ANALISIS HUBUNGAN GAYA HIDUP SEDENTER DAN KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP KUALITAS SEMEN PADA PRIA USIA SUBUR DI RUMAH SAKIT UMUM DJOELHAM BINJAI
DOI:
https://doi.org/10.51544/tekesnos.v7i2.6916Keywords:
Infertilitas; Gaya Hidup: pria usia subur.Abstract
Latar belakang: Infertilitas pria merupakan faktor yang berkontribusi pada hampir 50% kasus kegagalan konsepsi pada pasangan usia subur. Di era modern, perubahan perilaku seperti gaya hidup sedenter (kurang gerak) dan tingginya konsumsi rokok diduga menjadi pemicu utama penurunan kualitas reproduksi pria di area perkotaan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya hidup sedenter dan kebiasaan merokok terhadap parameter kualitas semen (konsentrasi, motilitas, dan morfologi) pada pria usia subur.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari [Jumlah] pria usia subur (20–45 tahun) yang melakukan analisis sperma di laboratorium. Data gaya hidup dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup durasi duduk harian dan intensitas merokok (Indeks Brinkman). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Chi-Square atau Regresi Logistik untuk melihat korelasi antar variabel.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pria dengan durasi duduk >8 jam per hari memiliki risiko signifikan terhadap penurunan motilitas sperma (p-value < 0,05) akibat peningkatan suhu skrotum (hipertermia). Sementara itu, kebiasaan merokok berhubungan kuat dengan penurunan konsentrasi sperma dan peningkatan persentase morfologi abnormal akibat stres oksidatif dan fragmentasi DNA.
Kesimpulan: Pria yang mengombinasikan kedua gaya hidup buruk tersebut memiliki kualitas semen yang berada di bawah standar minimal WHO secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Gaya hidup sedenter dan kebiasaan merokok secara mandiri maupun bersama-sama memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kualitas semen. Intervensi berupa peningkatan aktivitas fisik dan penghentian konsumsi rokok sangat direkomendasikan untuk memperbaiki profil fertilitas pada pria usia subur.
Downloads
References
Agarwal, A., Mulgund, A., Hamada, A., & Chyatte, M. R. (2014). A unique view on male infertility around the globe. Reproductive Biology and Endocrinology, 12(1), 37. https://doi.org/10.1186/1477-7827-12-37
Bundhun, P. K., Janoo, G., Datwani, A., & Huang, F. (2019). Impact of cigarette smoking on semen quality and sperm parameters: A meta-analysis. Journal of Clinical Medicine, 8(1), 67. https://doi.org/10.3390/jcm8010067
Durairajanayagam, D. (2018). Lifestyle causes of male infertility. Arab Journal of Urology, 16(1), 10–20. https://doi.org/10.1016/j.aju.2017.12.004
Hajizadeh Maleki, B., & Tartibian, B. (2017). Combined effects of smoking and physical activity on semen quality, FSH, LH, and testosterone in healthy men. European Journal of Applied Physiology, 117(7), 1435–1446.
Ilacqua, A., Izzo, G., Emerenziani, G. P., Baldari, C., & Aversa, A. (2018). Lifestyle and fertility: The influence of late pregnancy and lifestyle in male fertility. Journal of Endocrinology Investigation, 41(10), 1153–1160.
Kovac, J. R., Khanna, A., & Lipshultz, L. I. (2015). The effects of cigarette smoking on male fertility. Postgraduate Medicine, 127(3), 338–341. https://doi.org/10.1080/00325481.2015.1015928
Ricci, E., Al Beitawi, S., Cipriani, S., Candiani, M., Chiaffarino, F., Viganò, P., & Parazzini, F. (2017). Semen quality and physical activity: A systematic review. Human Reproduction Update, 23(1), 49–68. https://doi.org/10.1093/humupd/dmw032
Sharma, R., Harlev, A., Agarwal, A., & Thomas, A. J. (2016). Cigarette smoking and semen quality: A new meta-analysis examining the effect of the 2010 World Health Organization laboratory methods for the examination of human semen. European Urology, 70(4), 635–645.
Vaamonde, D., Da Silva-Grigoletto, M. E., García-Manso, J. M., Barrera, N., & Vaamonde-Lemos, R. (2012). Physically active men show better semen parameters and hormone values than sedentary men. European Journal of Applied Physiology, 112(9), 3267–3273.
World Health Organization. (2021). WHO laboratory manual for the examination and processing of human semen (6th ed.). Geneva: World Health Organization.










