PELATIHAN KETERAMPILAN PRAGMATIS UNTUK PENGUATAN PERCAKAPAN SEHARI-HARI DALAM BAHASA INGGRIS DI SMA YAPIM TARUNA SEI ROTAN

Authors

  • Antonius Wilson Sembiring Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatera Utara, 20123, Indonesia
  • Arman Bemby Sinaga Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatera Utara, 20123, Indonesia
  • Maria Friska. N Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatera Utara, 20123, Indonesia
  • Rara Nadia Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatera Utara, 20123, Indonesia
  • Alice Nofelinda Damanik Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatera Utara, 20123, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51544/jam.v7i1.6759

Keywords:

Keterampilan Pragmatis, Bahasa Inggris, Percakapan Sehari-hari, Kompetensi Komunikatif.

Abstract

Latar belakang: Masalah kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris pada siswa/i tingkat SMA menjadi persoalan bagi pengajar bahasa Inggris dan para siswa/i itu. Sehingga perlu pengajaran agar kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam konteks bahasa sehari-hari dapat ditingkatkan. Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris seringkali terhambat bukan karena kurangnya kosakata, melainkan kurangnya pemahaman tentang konteks sosial dan penggunaan bahasa yang tepat (pragmatik).

Tujuan: tujuan utama dari kegiatan Pengabdian  ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris bagi siswa/i SMA melalui pelatihan keterampilan pragmatis dalam percakapan sehari-hari.

Metode: Metode kegiatan Pengabdian ini dengan Communicative Language Teaching (CLT), role-play, analisis tindak tutur (speech acts), dan penggunaan ungkapan kesantunan dalam berbagai situasi sosial.

Hasil: Teknik Communicative Language Teaching (CLT), role-play, analisis tindak tutur (speech acts), dan penggunaan ungkapan kesantunan dapat memacu siswa/i untuk lebih berani dan percaya diri untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Melalui kegiatan ini terjadi peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri dan ketepatan penggunaan bahasa sesuai konteks, seperti saat meminta bantuan, memberi saran, atau menyanggah pendapat secara sopan.

Kesimpulan: Kegiatan Pengabdian msyarakat ini sangat bermanfaat karena memberikan stimulus dan motivasi kepada para siswa/i SMA untuk berkomunikasai dalam Bahasa Inggris. Untuk itu, pengajaran bahasa Inggris di sekolah menengah perlu mengintegrasikan unsur pragmatik agar siswa tidak hanya fasih secara gramatikal, tetapi juga kompeten secara sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu Ahmadi, Psikologi sosial, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002, 46.

Agnes norma, Ilmu pragmatik, Jakarta: Prenada Media Group, 2010, 6.

Binti Maunah, Ilmu Pendidikan, Yogyakarta: Teras, 2009, 5.

Chaer, Abdul dan Agustina, Leoni, Sosiolinguistik : perkenalan awal, Jakarta: Rineka cipta, 2004, 10.

Chaer, Abdul dan Agustina, Leoni, Sosiolinguistik : perkenalan awal, Jakarta: Rineka cipta, 2004, 14.

Nashar, Peranan Motivasi dan Kemampuan Awal dalam Kegiatan Pembelajaran, Jakarta: Delia Press, 2004, 77.

Purwo, Bambang Kaswanti, Pragmatik dan Pengajaran Bahasa, Yogyakarta: kanisius, 2002, 14.

Purwo, Bambang Kaswanti, Pragmatik dan Pengajaran Bahasa, Yogyakarta: kanisius, 2003, 11

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Prenada Media Group, 2010, 11

Yule, George, Pragmatik, terjemahan Indah Fajar W dan Rombe Mustajab, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996, 120.

Downloads

Published

2026-02-07

How to Cite

Sembiring, A. W., Arman Bemby Sinaga, Maria Friska. N, Rara Nadia, & Alice Nofelinda Damanik. (2026). PELATIHAN KETERAMPILAN PRAGMATIS UNTUK PENGUATAN PERCAKAPAN SEHARI-HARI DALAM BAHASA INGGRIS DI SMA YAPIM TARUNA SEI ROTAN. Jurnal Abdimas Mutiara, 7(1), 239–248. https://doi.org/10.51544/jam.v7i1.6759