurnal Kesehatan Panrita Husada, 4(1).

Berliana, A., Abidin, J., Salsabila, N., Maulidia, N. S., Adiyaksa, R., & Siahaan, V. F. (2021). Penggunaan Bahan Tambahan Makanan Berbahaya Boraks dan Formalin Dalam Makanan Jajanan. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 1(2), 64–71.

Faizah, R., Awaludin, M. T., Santoso, D., Muzakiyah, L. A., & Paramadini, A. W. (2024). Identifikasi kandungan boraks dan formalin pada berbagai makanan di Kecamatan Purwokerto Selatan. Journal of Technology and Food Processing (JTFP), 4(01), 28–35.

Muawanah, M., Arisanti, D., Rahmawati, R., & Rustiah, W. (2023). Peningkatan Pengetahuan Siswa Melalui Edukasi Tentang Bahan Pengawet Yang Berbahaya Pada Makanan Jajanan Di SMAN 14 Makassar. Lontara Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 7-12.

Nur’aini, H., Yumiati, Y., Elita, S. S., & ... (2022). Analisis Keamanan Pangan dan Deteksi Bahan Pengawet pada Jajanan Siswa di SMKN 4 Kota Bengkulu. Jurnal Dehasen , 1(1), 17–22.

Nuraini, A., Vanessa, C. A., Yalni, F., Sary, I. N. A., Diana, M., Yuliadhi, M. F., ... & Ali, Z. S. (2025). Sosialisasi Bahaya Boraks Pada Tahu dan Cara Identifikasi Sederhana: Socialization on The Dangers of Borax in Tofu and Simple Identification Methods. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan, 5(3), 52-64.

Sari, N. P. (2020). Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Berbahaya (Boraks) Pada Bakso Tusuk Yang Dijual Di Sekolah Dasar Kecamatan Salo Kabupaten Kampar. Avicenna, 15(2), 374129.

Supardan, D. (2020). Pelatihan pembuatan alat deteksi sederhana boraks dan formalin. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 16(2), 194-202.

Tampubolon, M. I., Silitonga, D. R., Ningrum, C. R., Manurung, Y. R. B., & Marbun, E. D. (2024). MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT AKAN BAHAYA PENGAWET PADA MAKANAN MELALUI EDUKASI. Journal Central Publisher, 2(10), 2653-2660.

WINIOLISKI, W., ALDIANA, A., AGNES, A., & MARNI, M. (2023). EDUKASI BAHAN TAMBAHAN PANGAN BAGI SISWA SISWI SMP N. 5 NEKAMESE KABUPATEN KUPANG. PANDAWA: PUSAT PUBLIKASI HASIL PENGABDIAN MASYARAKAT Учредители: Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia, 1(4), 119-124.

Downloads

Published

2026-02-03

How to Cite

Suharyanisa, S., Yanti Musyawarah, Betharina br Tarigan, Julia Susanti, Widya Fitri, Panjaitan, J. Y., Nadine Wildan Laoli, Florentina Nafannes Duha, Rumonda Sihaloho, Selvi Anisa Manik, & Neiza Damai Nirwana. (2026). EDUKASI BAHAYA PENGAWET BORAKS PADA MAKANAN DI SMA NEGERI 12 MEDAN. Jurnal Abdimas Mutiara, 7(1), 163–170. https://doi.org/10.51544/jam.v7i1.6809