MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK PANTI: DARI KESADARAN DIRI HINGGA MANAJEMEN HUBUNGAN
DOI:
https://doi.org/10.51544/jam.v7i1.6706Abstract
Latarbelakang: Pengembangan kecerdasan emosional merupakan aspek fundamental dalam pembentukan kepribadian, kesejahteraan psikologis, dan kemampuan individu dalam menjalin hubungan sosial yang sehat. Kecerdasan emosional berperan penting dalam membantu anak mengenali dan mengelola emosi, mengembangkan empati, serta membangun interaksi sosial yang adaptif. Namun, anak yang tumbuh dalam lingkungan pengasuhan alternatif, seperti panti asuhan, cenderung menghadapi tantangan emosional dan sosial yang lebih kompleks akibat keterbatasan dukungan keluarga dan dinamika lingkungan sosial yang padat. Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk memperkuat kecerdasan emosional anak melalui pendekatan yang terarah dan berbasis keilmuan.
Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan emosional anak panti asuhan melalui program pendampingan psikososial yang terstruktur berdasarkan dimensi kecerdasan emosional.
Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif- partisipatif atau pendampingan berbasis aktivitas melalui permainan peran, simulasi, dan diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam mengenali dan mengekspresikan, serta mengelola emosi secara tepat, meningkatkan empati, serta membangun interaksi sosial yang lebih positif dan kooperatif.
Kesimpulannya, pendampingan psikososial berbasis kecerdasan emosional efektif dalam memperkuat kapasitas afektif dan sosial anak panti asuhan.
Downloads
References
Brackett, M. A., Rivers, S. E., & Salovey, P. (2011). Emotional intelligence: Implications for personal, social, academic, and workplace success. Social and Personality Psychology Compass, https://doi.org/10.1111/j.1751- 9004.2010.00334
Denham, S. A., Bassett, H. H., & Wyatt, T. (2015). The socialization of emotional competence. Journal of Child Psychology and Psychiatry, https://doi.org/10.1111/jcpp
Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. Bantam Books.
Goleman, D. (1998). Working with emotional intelligence. Bantam Books.
Goleman, D. (2006). Social intelligence: The new science of human relationships. Bantam Books.
Mayer, J. D., Salovey, P., & Caruso, D. R. (2004). Emotional intelligence: Theory, findings, and implications. Psychological Inquiry, https://doi.org/10.1207/s15327965pli1503_02
Ramadhani, Sri., Meliala, Sinarsi., Siregar, Indo Mora (2024). Psikologi Sosial Dalam Fokus: Teori, Metode Dan Aplikasi, Medan, UMSU Press
Santrock, J. W. (2011). Life-span development (13th ed.). McGraw-Hill.
Shapiro, L. E. (1997). How to raise a child with a high EQ: A parent’s guide to emotional intelligence. HarperCollins.
Sroufe, L. A. (2005). Attachment and development: A prospective, longitudinal study from birth to adulthood. Attachment & Human Development, https://doi.org/10.1080/14616730500365928
Yuris, Evicenna dan Siregar, Indo Mora (2024) Strategi Komunikasi Efektif Guru Bimbingan Konseling dalam Menghadapi Tantangan Psikososial Siswa, Jurnal Edu Society. https://doi.org/10.56832/edu.v4i3.560
UNICEF. (2017). Children in alternative care. UNICEF Publications.
World Health Organization. (2014). Health for the world’s adolescents: A second chance in the second decade. WHO Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indo Mora Siregar, Syahrul Fahri, Chairiah Yulianti Siregar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










