PERAN KEBIDANAN DAN ATLM DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI PEMERIKSAAN LABORATORIUM RUTIN

Authors

  • Elisa Silvia Aritonang Fakultas Farmasi Dan Ilmu Kesehatan, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Indonesia
  • Marti Silfia Program Studi D3 Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Farmasi Dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Indonesia
  • Denrison Purba Fakultas Farmasi Dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatra utara 20123, Indonesia
  • Agus Triani Fakultas Farmasi Dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatra utara 20123, Indonesia

Keywords:

Penyakit Tidak Menular (PTM), profesi Kebidanan dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM).

Abstract

Latar belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus, hipertensi, dan dislipidemia terus mengalami peningkatan prevalensi dan hingga saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Perubahan pola hidup masyarakat, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta kebiasaan merokok, menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka PTM. Deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium rutin merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan komplikasi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan laboratorium rutin sebagai upaya deteksi dini PTM melalui kolaborasi profesi Kebidanan dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM). Kolaborasi lintas profesi ini diharapkan dapat memberikan pendekatan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkesinambungan.

Metode kegiatan meliputi pemberian edukasi kesehatan, demonstrasi pemeriksaan laboratorium sederhana seperti pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta pelaksanaan skrining kesehatan pada peserta. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia dewasa dan lansia di wilayah binaan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan seminar, pemeriksaan kesehatan secara langsung, serta konseling hasil pemeriksaan.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PTM dan pentingnya pemeriksaan laboratorium rutin, serta ditemukannya beberapa peserta dengan faktor risiko PTM yang selanjutnya dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan.

Kesimpulan: kolaborasi antara tenaga Kebidanan dan ATLM memiliki peran signifikan dalam upaya promotif dan preventif PTM, sehingga kegiatan ini direkomendasikan untuk dijadikan program kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariani, N. L., & Putra, I. M. (2022). Hubungan kadar kolesterol dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia dewasa. Jurnal Kesehatan Prima, 16(2), 85–92. https://doi.org/10.32807/jkp.v16i2.827

Azizah, R., & Prasetyo, A. (2023). Edukasi kesehatan sebagai upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit tidak menular. Jurnal Abdimas Sehat, 5(1), 12–20.

Dewi, S. K., & Paramita, W. (2020). Peran bidan dalam deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular pada wanita usia subur. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(2), 94–102.

Hidayati, T., & Sitorus, R. (2021). Pemeriksaan laboratorium sederhana dalam skrining penyakit tidak menular di komunitas. Jurnal Analis Kesehatan, 10(1), 34–41.

Kemenkes RI. (2021). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Direktorat P2PTM.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Direktorat P2PTM.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kusuma, A. P., & Rahmadani, L. (2023). Analisis faktor risiko gaya hidup terhadap kejadian diabetes melitus di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 18(1), 33–41.

Putri, D. F., & Hartono, A. (2022). Pentingnya pemeriksaan gula darah rutin sebagai deteksi dini diabetes pada masyarakat. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, 15(2), 101–108.

Rahmawati, F., & Widyaningsih, N. (2021). Peran tenaga kesehatan dalam deteksi dini penyakit tidak menular pada masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(1), 45–54.

Sari, D. N., & Lestari, A. D. (2020). Skrining laboratorium dalam pencegahan penyakit tidak menular di layanan kesehatan primer. Jurnal Teknologi Laboratorium, 9(2), 120–128.

Siregar, Y., & Manullang, D. (2024). Pelaksanaan skrining PTM pada masyarakat sebagai bagian dari promosi kesehatan berbasis komunitas. Jurnal Abdimas Kesehatan, 6(1), 20–28.

Suryani, H. (2019). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Alfabeta.

World Health Organization. (2022). Noncommunicable diseases: Key facts. WHO Press.

World Health Organization. (2023). Global status report on noncommunicable diseases 2023. WHO Press.

Yuliana, E., & Kristina, T. N. (2021). Peran bidan dalam upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular pada komunitas. Jurnal Kebidanan, 12(3), 150–158.

Yunita, R., & Handika, G. (2020). Pemeriksaan laboratorium sebagai deteksi dini faktor risiko PTM pada masyarakat. Jurnal Analis Kesehatan Indonesia, 8(1), 30–37.

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Aritonang, E. S., Silfia, M., Purba, D., & Triani, A. (2026). PERAN KEBIDANAN DAN ATLM DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI PEMERIKSAAN LABORATORIUM RUTIN. Jurnal Abdimas Mutiara, 7(1), 66–74. Retrieved from https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6508