Edukasi Pemberian Kombinasi Aromaterapi Peppermint dan Lemon Dalam Mengurangi Mual dan Muntah Yang Berlebihan Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Besitang

Main Article Content

Suci Nanda Resti Tarigan
Juneris Aritonang

Abstract

Salah satu masalah yang terjadi pada masa kehamilan yang bisa meningkatkan derajat kesakitan adalah terjadinya gestosis pada masa kehamilan atau penyakit yang khas terjadi pada masa kehamilan dan salah satu gestosis dalam kehamilan adlaah hyperemesis gravidarum. Dampak yang ditimbulkan dapat terjadi pada ibu dan janin. Emesis terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Serratus dari seribu kehamilan, gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HcG dalam serum. Pengaruh fisiologi kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena system saraf atau pengosongan lambung yang berkurang sehingga menyebabkan mual muntah pada ibu hamil. Sebagian besar kejadian emesis dan hyperemesis mulai terjadi pada usia kehamilan 4 sampai 10 minggu dan umumnya mulai membaik pada usia kehamilan 20 minggu. Sebagian kecil dapat berlanjut sampai usia kehamilan 20-24 minggu. Dampak yang ditimbulkan dari mual muntah yang berlebihan adalah ibu akan kekurangan nutrisi dan cairan sehingga keadaan fisik ibu menjadi lemah dan Lelah. Sedangkan dampak pada bayinya adalah bayi bisa mengalami BBLR, IUGR, premature hingga terjadi abortus. Rasa mual dan muntah dapat dicegah dengan menggunakan pengobatan farmakologis dan non farmakologis.metode farmakologis dapat diberikan cairan pengganti seperti glukosa 5% sampai 10%, vit C dan vit B serta anti mual muntah. Sedangkan terapi non farmakologis dapat dilakukan dengan akupuntur, diet dan aromaterapi. Namun penggunaan obat-obatan farmakologi dapat menyebabkan efek samping pada ibu dan bayi,  untuk itu pengobatan non farmakologi menjadi salahs atu alternatif untuk mengurangi mual dan muntah. Selain itu bisa juga terapi perpaduan kombinasi aromaterapi peppermint dan lemon yang dapat mengurangi mual dan muntah Dimana lemon mengandung limonene citral, linalyl, linalool, terpineol yang dapat memberikan perasaans enang, meningkatkan nafsu makan, melancarkan peredaran darah dans ebagai sedative. Dan peppermint mengandung minyak adsiri berupa menthol. Aromaterapi ini mampu mempengaruhi saraf pada hypothalamus sehingga dapat meminimalisir rasa mual dan muntah. Campuran minyak aromaterapi ini disebut sinergi, Dimana sinergi ini lebih efektif dari pada satu jenis minyak esensial.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Fauziyah , Y. (2016). Obstetric Patologi Untuk Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Jaelani. (2017). Aromaterapi Jaelani. Jakarta: Pustaka Populer Obor.

Joulaeerad, N., Ozgoli, G., Hajimehdipoor, H., Ghasemi, F., & Salehimoghaddam, F. (2018). Effect of Aromatherapy with Peppermint Oil on the Severity of Nausea and Vomiting in Pregnancy: A Single-blind, Randomized, Placebo-controlled trial. J Reprod Infertil, 19 (1), 32-38.

Kartiani, A., Ariyandy, A., Ramadhani, S., Sartini, Nilawati, A., Prihantono, & Umar, F. (2023). Efektifitas Pemberian Aromaterapi Kombinasi Peppermint dan Lemon Dalam Menurunkan Intensitas Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Dan II. Jurnal Keperawatan, Vol 15 No 2. Retrieved from http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/Keperawatan

Muaris, H. J. (2013). Khasiat Lemon Untuk Kestabilan Kesehatan Fakta Gizi Lemon dan Manfaat Untuk Kesehatan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka.

Putri, D. M., & Amalia, R. N. (2019). Terapi Komplementer Konsep Dan Aplikasi Dalam Keperawatan. Yogyakarta: PT Pustaka Baru.

Rukiyah, A., & Yulianti, L. (2014). Asuhan Kebidanan Patologi. Jakarta: CV Trans Info Media.

Saragih, A. W. (n.d.). Efektifitas Aromaterapi Lemon Dalam Mengurangi Mual Pada Hamil Trimester Pertama. Retrieved from https://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/17621/121101023. pdf?sequence=1&isAllowed=y