Dukungan Sosial Dan Kejadian Baby Blues Syndrome Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Klinik Pratama Matahari Tanjung Morawa Tahun 2024

Authors

  • Julia Mahdalena Siahaan Fakultas Farmasi Dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Yunida Turisna Octavia Fakultas Farmasi Dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Eva Kartika Hasibuan Fakultas Farmasi Dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Keywords:

Dukungan sosial, Baby Blues Syndrome, ibu post partum

Abstract

Latar Belakang: Baby Blues Syndrome merupakan gangguan emosional ringan yang sering terjadi pada ibu post partum dan berpotensi berkembang menjadi depresi pascapersalinan apabila tidak ditangani secara adekuat. Salah satu faktor yang berperan penting dalam mencegah terjadinya Baby Blues Syndrome adalah dukungan sosial dari suami dan keluarga.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kejadian Baby Blues Syndrome pada ibu post partum di wilayah kerja Klinik Pratama Matahari Tanjung Morawa.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 32 ibu post partum yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan sosial dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,6% ibu post partum mengalami Baby Blues Syndrome. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kejadian Baby Blues Syndrome (p = 0,018).
Kesimpulan: Dukungan sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian Baby Blues Syndrome pada ibu post partum. Peningkatan dukungan sosial dari suami dan keluarga sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan gangguan psikologis pascapersalinan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afrina, I. R., & Rukiah, N. (2024). Hubungan tingkat kelelahan dan dukungan sosial suami dengan baby blues maternal pada ibu pasca melahirkan di Bogor Selatan. Jurnal Sains dan Teknologi, 6(1), 3317–3325. https://doi.org/10.55338/saintek.v6i1.3317

Astri, R., Fatmawati, A., & Gartika, G. (2024). Dukungan sosial pada ibu postpartum primipara terhadap kejadian postpartum blues. Jurnal Kesehatan Perintis, 7(1), 1–8. https://doi.org/10.33653/jkp.v7i1.417

Dennis, C. L., & Dowswell, T. (2018). Psychosocial and psychological interventions for preventing postpartum depression. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2018(4), CD001134. https://doi.org/10.1002/14651858.CD001134.pub4

Dewi, A. P. S. (2023). Family support for postpartum blues. SURYA: Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan, 14(3), 553–560. https://doi.org/10.38040/js.v14i3.553

Gondo, H. K. (2024). Skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) pada postpartum blues. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, 1(2), 38–45. https://doi.org/10.30742/jikw.v1i2.38

Ntaouti E., Gonidakis F., et al. Maternity blues: risk factors in Greek population and validity of Kennerley & Gath's Blues Questionnaire. J Matern Fetal Neonatal Med. (e-pub 2018; pub 2020). PubMed

O’Hara, M. W., & McCabe, J. E. (2020). Postpartum depression: Current status and future directions. Annual Review of Clinical Psychology, 16, 379–407. https://doi.org/10.1146/annurev-clinpsy-050718-095517

Pasha, A. S., Khalik, P., Pratiwi, S., Muslim, R., Syahida, I. Z., & Sari, L. (2023). Hubungan dukungan sosial dengan postpartum blues pada ibu pasca melahirkan di Sumatera Barat. Psikopedia, 4(4), 7595–7603. https://doi.org/10.53682/pj.v4i4.7595

Rachmadanti, T., & Margo, E. (2024). Hubungan dukungan sosial dan nyeri melahirkan dengan risiko baby blues pada ibu bersalin usia dini. Jurnal Kedokteran Meditek, 30(3), 157–163. https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v30i3.3256

Rezaie-Keikhaie K, Arbabshastan ME, Rafiemanesh H, Amirshahi M, Ostadkelayeh SM, Arbabisarjou A. Systematic Review and Meta-Analysis of the Prevalence of the Maternity Blues in the Postpartum Period. J Obstet Gynecol Neonatal Nurs. 2020;49(2):127–136. doi:10.1016/j.jogn.2020.01.001. PubMed

Siallagan, A., Saragih, H., Rante, E., & Desri, R. (2023). Hubungan dukungan keluarga dengan kejadian baby blues pada ibu postpartum. Jumantik: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(4), 117–124. https://doi.org/10.30829/jumantik.v7i4.11746

Stapleton, L. R. T., Schetter, C. D., & Westling, E. (2020). Social support, stress, and postpartum depression. Journal of Affective Disorders, 264, 21–28. https://doi.org/10.1016/j.jad.2019.11.046

Tosto, V., et al. (2023). Maternity blues: A narrative review. Diagnostics, 13(1), 154. https://doi.org/10.3390/diagnostics13010154

World Health Organization. (2022). Guide for integration of perinatal mental health in maternal and child health services. World Health Organization.

Zanardo V, et al. Maternity blues: a risk factor for anhedonia, anxiety, and depression components of Edinburgh Postnatal Depression Scale. (Studi kohort, validasi maternity blues scale). 2019/2020. PubMed

Downloads

Published

2024-05-31