JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat <p>Jurnal ini melingkupi publikasi penelitian yang berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Efek Toksik dari Pencemaran Lingkungan terhadap Kesehatan Manusia dan Lingkungan, Teknologi Pengelolaan Lingkungan &amp; Kebijakan di Bidang Kesehatan Lingkungan.</p> en-US ojs.usmindonesia19@gmail.com (Juneris Aritonang, M.Keb) ojs.usmindonesia19@gmail.com (Muh. Rasyid Ridlo, M.I.Kom) Thu, 11 Dec 2025 12:47:14 +0700 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU VULVA HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/6453 <p><strong>Latar belakang</strong>: <em>Vulva hygiene </em>selama menstruasi merupakan bagian penting dari perawatan diri remaja putri untuk menghindari infeksi dan menjaga kesehatan reproduksi. Secara global, praktik kebersihan menstruasi yang tidak memadai masih menjadi persoalan, termasuk di Indonesia yang mencatat angka praktik buruk sekitar 55%. Dukungan keluarga berperan penting sebagai faktor penguat dalam membentuk perilaku kesehatan remaja.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Mengetahui keterkaitan antara dukungan keluarga dengan perilaku menjaga <em>vulva hygiene </em>saat menstruasi pada remaja putri.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, melibatkan 72 siswi MTS As’adiyah No. 8 Kampiri sebagai responden melalui metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis dilakukan menggunakan uji <em>Continuity Correction</em>.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Sebanyak 50% remaja memperoleh dukungan keluarga yang baik, namun 51,4% menunjukkan perilaku <em>vulva hygiene </em>yang kurang. Uji statistik memperoleh nilai p = 0,005 yang menunjukkan hubungan signifikan.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Dukungan keluarga terbukti berhubungan dengan perilaku <em>vulva hygiene </em>saat menstruasi. Keluarga yang memberikan dukungan optimal dapat membantu membentuk perilaku kebersihan menstruasi yang lebih baik</p> Eka Hardianti Arafah, Barangkau, Nuryuliantika Copyright (c) 2025 Eka Hardianti Arafah, Barangkau, Nuryuliantika https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/6453 Fri, 12 Dec 2025 00:00:00 +0700 TRANSFORMASI LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR: STUDI KASUS PELATIHAN DI DESA KARANGLANGIT KABUPATEN LAMONGAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/6421 <p><strong>Latar belakang</strong>: Pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya limbah organik, menjadi salah satu isu penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pengolahan limbah menjadi pupuk organik cair (POC) merupakan solusi ramah lingkungan yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga untuk mengurangi volume sampah dan meningkatkan nilai ekonominya. Namun, pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan POC masih terbatas, sehingga diperlukan kegiatan pelatihan berbasis partisipatif untuk meningkatkan kapasitas tersebut</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) terhadap peningkatan pengetahuan dan pemahaman anggota PKK Desa Karanglangit, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian menggunakan desain <em>pre-experimental one-group pretest-posttest</em> dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sebanyak 24 peserta mengikuti pelatihan yang mencakup penyampaian materi, demonstrasi praktik pembuatan POC menggunakan bahan limbah rumah tangga, dan evaluasi <em>pre-test</em> serta <em>post-test</em>. Data dianalisis menggunakan <em>uji Paired Sample T-Test</em> melalui perangkat lunak SPSS untuk menilai perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 80,00 pada <em>pre-test</em> menjadi 91,25 pada <em>post-test</em>, dengan selisih peningkatan sebesar 11,25 poin. Hasil uji <em>Paired Sample T-Test</em> menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p = 0,000; p &lt; 0,05), yang berarti pelatihan efektif meningkatkan pengetahuan peserta terhadap pengolahan limbah organik menjadi POC.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Pelatihan berbasis praktik langsung terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Kegiatan ini memiliki implikasi positif bagi program pengabdian masyarakat dalam mendorong pengelolaan lingkungan berbasis komunitas dan penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa.</p> Mimatun Nasihah, Nur Lathifa Syakbana, Eko Sulistiono, Gading Wilda Aniriani Copyright (c) 2025 Mimatun Nasihah, Nur Lathifa Syakbana, Eko Sulistiono, Gading Wilda Aniriani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/6421 Tue, 16 Dec 2025 00:00:00 +0700 ANALISIS HUBUNGAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT, ORGANIZATIONAL TRUST, DAN WORK ENVIRONMENT TERHADAP KINERJA PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS SEKUPANG BATAM https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/6577 <p><strong>Latar belakang</strong>: Indonesia merupakan negara <em>high burden countries </em>penyumbang Tuberkulosis kedua setelah India, Belum tercapainya <em>indicator success rate </em>(SR) menjadi tanggungjawab besar tim pelaksana program. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian indikator faktor organisasi, petugas, lingkungan, dan manajemen program TB.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: mengetahui pengaruh <em>perceived organizational support</em>, <em>organizational trust </em>dan <em>work environment </em>terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam.</p> <p><strong>Metode</strong>: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan <em>cross sectional. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas kesehatan di Puskesmas Sekupang Batam yang berjumlah 63 orang. Penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan <em>total sampling </em>sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 sampel. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Terdapat hubungan <em>perceived organizational support, organizational trust </em>dan <em>work environment </em>terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam. Variabel yang paling berhubungan terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam <em>work environment </em>(X3)..</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan <em>perceived organizational support, organizational trust </em>dan <em>work environment </em>terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam</p> Alma Pradifta, Jenny Marlindawani, Mido Ester J. Sitorus, Kesaktian Manurung , Rinawati Sembiring Copyright (c) 2025 Alma Pradifta, Jenny Marlindawani, Mido Ester J. Sitorus, Kesaktian Manurung , Rinawati Sembiring https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/6577 Fri, 19 Dec 2025 00:00:00 +0700 GAMBARAN HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN JAJANAN KANTIN SEKOLAH DI KELURAHAN SEI GLUGUR, KECAMATAN PANCUR BATU https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/6469 <p><strong>Latar belakang</strong>: Makanan jajanan di lingkungan sekolah perlu mendapat perhatian khusus karena siswa sekolah dasar umumnya masih memiliki pengetahuan yang terbatas tentang keamanan pangan. Pada 19 Maret 2020, sebanyak 32 anak di Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, mengalami keracunan setelah mengonsumsi jajanan sekolah. Kasus ini diduga terjadi akibat konsumsi bakso bakar.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Oleh karena itu, diperlukan perhatian yang lebih besar pada prosedur kebersihan dan sanitasi makanan jajanan di kantin sekolah dasar di Kelurahan Sei Glulur Kecamatan Pancur Batu.</p> <p><strong>Metode</strong>: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah kantin sekolah yang ada di Kelurahan Sei Glugur Kecamatan Pancur Batu yaitu ada lima sekolah dasar</p> <p><strong>Hasil</strong>: pemilihan bahan makanan mayoritas memenuhi syarat yaitu 3 orang (60,0%), penyimpanan bahan makanan mayoritas memenuhi syarat yaitu 3 orang (60,0%), pengolahan makanan mayoritas memenuhi syarat yaitu 3 orang (60,0%), penyimpanan makanan jadi/masak mayoritas tidak memenuhi syarat yaitu 4 orang (80,0%), pengangkutan makanan mayoritas tidak memenuhi syarat yaitu 3 orang (60,0%). penyajian makanan mayoritas tidak memenuhi syarat yaitu 4 orang (80,0%)</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>secara kelseluruhan Hygiene dan sanitasi makanan jajanan kantin mayoritas memenuhi syarat. Pihak sekolah hendaknya membuat peraturan yang mengatur tentang praktik higiene dan sanitasi bagi para penjaja makanan di kantin.</p> Sri Wahyuni, Martalena Br. S. Kembaren, Wiwin Wisantri Siregar Copyright (c) 2025 sri wahyuni, Martalena Br. S. Kembaren, Wiwin Wisantri Siregar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/6469 Fri, 19 Dec 2025 00:00:00 +0700 GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD DR SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI JAWA TENGAH https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/6547 <p><strong>Latar belakang</strong>: Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang terus meningkat jumlah penderitanya dan membutuhkan terapi jangka panjang. Di Kabupaten Wonogiri sendiri terdapat 17.590 penderita DM, namun ketidakpatuhan minum obat masih menjadi penyebab kegagalan pengendalian glukosa darah. Ketidakpatuhan berdampak pada komplikasi serius seperti kerusakan organ, penurunan kualitas hidup, serta peningkatan beban layanan kesehatan.</p> <p><strong>Tujuan</strong>:Mengetahui karakteristik pasien dan tingkat kepatuhan minum obat pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri</p> <p><strong>Metode</strong>:Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan <em>porposive sampling</em>.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Berdasarkan karakterisrik hasil penelitian di Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, mayoritas pasien diabetes mellitus tipe 2 adalah perempuan sebanyak 92%. Usia paling banyak yaitu 55-64 tahun sebanyak 48%. Pendidikan terakhir SMA sebanyak 41%. Sejumlah 64% dengan pekerjaan lain-lain dan menderita diabetes kurang dari lima tahun sebanyak 53%. Berdasarkan Tingkat kepatuhan minum obat pasien didominasi oleh kategori sedang sebanyak 63%, sedangkan kepatuhan tinggi hanya ditemukan pada 37% pasien.</p> Tarisca Dhea Mahardika, Retnowati Adiningsih, Anita Mursiany Copyright (c) 2025 Tarisca Dhea Mahardika, Retnowati Adiningsih, Anita Mursiany https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/6547 Fri, 19 Dec 2025 00:00:00 +0700 EVALUASI PROGRAM DASHAT BERBASIS INPUT–PROSES–OUTPUT–OUTCOME (IPOO) DI KELURAHAN MEDAN SUNGGAL TAHUN 2024 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/6696 <p><strong>Latar belakang:</strong> Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) merupakan program unggulan BKKBN yang bertujuan menurunkan angka stunting melalui pemanfaatan pangan lokal yang sehat, lezat, bergizi, dan modern, serta kegiatan pengolahan pangan secara teoritis dan praktis.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> mengevaluasi pelaksanaan Program DASHAT di Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, tahun 2024. <strong>Metode:</strong> kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri dari Lurah, Penanggung Jawab Program, Ketua Kampung, Koordinator KB, Kader DASHAT, serta ibu yang memiliki balita stunting. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.</p> <p><strong>Hasil</strong>: penelitian menunjukkan bahwa pada aspek <em>input</em>, sumber daya manusia telah memadai, dukungan dana cukup untuk pengadaan bahan pangan bergizi, dan sarana prasarana mendukung pelaksanaan program. Pada aspek <em>process</em>, kegiatan berjalan baik, ditandai dengan perencanaan yang tersusun dengan jelas, pengorganisasian sesuai tugas dan fungsi, serta pelaksanaan program yang meliputi pemantauan pertumbuhan, penyuluhan gizi, dan pengolahan pangan DASHAT. Evaluasi dan pengawasan juga berjalan optimal melalui pemantauan BKKBN via platform Kampung KB. Pada aspek <em>output</em>, capaian program sesuai target yang ditetapkan. Sementara pada aspek <em>outcome</em>, terjadi penurunan jumlah balita stunting dari 7 menjadi 3 balita.</p> <p><strong>Saran:</strong> agar tenaga kesehatan terus memberdayakan kader posyandu melalui penyuluhan dan pendampingan intervensi gizi berbasis masyarakat secara berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi antara kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah kelurahan dalam upaya percepatan penurunan stunting</p> Ester Saripati Harianja, Vero Tiar Mauli Sidabutar, Mestika Lumbantoruan, Grace Christine Malau Copyright (c) 2025 Ester Saripati Harianja, Vero Tiar Mauli Sidabutar, Mestika Lumbantoruan, Grace Christine Malau https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat/article/view/6696 Wed, 07 Jan 2026 00:00:00 +0700