JURNAL HEALTH REPRODUCTIVE
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JRH
<p>Jurnal Health Reproductive Journal merupakan salah satu wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk menulis artikel-artikel hasil penelitian yang dikelolah oleh D3 Kebidanan USM-Indonesia. Journal ini berisikan artikel terkait tentang kesehatan reproduksi perempuan sepanjang siklus kehidupan dengan kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. <strong>ISSN 2528-1585 (media online)</strong><strong>.</strong></p>UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIAen-USJURNAL HEALTH REPRODUCTIVE2528-1585HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN MENARCHE PADA SISWI DI SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN KABUPATEN SAMOSIR
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JRH/article/view/5538
<p><strong>Latar belakang: </strong>Kejadian <em>menarche</em> pada remaja putri menunjukkan adanya perubahan usia yang signifikan dari tahun ke tahun baik secara global maupun di Indonesia. Di Indonesia sendiri tahun 1970-an usia rata-rata remaja yang mengalami menarche berkisar 14-15 tahun, 1980-1990an turun menjadi 13-14 tahun, memasuki tahun 2000-an usia rata-rata menarche berkisar 12 tahun dan hingga kini menjadi 11-13 tahun. Perbedaan usia merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan dan pemahaman seseorang akan sesuatu hal.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan Kesiapan Menarche pada Siswi di SMP Negeri 1 Nainggolan Kabupaten Samosir. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu semua siswi kelas 7 SMP N 1 Nainggolan berjumlah 42 orang.</p> <p><strong>Metode: </strong>Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pengelolahan data dengan <em>Chi Square </em>diperoleh <em>p-value = 0,003I </em>yang berarti adanya hubungan pengetahuan dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi kelas 7 di SMP N 1 Nainggolan kabupaten Samosir.</p> <p><strong>Hasil: </strong>diharapkan ibu mampu melakukan pendekatan dan memberikan kebutuhan saat anak menghadapi<em> menarche</em>, juga guru sekolah kiranya dapat memberikan ilmu pengetahuan dan pendidikan kesehatan untuk mempersiapkan remaja perempuan dalam menghadapi <em>menarche.</em></p> <p><strong>Kesimpulan</strong> hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kesiapan remaja perempuan menghadapi menarche. Semakin baik pengetahuan terhadap menstruasi maka semakin siap mereka menghadapi menarche dan menstuasi.</p>Christina Roos EttyElsarika DamanikJulia Mahdalena SiahaanErvina Helen Sinurat
Copyright (c) 2024
2024-12-232024-12-2392515910.51544/jrh.v9i2.5538PENGARUH KOMBINASI RELAKSASI NAFAS DALAM DENGAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I DI PMB RONNI SIREGAR
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JRH/article/view/5672
<p><em>Persalinan normal merupakan proses pengeluaran janin dan plasenta yang terjadi pada usia kehamilan aterm secara spontan tanpa adanya komplikasi yang diiringi dengan nyeri persalinan yang fisiologis. Nyeri persalinan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu dan janin, sepertinya peningkatan intensitas nyeri, partus macet/lama, distress pada janin yang berujung pada asfiksia janin, perdarahan dan kematian ibu dan bayi. Relaksasi nafas dalam merupakan salah satu metode nonfarmakologi yang dapat mengurangi nyeri persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas relaksasi nafas dalam terhadap skala nyeri kala I fase aktif di PMB Ronni Siregar. Jenis dan design pada penelitian ini adalah pre eksperimental dengan one grup pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 17 responden ibu bersalin primigravida. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji wilcoxon dikarenakan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas nyeri responden pada kelompok sebelum diberikan perlakuan rata rata 8,33 dan sesudah diberika perlakuan rata rata 4,92. Hasil analisis data diperoleh significancy p-value 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap skala nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di PMB Ronni Siregar.</em></p>Dian Adriyani SiregarJuneris AritonangSharfina Haslin
Copyright (c) 2025
2025-01-062025-01-0692606910.51544/jrh.v9i2.5672PENGARUH PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA PAKKAT TORUAN
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JRH/article/view/5720
<p><em>Kekurangan gizi kronis yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada anak-anak merupakan masalah yang signifikan dalam bidang kesehatan masyarakat. Prevalensi stunting bervariasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan, yang mencerminkan kesenjangan dalam akses terhadap nutrisi, layanan kesehatan, dan faktor sosial ekonomi lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengolahan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Pakkat Toruan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain crossectional. Subjek pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita yang bertempat tinggal di Desa Pakkat Toruan Kecamatan Doloksanggul sebanyak 60 ibu. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan Tingkat kepercayaan (α=0,05). Hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengolahan sampah dengan kejadian stunting (p-value=0,000). Untuk mengurangi risiko terjadinya stunting, disaran kepada masyarakat untuk memisahkan sampah antara sampah organik dan sampah anorganik. Dan disetiap rumah harus memiliki tempat sampah yang kuat, kedap air dan memiliki tutup. Untuk mengurangi penumpukan sampah, sebaiknya sampah anorganik diolah menjadi barang yang memiliki fungsi dan sampah organik diolah menjadi pupuk/kompos yang dibutuhkan untuk tanaman. </em></p>Debora SimamoraFransiska Debataraja Nova Sontry Node SiregarDewi Ayu Lestari Hutagaol
Copyright (c) 2025
2025-02-122025-02-1292707610.51544/jrh.v9i2.5720PENGARUH TERAPI BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L) TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH BAYI SETELAH IMUNISASI DPT 1 (Difteri, Pertusis, Tetanus) DI PMB RONNI NAUDUR SIREGAR DELI SERDANG
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JRH/article/view/5692
<p><strong>Latar belakang</strong>: Bayi yang telah di berikan imunisasi salah satunya adalah <em>Diphtheria Pertusis Tetatus </em>(DPT) yang memiliki efek samping diantaranya yaitu naiknya suhu tubuh bayi dari normal. Demam dapat di tangani secara medis dan non medis yaitu dengan cara mengompres bawang merah kepada bayi.</p> <p><strong>Tujuan</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi Pengaruh Terapi Bawang Merah (<em>Allium Ascalonicum L</em>) Terhadap Penurunn Suhu Tubuh Bayi yang mengalami kenaikan setelah Imunisasi DPT 1 (<em>Difteri, Pertusis, Tetanus</em>) Di PMB Ronni Naudur Siregar Deli Serdang</p> <p><strong>Metode</strong>: Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah <em>Pre-eksperimental</em> dengan pendekatan <em>one group pretest-posttest design</em>, memakai teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em> dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 10 bayi yang sudah di imunisasi dengan cara pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data penelitian menggunakan uji <em>paired t test</em></p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suhu tubuh yang sebelum diberikan perlakuan 37,750 dan setelah diberikan perlakuan rata-rata 37,411. Hasil analisis data diperoleh nilai p-<em>value</em>=0,000 (p<0,05)</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: kesimpulan yang bisa di ambil dari penelitian ini yaitu diharapkan seorang bidan ataupun ibu dari si bayi dan balita tersebut dapat memberikan asuhan yang tepat pada bayi yang mengalami kenaikan suhu pada tubuhnya setelah imunisasi DPT-HB-HIb dengan cara mengompres bawang merah agar dapat menurunkan suhu tubuh pada bayi.</p>Eva Hotmaria SimanjuntakSuci Nanda Resti TariganFriska Margareth Parapat
Copyright (c) 2025
2025-02-112025-02-1192778510.51544/jrh.v9i2.5692PENGARUH PEMBERIAN JAHE MERAH TERHADAP PENCEGAHAN HIPER EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JRH/article/view/5809
<p><strong>Latar belakang</strong>: Emesis gravidarum adalah suatu keadaan yang biasa timbul di trimester pertama kehamilan, di mana ada 60-80% wanita hamil pada kehamilan pertama (primigravida) dan 40-60% pada kehamilan berikutnya (multigravida) mengalaminya. Keadaan tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup ibu hamil dan berpotensi menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan “untuk mengkaji pengaruh pemberian permen jahe (Zingiber officinale) terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi, Cianjur.”</p> <p><strong>Metode:</strong> Studi ini menggunakan desain Quasi Eksperimental melalui pendekatan <em>Post-test Only Control Group Design</em>. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 62 ibu hamil yang dipisah ke dalam dua kelompok, yakni intervensi (n=31) dan kontrol (n=31). Kelompok intervensi diberikan permen jahe untuk dikonsumsi dua kali sehari dalam kurun waktu 7 hari, dan kelompok kontrol diberikan permen gula. Pengukuran hasil dilakukan dengan menggunakan kuesioner PUQE-24 untuk menilai frekuensi dan tingkat keparahan gejala <em>emesis gravidarum</em> pada ibu hamil.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Di kelompok intervensi, 54,8% responden tidak menjumpai mual muntah sesudah mengonsumsi permen jahe, sedangkan pada kelompok kontrol 74,2% masih mengalami emesis ringan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p value=0,000).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Temuan studi menjabarkan bahwa pemberian permen jahe terbukti efektif untuk meminimalisir frekuensi <em>emesis gravidarum</em>. Temuan ini dapat diimplementasikan sebagai terapi komplementer yang aman dan mudah diakses dalam asuhan antenatal.</p>Yeti HernawatiLina HerlinaEli Sumiati
Copyright (c) 2024
2025-02-262025-02-2692869410.51544/jrh.v9i2.5809