Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Arv Pada Odha
Keywords:
Efikasi Diri;, Kepatuhan;, ARV;, ODHAAbstract
Latar belakang: Kepatuhan terhadap terapi Anti Retro Viral (ARV) merupakan kunci keberhasilan dalam pengobatan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pengobatan ARV berkelanjutan mampu menekan HIV sehingga tidak terdeteksi, mengurangi risiko resistensi obat, meningkatkan kualitas dan kelangsungan hidup, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan serta mengurangi risiko penularan HIV. Sebaliknya, ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan penyebab utama kegagalan terapi.
Tujuan: Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kepatuhan minum obat ARV pada ODHA di wilayah kerja klinik M-P (ODHA).
Metode: Desain yang digunakan adalah cross sectional, menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 115 responden. Penelitian dilakukan di wilayah kerja klinik M-P (ODHA). Kriteria sampel pada penelitian ini adalah pasien yang menderita HIV, bersedia menjadi responden, mendapatkan pengobatan ARV dari klinik M-P. Uji statistik yang digunakan adalah chi square.
Hasil: Hasil didapat dari variabel independen, efikasi diri “yakin” sebanyak 56,5%, dan variabel dependen kepatuhan” patuh (< 3 kali lupa minum obat) sebanyak 47%, dan hasil bivariat terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obat ARV dengan P value 0,024 < α 0,05.
Kesimpulan: Perlunya keterlibatan keluarga sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO) dan keterlibatan kelompok sebaya serta dukungan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat ARV.
Downloads
References
Abdul Kharis Sisyahid, Dan Sofwan Indarjo, (2017). Health Belief Model Dan Kaitannya Dengan Ketidakpatuhan Terapi Anti Retro Viral Pada Orang Dengan HIV/AIDS Vol 6 No 1 Januari 2017 : Unnes Journal Of Public Health
Afandi, A, T., & Kurniyawan, E, H. (2017). Efektivitas Efikasi diriTerhadap Kualitas Hidup Klien dengan Diagnosa Penyakit Kronik.Diperoleh 25 Oktober 2019.
Aji, H, S. (2010). Kepatuhan Pasien HIV dan AIDS Terhadap Terapi Antiretroviral di RSUP Dr Kariadi Semarang. Vol. 5 No. 1 Januari 2010. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia
Andriani., Rika., Sandhita. (2014). Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Anti Retroviral Virus (ARV) dengan Kenaikan Jumlah Cd4 ODHA di Lancang Kuning Support Group Pekanbaru. Diperoleh 21 Oktober 2019.
Dzerounian, J. et al.(2022) ‘Health knowledge and self-efficacy to make health behaviour changes: a survey of older adults living in Ontario social housing’, BMC Geriatrics, 22(1), pp. 1–17. doi:10.1186/s12877-022-03116-1.
Isa, A. et al.(2017) ‘Association between Self-Efficacy and Health Behaviour in Disease Control: A Systematic Review’, Global Journal of Health Science, 10(1), p. 18. doi:10.5539/gjhs.v10n1p18.
Kementerian Kesehatan RI (2022) ‘Distribusi ODHIV Laporan Eksekutif Perkembangan HIV Aids Dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (Pims) Triwulan I Tahun 2022[Preprint]
Mahardining, A, B. (2010). Hubungan Antara Pengetahuan, Motivasi, dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Terapi ARV ODHA. Vol 2 No 2. Januari 2010. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Sisyahid, A, K., & Indarjo, S. (2017). Health Belief Model dan Kaitannya dengan Ketidakpatuhan Terapi Anti Retro Viral pada Orang dengan HIV/AIDS. Vol 6 No 1. Januari 2017, Unnes Journal of Public Health.
World Health Organization (2023a) HIV, World Health Organization










