JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMKM
<p style="text-align: justify;">Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang dipublikasikan oleh Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia sejak 8 Juni 2016 dengan SK no. 0005.25278185/JI.3.1/SK.ISSN/2016.06. Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat dipublikasikan dua kali dalam setahun yakni di bulan Juni dan Desember.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>ISSN: 2527-8185 (media online).</strong></p>Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesiaen-USJURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT2527-8185HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA: STUDI CROSS-SECTIONAL DI SMA X PONTIANAK SELATAN
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMKM/article/view/6440
<p><strong>Latar belakang</strong>: Usia remaja selalu menjadi tahap transisi yang kompleks dan krusial, dicirikan dengan perkembangan sosial, biologis, dan psikologis. Pada periode ini, rasa ingin tahu terhadap seksualitas meningkat, sementara kontrol diri dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi kerap kali masih kurang. Kondisi tersebut turut memicu meningkatnya kecenderungan perilaku seksual berisiko dan kasus kehamilan pada remaja, khususnya di Provinsi Kalimantan Barat.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: untuk menelaah keterkaitan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku seksual pada siswa SMA X yang berlokasi di Pontianak Selatan.</p> <p><strong>Metode</strong>: Studi ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (<em>cross-sectional</em>). Sebanyak 94 responden dipilih menggunakan metode consecutive non-random sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah tervalidasi digunakan untuk pengumpulan data, kemudian analisis dilakukan dengan uji <em>Chi-square</em> menggunakan taraf signifikansi <em>p</em> < 0,05.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Ditemukan bahwa tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku seksual (p = 0,747; OR = 0,8). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan perilaku seksual remaja (p = 0,000; OR = 4,6), dimana responden dengan sikap positif kemungkinan berperilaku seksual aman yang lebih besar 4,6 kali dibandingkan dengan mereka yang bersikap negatif.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku seksual. Namun, sikap memiliki hubungan yang signifikan lebih besar terhadap perilaku seksual remaja.</p>Chairun Nisa SavitryTriyana Sari
Copyright (c) 2025 Chairun Nisa Savitry, Triyana Sari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-082025-12-081029510410.51544/jmkm.v10i2.6440PARENTAL EDUCATION PROGRAM ON CHILDHOOD ATOPIC DERMATITIS: A SCOPING REVIEW
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMKM/article/view/6444
<p>Dermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis pruritus yang menimbulkan beban psikososial signifikan pada anak-anak dan keluarga, serta menurunkan kualitas hidup. Meskipun prevalensinya meningkat, belum ada tinjauan menyeluruh yang mengeksplorasi ruang lingkup literatur tentang dampak program pendidikan orang tua pada DA anak. Scoping review ini bertujuan untuk merinci dan merangkum temuan utama dari literatur tentang program pendidikan orang tua untuk DA anak, dengan fokus pada bagaimana program tersebut diimplementasikan dan manfaatnya. Scoping review ini mengikuti Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis Protocols (PRISMA-ScR) serta metodologi Joanna Briggs Institute (JBI) 2020. Pencarian literatur dilakukan di database PubMed dan Wiley dari tahun 2013 hingga 2023 menggunakan istilah pencarian Boolean seperti ("Atopic dermatitis" OR "Atopic eczema") AND parent* AND ("Parental Education"). Kriteria inklusi mencakup uji coba terkontrol acak (RCT) yang melibatkan orang tua anak dengan DA. Ekstraksi dan analisis data melibatkan sintesis tematik dari studi yang termasuk. Dari 263 artikel yang diidentifikasi, tiga RCT memenuhi kriteria kelayakan. Program pendidikan orang tua umumnya menggabungkan informasi tertulis, ceramah, sesi praktik, dan diskusi kelompok. Manfaatnya meliputi peningkatan pengetahuan, penurunan keparahan penyakit (misalnya, skor SCORAD yang lebih rendah), peningkatan kualitas hidup, serta pengelolaan gejala seperti pruritus dan gangguan tidur yang lebih baik. Program pendidikan orang tua untuk DA menawarkan berbagai pendekatan dan manfaat signifikan, mendukung hasil klinis yang lebih baik dan kesejahteraan keluarga. Temuan ini menyiratkan perlunya implementasi program tersebut di masyarakat untuk memberdayakan orang tua dalam mengelola DA anak, berpotensi mengurangi beban kesehatan dan meningkatkan kesehatan anak jangka panjang.</p>Balqis WasliatiNadia WasliatiWardah Wasliati
Copyright (c) 2025 Balqis Wasliati, Nadia Wasliati, Wardah Wasliati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-122025-12-1210210511410.51544/jmkm.v10i2.6444GRAFIK RECEIVER OPERATING CURVE (ROC) UNTUK UJI SENSITIVITAS DAN SPESIFISITAS SKOR RISIKO CEDERA REMAJA DI KOTA PALANGKA RAYA
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMKM/article/view/6425
<p><strong>Latar belakang</strong>: Cedera pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena berdampak terhadap morbiditas, disabilitas, dan beban sosial-ekonomi keluarga. Diperlukan alat skrining yang valid dan efisien untuk mendeteksi remaja berisiko cedera sejak dini.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan menilai sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi skor risiko cedera pada remaja di Kota Palangka Raya menggunakan analisis <em>Receiver Operating Characteristic</em> (ROC).</p> <p><strong>Metode</strong>: Desain penelitian adalah <em>cross-sectional</em> dengan melibatkan 265 remaja usia 15–24 tahun dari lima SMA negeri dan komunitas remaja kota Palangka Raya tahun 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup skor kesehatan mental emosional, penggunaan helm, konsumsi alkohol, domisili, dan jenis kelamin, serta dikonfirmasi dengan pemeriksaan fisik dan radiologis sebagai <em>gold standard</em>.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil menunjukkan nilai <em>Area Under the Curve</em> (AUC) sebesar 0,714 (CI95% 0,623–0,805; p<0,001), menandakan akurasi sedang-baik. Nilai sensitivitas sebesar 56,8% dan spesifisitas 82,0% diperoleh pada titik potong optimal 13,47.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Skor risiko cedera memiliki kemampuan diskriminatif yang cukup baik untuk mengidentifikasi remaja berisiko, namun peningkatan sensitivitas diperlukan agar lebih efektif sebagai alat skrining awal di masyarakat.</p>Irene FebrianiDestinady K. MidenItma Annah
Copyright (c) 2025 Irene Febriani, Destinady K. Miden, Itma Annah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-152025-12-1510211512510.51544/jmkm.v10i2.6425UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA ALIRAN SUNGAI PALU AKIBAT BUANGAN SAMPAH RUMAH TANGGA
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMKM/article/view/6563
<p><strong>Latar belakang</strong>: Sungai Palu memiliki aliran sungai yang mengaliri sekitar 20 kelurahan yang ada di Kota Palu, salah satunya adalah Kelurahan Tatura Utara. Banyaknya volume buangan sampah rumah tangga yang terdapat di aliran Sungai Palu, menyebabkan penurunan kualitas air serta dapat membuat air meluap yang menyebabkan terjadinya banjir.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Untuk menjelaskan dampak buangan sampah rumah tangga pada aliran sungai sebagai upaya melindungi kelestarian lingkungan khususnya pada aliran Sungai Palu.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk menggambarkan dan memahami fenomena yang terjadi secara mendalam berdasarkan pengalaman nyata subjek penelitian</p> <p><strong>Hasil</strong>: Ditemukan pemeliharaan lingkungan di sekitar area aliran Sungai Palu sudah cukup efektif, karena Pemerintah Kota Palu telah membuat Tempat Sampah Sementara (TPS) di sekitar area sungai, Pembuatan Tanggul Sungai yang berfungsi mencegah air yang meluap/banjir naik ke permukiman masyarakat, serta pembuatan spanduk peringatan mengenai sanksi/denda bagi siapa saja yang melakukan pembuangan sampah di sekitar area aliran sungai. Partisipasi masyarakat di Kelurahan Tatura Utara adalah dengan melakukan kegiatan kerja bakti secara gotong royong di sekitar aliran sungai, kegiatan ini di agendakan rutin selama sebulan sekali.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya pengelolaan lingkungan di sekitar aliran Sungai Palu telah dilaksanakan dengan baik. Hal ini ditunjukkan oleh peran aktif Pemerintah Kelurahan Tatura Utara yang telah memfasilitasi berbagai program dan kegiatan pengelolaan lingkungan, baik melalui penyediaan sarana dan prasarana, maupun dukungan kebijakan yang mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sungai.</p>Fadel Banna Palita
Copyright (c) 2025 Fadel Banna Palita
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-162025-12-1610212613610.51544/jmkm.v10i2.6563FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI INDONESIA TAHUN 2023
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMKM/article/view/6482
<p><strong>Latar belakang</strong>: Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia yang dapat memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) dan terus menjadi salah satu faktor utama kematian, dengan tingkat fatalitas kasus (CFR) yang relatif tinggi. Sesuai Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, tercatat sekitar 4.485.513 kasus diare pada semua kelompok usia, dengan tingkat cakupan pelayanan mencapai 61,7%.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: menganalisis hubungan antara akses air minum, akses higiene, dan ketersediaan sabun dengan prevalensi diare pada semua kelompok usia di Indonesia, menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia 2023.</p> <p><strong>Metode</strong>: menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu pengukuran variabel independen dan variabel dependen dilakukan dalam satu waktu. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tidak ada akses air minum, akses air minum tidak layak, akses air minum layak terbatas, akses air minum layak dasar, akses higiene terbatas, akses higiene dasar, proporsi ketersediaan sabun, sedangkan untuk variabel dependen penelitian ini adalah Prevalensi Diare pada Semua Umur menurut Provinsi.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan antara prevalensi diare dengan variabel-variabel akses air minum dan higiene memiliki kekuatan dan arah yang bervariasi. Secara umum, variabel yang berhubungan signifikan dengan prevalensi diare adalah akses higiene terbatas, akses higiene dasar, dan proporsi ketersediaan sabun (p < 0,05), sedangkan variabel terkait akses air minum tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan signifikan antara akses higiene terbatas, akses higiene dasar, dan proporsi ketersediaan sabun sedangkan akses air minum tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.</p>Nofita SariAyu PangestutiEndah Retnani WismaningsihElvanda Helzalia PutriAfina Putri Utomo
Copyright (c) 2025 Nofita Sari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-172025-12-1710213714510.51544/jmkm.v10i2.6482HUBUNGAN KEPEMIMPINAN SITUASIONAL DENGAN KINERJA TENAGA KESEHATAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN: TINJAUAN LITERATUR
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMKM/article/view/6610
<p><strong>Latar belakang</strong>: Kepemimpinan situasional merupakan pendekatan yang menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan keterampilan dan kesiapan pekerja kesehatan. Penerapan pendekatan ini sangat penting agar pekerja kesehatan merasa didukung sesuai dengan kebutuhan mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja dan kualitas layanan.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara gaya kepemimpinan situasional dan kinerja pekerja kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.</p> <p><strong>Metode</strong>: Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis deskriptif dari berbagai artikel terkini.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan situasional yang fleksibel dan adaptif berdampak positif pada peningkatan motivasi, kepuasan kerja, dan kualitas layanan pekerja kesehatan.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Dengan pengembangan keterampilan kepemimpinan situasional, diharapkan efektivitas pekerja kesehatan dan produktivitas layanan dapat ditingkatkan di era yang dinamis ini.</p>Fatimah Az Zahra LubisKhairunnisa KhairunnisaWansyahira WansyahiraUlfa Naswa PulunganAzuhra Widriyani PanggabeanWasiyem Wasiyem
Copyright (c) 2025 ulfa_naswa pulungan, Fatimah Az Zahra Lubis, Khairunnisa, Wansyahira, Azuhra Widriyani Panggabean, wasiyem
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-292025-12-2910214615610.51544/jmkm.v10i2.6610SUCCESSFUL INTERNAL RIB FIXATION USING SHAPP PLATE IN ADULT WOMEN WITH RIB FRACTURE AND CHRONIC PAIN: A CASE REPORT
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMKM/article/view/6567
<p><strong><em>Rib fractures are common injuries occur 10% of all traumatically injured patients. Initial management involves adequate analgesia, thoracostomy drainage if indicated, and respiratory care. Surgical rib stabilization become increasingly important but still no international clear consensus on indication is available regarding indications and patient selection. No method and/or technique was found to be superior compared to others. The aim of this study is to describe outcome of internal rib fixation using SHAPP plate. We report a 52-year-old woman, came to emergency room (ER) after motorbike accident, right chest hit handlebar. Presented with bad right chest pain and pain when inhale, VAS 7. Chest radiograph revealed fracture right posterior rib 8,9,10 medial. Chest CT showed linier fracture non displaced of right posterior rib 7. Initial treatment consists of pain management. Patient discharged after three days. Follow up at two weeks, patient still felt right chest pain when inhale and during activities with VAS 6. Second CT revealed not found fracture of right posterior rib 6-7. Patient planned to undergo internal rib fixation. Indication of surgery is prolonged and worsened pain. Internal rib fixation used SHAPP plate. Patient clinical condition significantly improved post operative with length of stay 4 days. Follow up at one month after surgery, confirmed a full return to daily activities without pain. This study reported that rib fracture treated through internal rib fixation, allows rapid recovery as well as eradicating chronic pain causes by rib fracture its self.</em></strong></p>Ida Bagus Yudharma IndraharsanaKetut Putu Yasa
Copyright (c) 2025 Ida Bagus Yudharma Indraharsana,MD
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-3110215716410.51544/jmkm.v10i2.6567