MENJAGA KESEIMBANGAN EMOSI ANAK PANTI : STRATEGI UNTUK KESEHATAN MENTAL YANG LEBIH BAIK
DOI:
https://doi.org/10.51544/jam.v7i1.6705Keywords:
Keseimbangan Emosi; Kesehatan Mental; Regulasi EmosiAbstract
Latarbelakang: Remaja yang tinggal di panti asuhan memiliki kerentanan tinggi terhadap gangguan emosi dan kesehatan mental akibat keterbatasan dukungan keluarga dan figur kelekatan. Kondisi ini menuntut adanya intervensi psikososial yang terstruktur dan berkelanjutan.
Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan emosi dan kesehatan mental remaja melalui program psikoedukasi dan pelatihan regulasi emosi di Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan.
Metode: yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 50 remaja. Intervensi dilaksanakan selama empat sesi dalam satu bulan, meliputi psikoedukasi kesehatan mental, pelatihan mindfulness, dan emotional journaling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan mental, DASS-21 (Depression, Anxiety, Stress Scales-21), serta lembar observasi perilaku oleh pengasuh. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t berpasangan.
Hasil: menunjukkan peningkatan pengetahuan kesehatan mental sebesar 45,4%, disertai penurunan tingkat stres sebesar 24,5%, kecemasan 23,0%, dan depresi 21,6%. Selain itu, observasi perilaku memperlihatkan berkurangnya konflik dan meningkatnya komunikasi positif antar penghuni panti.
Kesimpulan: Disimpulkan bahwa pendekatan holistik berbasis psikoedukasi dan regulasi emosi efektif dalam memperbaiki keseimbangan emosi remaja panti asuhan. Program ini berimplikasi penting bagi pengabdian kepada masyarakat, khususnya sebagai model intervensi promotif-preventif yang dapat direplikasi dengan dukungan kolaboratif antara pengelola panti dan tenaga profesional kesehatan mental.
Downloads
References
Chen, J., Li, X., Li, Y., Li, J., & Liu, X. (2020). "The impact of mindfulness-based stress reduction on emotional regulation and psychological well-being in adolescents: A randomized controlled trial." Journal of Adolescent Health, 67(4), 512-519.
Hakim, M. A., & Aristawati, N. V. (2023). Mengukur depresi, kecemasan, dan stres pada kelompok dewasa awal di Indonesia: Uji validitas dan reliabilitas konstruk DASS-21. Jurnal Psikologi Ulayat: National Journal of Indigenous Psychology, 10 (2), 232–250.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2022). Data Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Tahun 2022. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.
Santrock, J. W. (2017). Life-Span Development (16th ed.). McGraw-Hill Education.
World Health Organization. (2020). Multisectoral, transformative action is needed to promote the mental health of children and adolescents living in alternative care. WHO European Region.
World Health Organization. (2021, November 17). Mental health of adolescents. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Ramadhani, Inggrit Puspita Sari , Siska Dwi Ningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










