Penyuluhan Dan Deteksi Dini Ibu Hamil Bermasalah Bekerjasama Dengan Puskesmas Dan Dinas Kesehatan Di Kabupaten Nias Barat

Main Article Content

Donal Nababan
Mindo Tua Siagian
Kesaktian Manurung

Abstract

Penyakit kudis atau skabies adalah suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit tungau Sarcoptes scabei yang berupaya membentuk terowongan dibawah kulit dan ditularkan lewat kontak langsung manusia. Parasit tungau Sarcoptes scabei merupakan parasit obligat yang semua siklus hidupnya berproses pada manusia. Masa inkubasi pajanan pertama berlangsung tiga sampai enam minggu, sedangkan masa inkubasi pajanan berikutnya terjadi lebih cepat, yaitu satu sampai tiga hari. Angka kejadian skabies di negara berkembang dilaporkan terdapat sebanyak 6-27% dari populasi umum (Muzakir, 2008). Tujuan Umum, yaitu mengetahui Faktor-Faktor yang menyebabkan kejadian Scabies pada siswa/I SDN. Inpress 174568 Simorangkir Julu , Kec. Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara. Sasaran pada kegiatan sosialisasi ini ialah siswa-siswi  SD.Inpres 174568 Simorangkir Julu kec.Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara yaitu 20 orang dengan menggunakan 2 metode ( Pemaparan materi dan Diskusi) dan dilaksanakan di SD.Inpres 174568 Simorangkir. Pengmas ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni tahun 2022. Dari hasil sosialisasi diketahui bahwa banyak siswa-siswi yang belum mengetahui apa itu penyakit scabies. Dengan adanya sosialisasi ini siswa-siswi mengetahui apa itu scabies, faktor-faktor penyebab terjadinya dan pencegahan yang dapat dilakukan. Dari hasil sosialisasi diketahui bahwa personal hygiene pada siswa masih kurang. Siswa-siswi diharapkan mengetahui apa itu penyakit scabies dan pencegahan yang akan likakukan. Disarankan siswa-siswi diharapkan lebih memperhatikan personal hygene (kebersihan pribadi) untuk dapat mencegah. Jika terjadi kasus/ penyakit scabies diharapkan berobat ke puskesmas/ sarana Kesehatan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

El-Nagar, A. E., Ahmed, M. H., & Belal, G. E.-S. (2017). Knowledge and Practices of Pregnant Women Regarding Danger Signs of Obstetric Complications. IOSR Journal of Nursing and Health Science , 30-41.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, (2018). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Maseresha N, et al. (2016). Knowledge of Obstetric Danger Signs and Associated Factors Among Pregnant Women in Erer District, Somali region, Ethiopia. BMC Womens Health. 1-8.
Mwilike, B., et al. (2018). Knowledge of Danger Signs During Pregnancy and Subsequent Healthcare Seeking Actions Among Women in Urban Tanzania; A CrossSectional Study. BMC Pregnancy and Chilbirth , 1-8
Teng, S. P., et al. (2015). Knowledge of Pregnancy Danger Signs and Associated Factors Among Malaysian Mothers. British Journal of Midwifery, 800-808
World Health Organization. (2013). Counseling for Maternal and Newborn Health Care: A Handbook for Building Skills. Geneva: World Health Organization.