PENDAMPINGAN SELF-MANAGEMENT PENYAKIT DEGENERATIF BAGI LANSIA MELALUI EDUKASI DI KELURAHAN TEGAL SARI MANDALA I
DOI:
https://doi.org/10.51544/jam.v7i1.6799Keywords:
Self-Management; Penyakit Degeneratif; LansiaAbstract
Latar belakang : Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang bersifat kronis dan tidak ditularkan dari orang ke orang. Prevalensi Penyakit degeneratif terus mengalami peningkatan seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat kearah yang kurang seimbang. Faktor risiko terjadinya penyakit degeneratif di kelurahan Tegal Sari Mandala I adalah hipertensi, kolesterol, asam urat dan diabetes. Kurangnya pengetahuaan dan kesadaran terhadap bahaya penyakit degeneratif menyebabkan deteksi dini berbasis pelayanan kesehatan kurang efektif. Hal ini juga disebabkan oleh masyarakat yang kurang koperatif memeriksakan diri selama belum merasa sakit.
Tujuan dari kegiatan adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pengetahuan mengenai kesehatan serta pengendalian penyakit degeneratif. Penanggulangan faktor resiko penyakit degeneratif dan pencegahan berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk menekan resiko atau angka kematian akibat penyakit degeneratif.
Metode: Kegiatan pendampingan self-management penyakit degeneratif bagi lansia melalui edukasi pada komunitas lansia ini dilakukan bersama dengan mahasiswa/i STIKes Darmo dan lansia di Kelurahan Tegal Sari Mandala I. Masyarakat sebanyak 31 orang. Cara yang dilakukan yaitu dengan memberikan edukasi kesehatan tentang screening kesehatan dan pengobatan gratis pada masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala I.
Hasil : Dari hasil pengkajian yang dilakukan di Kelurahan Tegal Sari Mandala I diperoleh prioritas masalah yaitu kurangnya motivasi dan keinginan serta pengetahuan lansia terhadap pemeriksaan Kesehatan secara berkala
Kesimpulan: Setelah diberikan edukasi kesehatan pada masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala I akan pentingnya mengetahui masalah cara memilih lansia yang sudah ada riwayat penyakit degeneratif yang kronis dan pemeriksaan kesehatan lansia secara berkala.
Downloads
References
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. 2024. Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024.
Hardani., Mustariani, B.A. Aprilia., Suhada, Adriyan., Aini. 2022. Pemeriksaan Golongan Darah Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Siswa Tentang Kebutuhan Dan Kebermanfaaran Darah. Jurnal Masyarakat Mandiri (JMM). 2(1): 8-12. https://doi.org/10.31764/jmm.v2i1.1330
Kementrian Kesehatan RI. 2024. Riset Kesehatan Dasar.
Adhea Fadilla, A., Julaiha, S., & Hartati, A. (2023). Self Management Description of Patient With Type 2 Diabetes Melitus At the Rajabasa Indah Bandar Lampung Publich Health Center Gambaran Self Management Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung. Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Tanjungkarang JURNAL ANALIS FARMASI, 8(2), 227–244.
Afnuhazi, R. (2023). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GOUT PADA LANSIA. Jurnal Human Care, 4(1), 34–41. https://doi.org/10.1016/j.asjsur.
Alifariki, L. O. (2024). Analisis Faktor Determinan Proksi Kejadian Hipertensi di Poliklinik Interna BLUD RSU Provinsi Sulawesi Tenggara. Medula, 3(1), 214–223.
Darmayanti, A., Lestiana, R. W., Fatih, H. Al, Ningrum, P., & Irawan, E. (2021). Gambaran Tingkat Kepatuhan Manajemen Diri Penderita Diabetes Mellitus Type II Salah Satu Puskesmas di Kota Bandung. Jurnal Keperawatan BSI, 9(2), 263–270.
Ephraim, R. D., Anoff, K., Brenyah, R., Osakunor, D. M., Sakyi, S., Osei-Yeboah, J., & Anto, E. (2020). Determinants of crystalluria among type 2 diabetes patients; A case-control study of the Agona West Municipality, Ghana. Nigerian Medical Journal, 58(3), 114. https://doi.org/10.4103/nmj.nmj_121_16
Fidayanti, S. M. A. S. (2020). Perbedaan Jenis Kelamin Dan Usia Terhadap Kadar Asam Urat Pada Penderita Hiperurisemia. Jurnal Medika Udayana, 8(12), 2597–8012. https://ojs.unud.ac.id
Istiyawanti, H., Udiyono, A., Ginandjar, P., & Adi, M. S. (2022). Gambaran Perilaku Self Care Management Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Kesehatan Masyarakat (eJournal), 7(1), 155–167. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/22865
Jaliana, Suhadi, & La Ode Muh. Sety. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Asam Urat pada Usia 20-44 Tahun di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2023. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 3(2), 1–13.
Millati, A., Bahar, Y., & Kusumawinakhyu, T. (2021). Pengaruh Sediaan Dekok Daun Zaitun (Olea europaea L.) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus) Galur Wistar Jantan yang Diinduksi Aloksan. Herb-Medicine Journal, 2(2), 20. https://doi.org/10.30595/hmj.v2i2.4796
Putri, N. K. S. (2020). Pengukuran Kadar Asam Urat Pada Perempuan Usia ≥ 40 Tahun (Studi Warga Dusun Jatimenok Rt 01 Rw 05 Desa Rejosopinggir. In Diploma thesis, STIKES Insan Cendekia Medika Jombang.
Seran, R., Bidjuni, H., & Onibala, F. (2021). Hubungan Antara Nyeri Gout Arthritis Dengan Kemandirian di Puskesmas Towuntu Timur Kecamatan Pasan Kabupaten. Jurnal Keperawatan, 4(1), 1–7.
Siahaan, J. M., Simangunsong, S. B. B., Siagian, L. O., & ... (2022). MONOGRAF MENGUNGKAP PERAN INFUSA DAUN KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP GULA DARAH DAN KOLESTEROL PADA MENCIT.
Siswanto, Y., & Lestari, I. P. (2020). Pengetahuan Penyakit Degeneratif Dan Faktor Risiko Perilaku Pada Remaja. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan.
Syarifah, A. (2022). Knowledge and Culture Relationship With Uric Acid Level on Elderly. Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 8(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Reny Juliana Sihombing, Julaiha Siregar, Roy Wilson Sihaloho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










