PENGARUH EDUKASI MEDIA AUDIO VISUAL AIDS (AVA) TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING PADA BALITA DI PMB RONNI SIREGAR
DOI:
https://doi.org/10.51544/jrh.v10i2.6704Keywords:
Audiovisual Aids, Edukasi, pencegahan StuntingAbstract
Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi yang masih banyak dialami oleh balita di seluruh dunia akibat kekurangan gizi, terutama pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan. Upaya pencegahan stunting sangat dipengaruhi oleh keberhasilan edukasi gizi. Keberhasilan edukasi tersebut sangat bergantung pada media yang digunakan. Pendidikan kesehatan tidak cukup hanya melalui informasi tertulis atau ceramah, tetapi memerlukan metode dan media yang tepat agar pengetahuan masyarakat dapat meningkat secara optimal.
Tujuan: menganalisis efektifitas edukasi stunting menggunakan audia visual aids terhadap pengetahuan ibu tentang stunting di PMB Ronni Siregar.
Metode: penelitian kuantitatif dalam desain Quasi Experiment. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita 0-59 bulan tidak stunting di PMB Ronni Siregar sebanyak 56 ibu yang tidak memiliki balita stunting sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisa dengan menggunakan uji Mc. Nemar.
Hasil: menunjukkan p-value 0,00 terdapat pengaruh signifikan pemberian edukasi stunting menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan ibu tentang stunting.
Kesimpulan: Di harapkan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di PMB Ronni Siregar memberikan pelayanan yang baik bagi pengguna pelayanan kebidanan khususnya dalam memberikan promosi kesehatan/ informasi yang berhubungan stunting dengan media yang menarik yang meliputi pencegahan, deteksi dini hingga pada penanganan kasus stunting sehingga kasus stunting dapat dicegah dan ditangani.
Downloads
References
Aridiyah, F. O., Rohmawati, N. And Ririanty, M. (201). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan ( The Factors Affecting Stunting on Toddlers in Rural and Urban Areas ).
Arista Eka, (2019)Ilmu Kesehatan Masyarakat Untuk Kebidanan Holistik (Integrasi Cmmunity Oriented Ke Family Oriented), Cetakan Pertama, Yogyakarta: Nuha Medika‟.
BAPPENAS. (2018). Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi 2011-2015. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). Jakarta: 10.
Delmi Sulastri. 2017. Faktor Determinan Kejadian Stunting Pada Anak Usia Sekolah Di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas: Padang.
Depkes RI. (2018). “Orang Tua Kunci Utama Tumbuh Kembang Anak.
Dewi, (2018) Buku Ajar Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Nuhu Medika. Fikawati, S., dkk. (2017). Gizi Anak dan Remaja. Depok: PT Rajagrafindo Persada.
Irawati,(2018). ada apa dengan 1000 hari Pertama Kehidupan Sang anak. 2 Mei 2018.https://www.tanyadok.com/artik elkesehatan/ada-apa-dengan- 1000-haripertama-kehidupansang-anak.
Israwati, (2018) „Implementasi Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Kabupaten Pasaman Nefy et al., Media Gizi Indonesia. 2019.14(2): 186–196‟.
Jujun S.(2019)‟Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Popoler (Jakarta: Sinar Harapan, 2009)”
Junaid, Laila, D. & Zainuddin, A. (2018). Hubungan Antara Pengetahuan Ibu dan Pola Makan Terhadap Status Gizi Lebih pada Balita di wilayah Kerja Puskesmas Mokoau Kota Kendari Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat.
Kemenkes RI. (2016) „Situasi Balita Pendek. 2016. Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI‟. Kementerian Kesehatan RI (2018). „Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018: Status Gizi Anak Balita. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018‟.
Kullu dkk(2017) Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan 2017. Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. 2018.
Laelatul (2018). Hubungan Perilaku Ibu Dalam Pemenuhan Gizi Pada Anak 1000 Hari Pertama Kehidupan/ Golden Period Dengan Status Gizi Balita di Desa Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Tahun 2018, Health Sciences Journal, Vol. 09 No. 01, Juni 2018‟.
Langi, G. K. L. et al. (2019) „Pengetahuan Ibu Dan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 2-5 Tahun‟, 11(1), pp. 17–22.
Larasati, N. N. (2018) „Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 bulan di Posyandu Wilayah Puskesmas Wonosari II Tahun 2017‟, Skripsi, pp. 1–104.
Menko Kesra. (2019). „Kerangka Kebijakan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK)‟.
Mubasyiroh, L. and Aya, Z. C. (2018)Hubungan Perilaku Ibu Dalam Pemenuhan Gizi Pada Anak 1000 Hari Pertama Kehidupan/ Golden Period Dengan Status Gizi Balita di Desa Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Tahun 2018‟, Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 9(1), pp. 18–27. doi: 10.34305/jikbh.v9i1.58.
Muninjaya. (2016). Manajemen kesehatan.Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC: 220-234.
Muliarini, P. (2016). „Pola Makanan dan Gaya Hidup Sehat Selama Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika‟.
Mulyati, (2017) Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian underweight pada balita (24-59 bulan) di Nagroe Aceh Darussalam (NAD). Jurnal penelitian Gizi dan Makanan.Volume 31 No.1.Juni 20017:21-35. Bogor:Puslitbang Gizi.
Nadia. (2018). „Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 Bulan di Posyandu Wilayah Puskesmas Wonosari II Tahun 2018‟.
Notoatmodjo S. (2017) . Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Numaliza, N. and Herlina, S. (2018) „Hubungan Pengetahuan dan Pendidikan Ibu terhadap Status Gizi Balita‟, KESMARS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit, 1(1), pp. 44– 48.doi:10.31539/kesmars.v1i1.171.
Nurkarimah, (2018) „Hubungan durasi pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting pada anak. JOM FKp, Vol. 5 No. 2 (Juli-Desember) 2018‟.
Putri DS, Sukandar D. 2017. Keadaan rumah, kebiasaan makan, status gizi, dan status kesehatan balita di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. J Gizi Pangan 7(3):163- 168.
Pusdatin, (2016) Situasi Gizi Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan Indonesia.
iskesdas (2018). „Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 : Status Gizi Anak Balita. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018‟.
Rahayu A, (2016). Risiko pendidikan ibu terhadap kejadian stunting pada anak 6-23 bulan. Panel Gizi Makan; 2014, 37 (2): 129-136.
Sri Astuti, (2018). Hubungan Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting Dengan Karakteristik Ibu dan Sumber Informasi di Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang.
Setiawan, E. and Machmud, R. (2018)„Artikel Penelitian Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018‟, 7(2), pp. 275–284.
Trihono, dkk (2017). Pendek (stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. Badan Penelitian dan pengembangan Kesehatan. Jakarta : 23-37.
Taufiqurrahman, Hadi H, Julia M, Herman (2017). Defisiensi Vitamin A dan Zinc Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Stunting Pada Balita Di NTT. Media Peneliti dan Pengembangan Kesehatan. XIX : 84 – 94.
United Nations Children‟s Fund (UNICEF) Indonesia. (2020). „Ringkasan Kajian: Gizi Ibu dan Anak‟.









.png)