PENGUATAN KADER DAN WARGA DALAM PENANGGULANGAN TUBERCULOSIS

Main Article Content

Sondang Ratnauli Sianturi
Chatarina Indriati Kusumaningsih
Gerardina Sri Redjeki

Abstract

Masalah Tuberculosis menjadi prioritas dalam melakukan strategi peningkatan kesehatan. Untuk mewujudkan masyarakat bebas tuberculosis, dibutuhkan tingkat pengetahuan yang baik sehingga masyarakat dapat berperilaku sesuai dengan pencegahan dan penanganan masalah tuberculosis. Penyegaran kader dan edukasi pada warga menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat. Strategi ini dilakukan mulai dari identifikasi masalah yang terjadi pada masyarakat RW, menentukan masalah, strategi penyelesaian dan pelaksanaan. Metode pelaksanaan terdiri dari dialog bersama kader, penyegaran dan edukasi kepada warga dengan menggunakan conference dan leaflet yang dibagikan melalui whatsapp. Kegiatan ini memberikan dampak positif pada Puskesmas yaitu dengan semakin tinggi pengetahuan warga dan kader maka temuan kasus tuberculosis dapat ditangani dengan lebih cepat dan perilaku warga terhadap factor resiko terjadinya tuberculosis akan berkurang. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan perilaku hidup yang positif dari warga dan kader.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Kemenkes RI. (2013). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis. Kemenkes RI.
Kozier, B., Erb, G., Berman, A., & Snyder, S. J. (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC.
Mathofani, P. E., & Febriyanti, R. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis ( TB ) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Serang Kota Tahun 2019 The Factors Associated With The Incidence Of Pulmonary Tuberculosis In The Working Area Of Serang City Health Center 2019. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12, 1–10. https://jikm.upnvj.ac.id/index.php/hom e/article/download/53/45
Notoatmodjo, S. (2014). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Pusat Data dan Informasi Kementrian (Infodatin) Kesehatan RI. (2018). Tuberculosis temukan Obati Sampai Sembuh.
Puspasari. (2019). Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pernafasan. Yogyakarta: PT Pustaka Baru.
Puspita, K. A., Yanti, Z., Putri, N. K., Supriyanto, S., & Atiqah, N. (2019). Redesigning The Roles of Tuberculosis Treatment Supporter in Indonesia. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 7(2), 170-177.
Suki A.A, P., & Kartikahadi. (2017). Analisis faktor yang mempengaruhi Kepatuhan Minum OBat pada Penderita TBC di Kota Kupang. Universitas Nusa Cendana, 304-316.
Ummami, Y. H. (2016). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Tuberkulosis terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Penderita dalam Pencegahan Penularan Tuberkulosis di Puskesmas Simo. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
WHO. (2018). Global Tuberculosis Report 2017. http://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/259366/9789241565516-eng.pdf;jsessionid=1B13300091B40B419A9D0B19EE80E239?sequence=1
Widani, Ni Luh & Sianturi, Sondang. (2020). Relationship Between Drug Consumption, Supervisors’ Knowledge and Support, and Patients’ Obedience to Take Tuberculosis Drugs. Indonesian Journal of Nursing Practices. Vol 4 No JUnie 1, 2020: 46-52