Jurnal Abdimas Mutiara https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM <p style="text-align: justify;">Jurnal ABDIMAS MUTIARA diterbitkan oleh Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang asfek - asfek multidisiplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial berupa hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman belakang (petunjuk untuk penulis). Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>E-ISSN :&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1584340915&amp;1&amp;&amp;">2722-7758</a></strong></p> en-US burhanuddindamanik26@gmail.com (Burhanuddin Damanik, M.Kom) abdimasmutiara@gmail.com (Immanuel H G Manurung) Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 EDUKASI PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI PADA PENJAMAH MAKANAN DI BANDARA KUALANAMO TAHUN 2025 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6748 <p style="text-align: justify;">Hygiene sanitasi makanan berfungsi untuk memastikan keamanan dan kebersihan makanan dari proses produksi hingga konsumsi. Hygiene sanitasi penjamah makanan tidak terlepas dari sikap dan pengetahuan mengenai hygiene dan sanitasi makanan. Pengetahuan, sikap dan hygiene sanitasi penjamah makanan sangat penting dalam penyelenggaraan makanan agar makanan yang dihasilkan terhindar dari kontaminasi.Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan para penjamah makanan dalam menerapkan prinsip hygiene dan sanitasi yang baik guna mencegah kontaminasi makanan dan mendukung kesehatan Masyarakat. Diharapkan dengan adanya edukasi Penerapan Hygiene Dan Sanitasi Pada Penjamah Makanan maka penjamah makanan mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep hygiene pribadi, sanitasi lingkungan, dan pentingnya penerapan standar kebersihan dalam pengolahan makanan, terjadi peningkatan nilai pre-test dan post-test sebagai indikator keberhasilan edukasi, terjadi perubahan perilaku seperti mencuci tangan dengan benar sebelum dan sesudah menangani makanan serta menggunakan perlengkapan kebersihan seperti sarung tangan dan penutup kepala, Penjamah makanan mampu mempraktikkan teknik sanitasi dasar seperti membersihkan alat masak, menjaga kebersihan area dapur, dan memisahkan bahan makanan mentah dan matang dengan benar, Pengelola usaha makanan menunjukkan minat untuk mengadakan pelatihan lanjutan dan menyediakan fasilitas sanitasi yang lebih memadai (seperti wastafel, sabun, dan tempat sampah tertutup) dan Adanya komitmen dari pengelola usaha makanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap hygiene dan sanitasi pegawai</p> Lia Rosa Veronika Sinaga, Seri Asnawati Munthe, Jasmen Manurung Copyright (c) 2026 Lia Rosa Veronika Sinaga, Seri Asnawati Munthe, Jasmen Manurung https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6748 Mon, 26 Jan 2026 00:00:00 +0700 PENINGKATAN KINERJA PERAWAT MELALUI PELATIHAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6755 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang :</strong> Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dan menjadi prioritas dalam sistem pelayanan kesehatan nasional maupun global. Dalam konteks rumah sakit, pemahaman tentang keselamatan pasien sangat diperlukan untuk mendorong perawat dalam memberikan pelayanan yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa masih terdapat ketimpangan pemahaman dan implementasi keselamatan pasien di kalangan perawat.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong>&nbsp; Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja perawat terhadap keselamatan pasien melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara langsung di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Lubuk Pakam.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode</strong> yang digunakan meliputi ceramah, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta evaluasi pra dan pasca kegiatan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang perawat. Hasil pre-test menunjukkan nilai pretest paling rendah 59 dan yang paling tinggi 75 sementara Nilai postest paling rendah 76 dan yang paling tinggi 93.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> Dari hasil pretest dan postest terdapat peningkatan pengetahuan perawat tentang materi yang diajarkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan edukatif seperti sosialisasi dapat secara efektif meningkatkan komitmen dan kinerja perawat.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan :</strong> Diharapkan, kegiatan serupa dapat dijadikan program berkelanjutan oleh manajemen rumah sakit untuk memperkuat keselamatan pasien dan kinerja perawat.</p> Masri Saragih, Adventy R.Bevy Gulo, Eva Kartika Hasibuan, Yudia Indriani, Steve Sebayang Copyright (c) 2026 Masri Saragih, Adventy R.Bevy Gulo, Eva Kartika Hasibuan, Yudia Indriani, Steve Sebayang https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6755 Mon, 26 Jan 2026 00:00:00 +0700 PEMANFAATAN APLIKASI DIGITAL UNTUK PEMANTAUAN KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI SMA KARTIKA I-2 MEDAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6429 <p><strong>Latar belakang :</strong> Perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh besar terhadap berbagai sektor, termasuk bidang kesehatan dan pendidikan. Pemanfaatan aplikasi digital sebagai sarana health monitoring merupakan inovasi penting dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat di kalangan pelajar.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital kesehatan serta kemampuan siswa dalam menggunakan aplikasi e-SehatLab, yaitu aplikasi berbasis web yang dirancang untuk membantu proses pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium sederhana seperti tekanan darah, kadar hemoglobin, berat badan, dan tinggi badan. Kegiatan dilaksanakan di SMA Kartika I-2 Medan dengan melibatkan 30 siswa kelas XI dan 2 guru pendamping UKS.</p> <p><strong>Matode :</strong> Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, pemeriksaan kesehatan, dan evaluasi melalui pre-test serta post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa sebesar 34% setelah pelatihan, serta tingkat kepuasan pengguna mencapai 88%, yang menunjukkan bahwa aplikasi e-SehatLab mudah digunakan dan bermanfaat bagi siswa. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan pencatatan digital hasil laboratorium.</p> <p><strong>Kesimpulan :</strong> Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penerapan transformasi digital di bidang kesehatan pendidikan dan memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.</p> Fathree Halawa, Apriska Dewi Sipayung, Winda Irawati Zebua, Sri Ulina Copyright (c) 2026 Fathree Halawa, Apriska Dewi Sipayung, Winda Irawati Zebua https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6429 Mon, 26 Jan 2026 00:00:00 +0700 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN POSYANDU IBU HAMIL DAN BALITA DI PUSKESMAS HELVETIA MEDAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6758 <p><strong>Latar belakang :</strong> Posyandu merupakan upaya kesehatan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam pemantauan tumbuh kembang balita, kesehatan ibu hamil, dan pemberian imunisasi. Posyandu di Wilayah Puskesmas Helvetia mayoritas dikunjungi oleh ibu yang membawa balita untuk penimbangan berat badan dan imunisasi. <strong>Tujuan :</strong> Pemanfaatan posyandu oleh ibu hamil belum terbukti maksimal disebabkan oleh ibu hamil lebih banyak berkunjung ke klinik mandiri bidan dan ANC di posyandu tidak menjadi kebutuhan penting.</p> <p><strong>Metode :</strong> Untuk itu PkM ini dilakukan dengan tujuan memberikan pelayanan kepada ibu hamil dan balita dalam pemeriksaan kesehatan.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Kegiatan PkM berjalan lancar di Posyandu Puskesmas Helvetia dengan jumlah peserta yang terdata sebanyak 12 orang ibu hamil, 22 orang balita dan 2 orang kader kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari advokasi ke Puskesmas Helvetia, menjalin komunikasi dengan kader dan masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan :</strong> PkM ini memberikan kesimpulan bahwa peran posyandu sangat penting dalam menentukan kualitas kesehatan ibu hamil dan balita dan perlu untuk dilakukan inovasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat penting melalui pendampingan pada kader posyandu dari puskesmas.</p> Agnes Purba, Rani Kawati Damanik, Rosetty Sipayung, Monika Saragih, Goklas Royani Copyright (c) 2026 Agnes Purba, Rani Kawati Damanik, Rosetty Sipayung https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6758 Mon, 26 Jan 2026 00:00:00 +0700 DEEP LEARNING FOR SOCIAL COMPETENCE: STRATEGI PEMBELAJARAN MENYENANGKAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6702 <p><strong>Latar belakang :</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat, guru tidak hanya diberikan pelatihan teoretis, tetapi juga pendampingan praktik di kelas melalui model <em>coaching</em>, <em>co-teaching</em>, dan refleksi kolaboratif. Dengan cara ini, guru dapat mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana menciptakan pembelajaran yang bermakna sekaligus menyenangkan bagi peserta didik.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pembelajaran <em>deep learning</em> yang berpadu dengan prinsip <em>joyful learning</em> untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa abad ke-21. Program dilaksanakan di lima sekolah dasar mitra di Kota Medan dengan melibatkan 20 guru, 5 kepala sekolah, dan 178 siswa.</p> <p><strong>Metode :</strong> Metode pelaksanaan menggunakan <em>Participatory Action Model (PAM)</em> melalui empat tahap siklus: <em>planning, action, observation,</em> dan <em>reflection</em>. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, angket, wawancara, dan jurnal reflektif guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru terhadap konsep <em>deep learning</em> (kategori tinggi), penerapan <em>joyful learning</em> (kategori tinggi), keterampilan sosial siswa yang mencakup komunikasi, empati, dan kolaborasi (kategori tinggi), keterlibatan siswa dalam aktivitas pembelajaran (kategori tinggi), dan Refleksi Guru terhadap Praktik Mengajar (kategori sedang). Secara kualitatif, guru menunjukkan perubahan perilaku mengajar yang lebih reflektif, kreatif, dan partisipatif, sedangkan siswa menjadi lebih aktif, komunikatif, dan bertanggung jawab secara sosial. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi <em>deep learning</em> dan <em>joyful learning</em> mampu menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, humanis, dan berkelanjutan.</p> <p><strong>Kesimpulan :</strong> Pendekatan <em>PAM</em> terbukti efektif dalam mengembangkan kapasitas guru serta menumbuhkan budaya belajar kolaboratif yang berdampak positif terhadap pembentukan karakter sosial siswa.</p> Albi Anggito, Jheni Yusuf Saragih, Andreas Lubis Copyright (c) 2026 Albi Anggito, Jheni Yusuf Saragih, Andreas Lubis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6702 Mon, 26 Jan 2026 00:00:00 +0700 SOSIALISASI PENANAMAN NILAI-NILAI ANTI KORUPSI DI KALANGAN HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) FIS UNIMED https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6689 <p><strong>Latar belakang:</strong> Korupsi merupakan salah satu permasalahan sosial yang berdampak serius terhadap pembangunan nasional dan melemahkan nilai-nilai keadilan sosial. Upaya pencegahan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan dan internalisasi nilai-nilai antikorupsi sejak dini, khususnya di kalangan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa mengenai nilai-nilai antikorupsi melalui kegiatan sosialisasi pada anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (FIS UNIMED).</p> <p><strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan refleksi nilai.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep, bentuk, dan dampak korupsi serta pentingnya penerapan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan organisasi dan akademik.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun budaya antikorupsi di lingkungan mahasiswa.</p> Winny Sunfriska Br Limbong, Muhammad Fadli, Nurhidayah, Intan Pulungan, Natalia Sidauruk, Sesilia Novitry Tafonao Copyright (c) 2026 Winny Sunfriska Br Limbong, Muhammad Fadli, Nurhidayah, Intan Pulungan, Natalia Sidauruk, Sesilia Novitry Tafonao https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6689 Mon, 26 Jan 2026 00:00:00 +0700 DARI TAHU JADI MAMPU: PENDIDIKAN KESEHATAN PRAKTIS BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6735 <p><strong>Latar belakang</strong>: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui perawatan diri yang efektif. Namun, banyak pasien masih mengalami kesulitan dalam menerjemahkan pengetahuan kesehatan ke dalam praktik sehari-hari, sehingga meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan yang bersifat praktis diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan keterampilan perawatan diri.</p> <p><strong>Tujuan</strong>:. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen diri secara praktis pada pasien diabetes melitus melalui pendidikan kesehatan yang terstruktur dan aplikatif.</p> <p><strong>Metode</strong>: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan November 2025 di aula Puskesmas Simarmata, Kabupaten Samosir, dengan melibatkan 20 pasien diabetes melitus. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Materi edukasi meliputi pengertian diabetes melitus, faktor risiko, pencegahan, pengaturan pola makan, kepatuhan minum obat, aktivitas fisik, pemantauan kadar glukosa darah, serta perawatan kaki. Media edukasi yang digunakan berupa leaflet dan presentasi PowerPoint.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tingkat partisipasi yang baik selama sesi berlangsung. Keterlibatan aktif terlihat dalam sesi diskusi, dan peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai diabetes melitus. Selain itu, peserta juga menyatakan adanya peningkatan motivasi dan komitmen untuk menerapkan pola makan sehat, mematuhi regimen pengobatan, serta melakukan perilaku perawatan diri secara rutin.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Pendidikan kesehatan yang bersifat praktis diterima dengan baik oleh pasien diabetes melitus dan berpotensi meningkatkan kemampuan manajemen diri pasien dalam mengendalikan diabetes serta mencegah terjadinya komplikasi.</p> Asima Sirait, Laura Mariati Siregar, Vierto Irennius Girsang, Nurpina Simarmata, Ramanda Aprilyani Copyright (c) 2026 Vierto Irennius Girsang, Asima Sirait, Laura Mariati Siregar, Nurpina Simarmata, Ramanda Aprilyani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6735 Mon, 26 Jan 2026 00:00:00 +0700 PERAN KEBIDANAN DAN ATLM DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI PEMERIKSAAN LABORATORIUM RUTIN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6508 <p><strong>Latar belakang:</strong> Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus, hipertensi, dan dislipidemia terus mengalami peningkatan prevalensi dan hingga saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Perubahan pola hidup masyarakat, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta kebiasaan merokok, menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka PTM. Deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium rutin merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan komplikasi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia.</p> <p><strong>Tujuan</strong> utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan laboratorium rutin sebagai upaya deteksi dini PTM melalui kolaborasi profesi Kebidanan dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM). Kolaborasi lintas profesi ini diharapkan dapat memberikan pendekatan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkesinambungan.</p> <p><strong>Metode</strong> kegiatan meliputi pemberian edukasi kesehatan, demonstrasi pemeriksaan laboratorium sederhana seperti pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta pelaksanaan skrining kesehatan pada peserta. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia dewasa dan lansia di wilayah binaan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan seminar, pemeriksaan kesehatan secara langsung, serta konseling hasil pemeriksaan.</p> <p><strong>Hasil</strong> kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PTM dan pentingnya pemeriksaan laboratorium rutin, serta ditemukannya beberapa peserta dengan faktor risiko PTM yang selanjutnya dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: kolaborasi antara tenaga Kebidanan dan ATLM memiliki peran signifikan dalam upaya promotif dan preventif PTM, sehingga kegiatan ini direkomendasikan untuk dijadikan program kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.</p> Elisa Silvia Aritonang, Marti Silfia, Denrison Purba, Agus Triani Copyright (c) 2026 Elisa Silvia Aritonang, Marti Silfia, Denrison Purba, Agus Triani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6508 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0700 IMPLEMENTASI KKN TEMATIK LITERASI TERHADAP MINAT BACA MASYARAKAT DI TBM RUMAH PERADABAN SNC KEDAI DURIAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6722 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Fenomena kajian pengabdian kepada masyarakat ini adalah adalah rendahnya minat baca masyarakat dan tidak optimalnya fungsi taman bacaan masyarakat akibat keterbatasan pengelolaan, fasilitas, koleksi bermutu sudah tersedia namun tidak optimal, serta minimnya program literasi, sehingga memerlukan intervensi melalui implementasi KKN Tematik Literasi.</p> <p><strong>Tujuan</strong> pengabdian ini adalah untuk mengetahui penerapan program KKN Tematik Literasi terhadap minat baca masyarakat di TBM Rumah Peradaban SNC Kedai Durian.</p> <p><strong>Metode</strong> yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah dengan menggunakan Pendekatan PAR <em>(Participatory Action Research)</em>.</p> <p><strong>Hasil</strong> pengabdian ini menunjukkan bahwa penerapan program KKN tematik literasi di TBM Rumah Peradaban SNC Kedai Durian dapat memberikan motivasi bagi pengelola dan relawan TBM dalam mengelola TBM dan melayani masyarakat serta meningkatkan motivasi masyarakat berkunjung untuk belajar dan memanfaatkan TBM.</p> <p><strong>Kesimpulannya</strong> adalah mplementasi KKN Tematik Literasi di TBM Rumah Peradaban SNC Kedai Durian menunjukkan bahwa program literasi berbasis inklusi sosial mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan minat baca masyarakat. Setelah dilakukan pendampingan, TBM yang sebelumnya belum memiliki sistem pengelolaan memadai akhirnya terdata secara resmi melalui perolehan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), memiliki pengelolaan koleksi yang lebih tertata, serta layanan perpustakaan yang mulai berjalan efektif. Rekomendasi dalam kegiatan pengabdian ini agar terus melakukan program ini dan membuat inovasi yang kreatif sehingga pengguna tidak merasa bosan dan motivasi belajar masyarakat terus meningkat serta adanya pendampingan dan kolaborasi dari pihak Perpustakaan Nasional melalui Dinas Perpustakaan dan pihak perguruan tinggi dan pustakawan dalam membantu dan TBM dan membudayakan kegemaran membaca dan kecapakan literasi masyarakat.</p> Sunyianto Sunyianto, Yusrin Karauna, Muhammad Fadli, Kerisman Halawa, Informant Wau, Aurel Intani Zendrato Copyright (c) 2026 Sunyianto Sunyianto, Yusrin Karauna, Muhammad Fadli, Kerisman Halawa, Informant Wau, Aurel Intani Zendrato https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6722 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0700 EDUKASI PENYAKIT DEGENERATIF HIPERTENSI SERTA PENCEGAHANNYA KEPADA MASYARAKAT DI DESA KUALA LAMA, KABUPATEN SERDANG BEDAGAI https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6771 <p><strong>Latar belakang :</strong> Penyakit degeneratif hipertensi menjadi masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat. Kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan serta rendahnya pengetahuan mengenai penyakit degeneratif hipertensi dan pemeriksaan kesehatan menyebabkan rendahnya kepedulian terhadap deteksi dini dan upaya pencegahan penyakit tersebut.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan :</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan dan melakukan penyampaian edukasi langsung kepada masyarakat secara individu terkait penyakit degeneratif hipertensi serta melakukan pemeriksaan/<em>screening </em>kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan desain deskriptif menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode</strong> yang dilakukan dalam bentuk edukasi oleh apoteker terkait pengenalan penyakit degeneratif, gejala yang mungkin timbul serta upaya untuk pencegahan penyakit degeneratif terutama hipertensi dengan menerapkan pola hidup sehat. Proses edukasi yang dilakukan menggunakan media brosur dan penyampaian langsung kepada masyarakat secara individual. Untuk mengetahui tingkat kesehatan masyarakat, maka dilakukan pula pemeriksaan tekanan darah kepada masyarakat yang mengikuti proses edukasi kesehatan secara langsung. </p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil</strong> kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit degeneratif hipertensi serta pentingnya penerapan pola hidup sehat. Edukasi kesehatan disertai pemeriksaan tekanan darah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit degeneratif hipertensi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini berimplikasi positif dalam mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat serta mendukung upaya pencegahan hipertensi secara berkelanjutan.</p> Wulan Panduwi Melasari, Denny Satria, Lisda Rimayanti Nasution, Aminah Dalimunthe, Yanti Yemima, Sony Eka Nugraha, Hafid Syahputra Copyright (c) 2026 Wulan Panduwi Melasari, Denny Satria, Lisda Rimayanti Nasution, Aminah Dalimunthe, Yanti Yemima, Sony Eka Nugraha, Hafid Syahputra https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6771 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0700 PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI PELUANG USAHA PRODUKTIF DI DESA TEBING TANJUNG SELAMAT https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6763 <p><strong>Latar Belakang</strong><strong>: </strong>Daun kelor (<em>Moringa oleifera</em>) merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan melimpah di wilayah pedesaan, termasuk Desa Tebing Tanjung Selamat. Daun kelor diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Pemanfaatan daun kelor oleh masyarakat masih terbatas pada konsumsi sederhana dan belum diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi daun kelor sebagai produk minuman tradisional yang bernilai tambah.</p> <p><strong>Tujuan</strong><strong>: </strong>Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan masyarakat Desa ini dalam mengolah daun kelor menjadi produk teh herbal yang higienis, berkualitas, dan memiliki nilai jual.</p> <p><strong>Metode</strong><strong>: </strong>Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai kandungan dan manfaat daun kelor bagi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra utama.</p> <p><strong>Hasil</strong><strong>: </strong>Hasil kegiatan ini adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat daun kelor serta keterampilan dalam pengolahan daun kelor. Masyarakat mampu menghasilkan produk daun kelor untuku dipasarkan.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan daun kelor sebagai produk bernilai ekonomi. Inovasi pengolahan daun kelor menjadi teh herbal berpotensi menjadi alternatif sumber penghasilan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan ekonomi desa berbasis sumber daya lokal.</p> Dyna Grace Romatua Aruan, Vivi Purwandari, Erdiana Gultom, Jefri Krisdayanti Gulo Copyright (c) 2026 Dyna Grace Romatua Aruan, Vivi Purwandari, Erdiana Gultom, Jefri Krisdayanti Gulo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6763 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0700 PENDAMPINGAN PEMASARAN DIGITAL BERBASIS DATA KEUANGAN UNTUK UMKM DI LINGKUNGAN RUMAH BUMN KABANJAHE https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6701 <p><strong>Latar belakang</strong>: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Kabupaten Karo dengan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan PDRB daerah. Namun, UMKM binaan Rumah BUMN Kabanjahe masih menghadapi tantangan serius di era digital, terutama keterbatasan pemasaran digital dan lemahnya pengelolaan keuangan. Mayoritas UMKM masih mengandalkan pemasaran konvensional serta belum melakukan pencatatan keuangan yang tertata, sehingga kesulitan menghitung harga pokok produksi (HPP) dan mengukur profitabilitas usaha. Kondisi ini berdampak pada penetapan harga jual yang tidak tepat dan terbatasnya jangkauan pasar. Permasalahan tersebut diperparah oleh belum terintegrasinya pengelolaan data keuangan dengan strategi pemasaran digital. Hasil survei awal menunjukkan rendahnya kemampuan UMKM dalam pencatatan keuangan, perhitungan HPP, pemanfaatan platform digital, serta penetapan harga yang kompetitif dan menguntungkan. Oleh karena itu, dibutuhkan program pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan pengelolaan data keuangan dan pemasaran digital secara sinergis agar UMKM mampu menyusun perencanaan bisnis berbasis data, meningkatkan daya saing, serta memperluas pasar secara berkelanjutan.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Tujuan pengabdian ini adalah: (1) Meningkatkan kapasitas UMKM dalam mengelola data keuangan sederhana, (2) Melatih pemanfaatan platform pemasaran digital secara efektif, (3) Mendampingi integrasi data keuangan dengan strategi pemasaran.</p> <p><strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research melalui tiga tahap: diagnosa kebutuhan, pelatihan dan pendampingan intensif, serta evaluasi berkelanjutan.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Peningkatan PengetahuanPelaku UMKM menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, terutama dalam hal integrasi data keuangan ke dalam strategi pemasaran.Output Konkret yang DihasilkanUntuk data keuangan, peserta UMKM mulai menerapkan pencatatan keuangan harian/mingguan menggunakan template yang diberikan dan mampu menghitung HPP produk utama mereka. Untuk akun bisnis digital, peserta UMKM kini memiliki akun Instagram/Facebook Business, atau WhatsApp Business yang telah dioptimalisasi (logo, bio, kontak). Dalam konten Digital, para UMKM sudah membuat beberapa konten baru (foto dan video produk) yang telah diunggah oleh peserta selama masa pendampingan. Konten telah menerapkan prinsip dasar fotografi dan copywriting yang diajarkan. Dalam hal strategi harga, beberapa peserta melakukan revisi harga jual setelah menghitung HPP secara akurat, sehingga margin keuntungan menjadi lebih jelas. Selain itu, setiap UMKM telah memiliki draft sederhana "Rencana Pemasaran Digital" yang mencakup target pasar, platform utama, jadwal konten, dan anggaran promosi.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat “Pendampingan Pemasaran Digital Berbasis Data Keuangan untuk UMKM di Lingkungan Rumah BUMN Kabanjahe” telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola pemasaran digital dan pencatatan keuangan. Melalui pelatihan, pendampingan langsung, dan evaluasi berkala, UMKM menjadi lebih memahami pentingnya penggunaan data keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan pemasaran. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan UMKM dalam Melakukan pencatatan keuangan secara lebih terstruktur, termasuk memahami arus kas, HPP, dan laporan laba rugi sederhana., Mengoptimalkan pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial, marketplace, dan tools digital berbasis data penjualan, Membuat konten promosi yang lebih menarik dan relevan, sesuai analisis data penjualan, dan Meningkatkan kemampuan analisis sederhana, seperti menentukan produk unggulan, target pasar, dan waktu promosi yang efektif.</p> Rizka Hilda Siregar, Nenni Lestari Surbakti, Lelisman Giawa, Odorikus Giawa Copyright (c) 2026 Rizka Hilda Siregar, Nenni Lestari Surbakti, Lelisman Giawa, Odorikus Giawa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6701 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0700 EDUKASI CARA MENJAGA KEBERSIHAN PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) PASCA OPERASI DI RS ADVENT MEDAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6779 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang :</strong> CHF, suatu penyakit kronis, meningkatkan risiko masalah, terutama pada mereka yang telah menjalani operasi jantung, karena jantung tidak mampu berfungsi dengan baik sebagai pompa. Sebagian disebabkan oleh kebiasaan kebersihan pribadi yang tidak memadai, pasien CHF pascaoperasi sangat rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi luka operasi dan infeksi yang didapat di rumah sakit. Karena alasan ini, pengajaran tentang kebersihan kepada pasien merupakan komponen penting dalam perawatan keperawatan untuk membantu pemulihan mereka dan menurunkan risiko komplikasi pascaoperasi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan</strong><strong>:</strong> &nbsp;penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pendidikan kesehatan mempengaruhi pengetahuan pasien CHF pascaoperasi di Rumah Sakit Advent Medan tentang cara menjaga kebersihan yang baik.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Strategi yang digunakan adalah strategi edukatif, yaitu mengajarkan pasien CHF pascaoperasi tentang kebersihan pribadi, yang meliputi kebersihan fisik, kebersihan mulut, dan perawatan diri dasar. Tingkat pengetahuan pasien sebelum dan sesudah menerima pendidikan dibandingkan untuk menentukan efektivitas pendidikan. Setelah pendidikan kesehatan, temuan menunjukkan bahwa pasien lebih menyadari pentingnya mempraktikkan kebersihan pribadi yang tepat. Fungsi kebersihan dalam mencegah infeksi dan meningkatkan proses penyembuhan pascaoperasi menjadi lebih jelas bagi pasien.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil :</strong> Pasien terbukti menerapkan praktik kebersihan pribadi yang lebih sehat sebagai hasil dari edukasi yang diberikan secara terorganisir dan komunikatif.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> studi ini adalah bahwa pengajaran kebersihan kepada pasien dengan gagal jantung pasca operasi sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan praktik perawatan diri mereka. Edukasi ini, diharapkan, akan diintegrasikan ke dalam perawatan keperawatan berkelanjutan untuk menurunkan risiko masalah dan meningkatkan kualitas hidup pasien di Rumah Sakit Advent Medan yang sedang dalam masa pemulihan pasca operasi gagal jantung.</p> Hartaulina Saragih, Indah Selviana, Herianto Bangun, Yusuf Panserito Hulu, Jismer Panjaitan Copyright (c) 2026 Hartaulina Saragih, Indah Selviana, Herianto Bangun, Yusuf Panserito Hulu, Jismer Panjaitan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6779 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0700 PERSIAPAN BERSALIN NORMAL SELAMA HAMIL DENGAN YOGA, PILATES HIPNOTERAPI (YOPILANO) DI DESA BANGUN SARI KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6780 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang: </strong>Yopilano (Yoga Pilates dan Hipnoterapi ) merupakan satu kegiatan yang dirancang untuk ibu hamil dengan mengatur pose, tehnik pernafasan, secara tiori latihan yoga pilates dan hipnoterapi dapat melenturkan&nbsp; otot jalan lahir, mengatur pernafasan dan membuat ibu lebih rileks, bersalin normal merupakan satu proses alami jika ibu dipersiapkan secara fisik maupun phisik dimana saat ini akibat kurangnya pemahaman dan persiapan ibu selama hamil , sehingga banyak kasus rujukan yang mengakibatkan tingginya angka melahirkan dengan tindakan operasi, seksiosesaria.&nbsp; Permasalahan yang sering timbul saat bersalin adalah prilaku ibu kurang sehingga saat bersalin ingin cepat bersalin, tidak kooperatif dan tidak tahan nyeri cepat putus asa, hal ini berkaitan dengan tidak adanya persiapan fisik dan psikhis sehingga saat bersalin mempunyai masalah.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:&nbsp; </strong>Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pada ibu hamil tentang Yopilano&nbsp; di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang .</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode: </strong>Penelitian deskriptif dengan pendekatan penyuluhan kesehatan kepada 24 ibu hamil trimester II-III di Kantor Lurah Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Data dikumpul melalui kuesioner pre-post, observasi praktik Yopilano, wawancara karakteristik responden (usia, pendidikan, pekerjaan, riwayat persalinan), dan analisis distribusi frekuensi deskriptif menggunakan tabel persentase untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta persalinan normal.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:&nbsp; </strong>Dari 24 ibu hamil yang mengikuti penyuluhan Yopilano, 70,8% (17 responden) berhasil bersalin normal, sementara 29,2% (7 responden) tidak normal.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Penyuluhan Yopilano pada 24 ibu hamil trimester II-III meningkatkan kesiapan fisik-psikhis, mengurangi stres-kecemasan, dan memungkinkan 70,8% bersalin normal tanpa komplikasi signifikan; ibu dapat berlatih mandiri dibantu kader untuk persalinan alami, bayi bugar, dan ASI eksklusif optimal.</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> Christina R Nainggolan, Julia Mahdalena Siahaan, Elsarika Damanik, Pinkan Soraya, Serly Pangaribuan Copyright (c) 2026 Christina R Nainggolan, Julia Mahdalena Siahaan, Elsarika Damanik, Pinkan Soraya, Serly Pangaribuan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6780 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0700 KODING UNTUK ANAK DESA SEKOLAH DASAR: PELATIHAN PEMBUATAN GAME EDUKASI MENGGUNAKAN SCRATCH https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6611 <p><strong>Latar belakang</strong>: Kesenjangan literasi digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi tantangan dalam pendidikan dasar, khususnya dalam pengenalan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir komputasional dan koding. Siswa sekolah dasar di daerah pedesaan umumnya masih menjadi pengguna pasif teknologi dan belum memperoleh kesempatan untuk memahami proses kreatif di baliknya.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dasar-dasar berpikir komputasional dan koding kepada siswa Sekolah Dasar di Desa Rumah Gerat melalui pelatihan pembuatan game edukasi menggunakan platform Scratch serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam memanfaatkan teknologi secara kreatif.</p> <p><strong>Metode</strong>: Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 25 siswa kelas IV–VI yang dibagi ke dalam lima kelompok. Desain kegiatan menggunakan pendekatan project-based learning dengan metode ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas peserta, penilaian proyek game yang dihasilkan, dan angket respon siswa. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, rubrik penilaian proyek, dan angket kepuasan peserta.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Seluruh kelompok menghasilkan 5 prototipe game edukasi sederhana dengan mekanisme skor dan level yaitu Game Matematika (3 buah) dan Game Pengenalan Kata (2 buah). Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep algoritma, event, dan logika dasar pemrograman. Dihasilkan</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Pelatihan koding berbasis Scratch efektif dalam menumbuhkan kemampuan berpikir komputasional dan literasi digital produktif pada siswa sekolah dasar di wilayah pedesaan. Program ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis permainan dan proyek dapat menjadi strategi pengabdian kepada masyarakat yang relevan untuk mengurangi kesenjangan literasi digital serta mendukung penguatan keterampilan abad ke-21.</p> Hebron Pardede, Hery Andi Sitompul Copyright (c) 2026 Hebron Pardede, Hery Andi Sitompul https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6611 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0700 PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH GALON AIR MINERAL UNTUK BUDIDYA IKAN LELE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI LELE DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS MEDAN, SUMATERA UTARA https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6783 <p><strong>Latar belakang :</strong> Budidaya ikan lele di Kecamatan Medan Amplas saat ini memiliki banyak variasi untuk pengembangan ternak ikan lele, hampir semua kegiatan dilakukan di dalam kolam biasa, untuk itu pelatihan ini memeberikan peluang usaha baru untuk meningkatkan pendapatan para pelaku petani lele dari pengolahan limbah galon air mineral. Pentingnya menyiapkan dan memaksimalkan para petani sehingga lebih siap menghadapi trend marketing digital. Usaha ikan lele disamping menjadi sumber pendapatan keluargam juga bisa menjadi sebuah komunitas ekonomi. Ikan lele disukai dari semua kalangan baik itu anak muda maupun orang dewasa. Petani lele berpartisipasi dengan masyarakat, dan sudah bekerjasama dengan kehidupan dan kebutuhan masyarakat. Peran para petani lele yang tidak gaptek sangat penting untuk mendorong dalam membentuk sikap kemandirian pelaku petani lele untuk bersikap kreatif, inovatif dan mampu mengembangkan usaha menjadi lebih besar.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Target yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu, diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan limbah galon air mineral dalam industri budi daya ikan lele, meningkatkan efisiensi produksi, dan pada akhirnya menciptakan sistem budi daya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan pendekatan berbasis web dan memasarkannya tidak hanya melalui pasar tradisional tetapi dengan digital marketing (e-commerse).</p> <p><strong>Metode :</strong> Metode Ceramah, Dalam metode ini, peserta kegiatan pelatihan yaitu para petani lele menerima pemaparan materi mengenai pemanfaatan limbah galon air mineral untuk budidaya lele untuk meningkatkan pendapatan. Metode Diskusi, Dalam metode ini, diadakan diskusi mengenai kegiatan tahap selanjutnya setelah pemaparan teori dan diskusi yaitu praktek.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pelatihan pemanfaatan limbah galon air mineral yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani lele, menciptakan sistem organisasi pemasaran lele secara modren sehingga lebih efektif, efisien, dan memberikan motivasi untuk meningkatkan ekonomi keluarga.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan :</strong> Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah memenuhi luaran yang diharapkan, ada peningkatan informasi, pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan peserta tentang kegiatan budidaya ikan lele dengan pemanfaatan limbah galon air mineral.</p> Rahmawaty Hasibuan, Eka Rizki Meiwinda, Al Putri Oktavia, Sunanto, Tika Handayani Copyright (c) 2026 Rahmawaty Hasibuan, Eka Rizki Meiwinda, Al Putri Oktavia, Sunanto, Tika Handayani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6783 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0700 SKRINING KESEHATAN DAN PENGOBATAN GRATIS PADA MASYARAKAT KELURAHAN TEGAL SARI MANDALA II https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6797 <p><strong>Latar belakang :</strong> Skrining kesehatan merupakan sejumlah pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk memeriksa status kesehatan maupun kondisi penyakit sebelum munculnya tanda dan gejala penyakit kegiatan skrining kesehatan dilakukan oleh petugas puskesmas medan denai pada ibu hamil dan balita, melakukan pendidikan kesehatan kepada lansia mengenai penyakit kronis dan generative, meliputi penyakit hipertensi, diabetes mellitus, rheumatik arthritis dan osteoporosis. Sedangkan penyuluhan kesehatan tentang status gizi balita dan kebutuhan nutrisi dan kesehatan kehamilan.</p> <p><strong>Tujuan</strong> : pengabdian kepada masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat Kelurahan Tegal Sari Mandala II yang dilakukan hari sabtu, 15 November 2025.</p> <p><strong>Metode</strong> : pelaksanaan kegiatan dimulai pemeriksaan kesehatan, pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas pada anak balita. Sedangkan pada lansia dilakukan pengukuran kadar asam urat, kadar gluksoa darah sewaktu dan pengukuran tekanan darah. Pada ibu hamil dilakukan pengukuran berat badan ibu hamil.</p> <p><strong>Hasil :</strong> pengukuran dianalisa peserta skrining mengalami masalah kesehatan. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian obat kepada peserta yang mengalami masalah kesehatan dan diberikan penyuluhan kesehatan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan : </strong>Masyarakat memahami, mengenai bagaimana solusi pencegahan penyakit kronis maupun pencegahan komplikasi pada kehamilan, terutama ketika hasil skrining yang diperoleh beresiko atau mengalami masalah kesehatan.</p> Siska M.O Napitupulu, Cahya Aisyah Daulay, Grace Mutiara Copyright (c) 2026 Siska M.O Napitupulu, Cahya Aisyah Daulay, Grace Mutiara https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6797 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0700 PERAN APOTEKER DALAM PROMOSI GAYA HIDUP SEHAT DAN DETEKSI RISIKO DIABETES MELITUS DI APOTEK BETANIA KABANJAHE https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6533 <p><strong>Latar belakang</strong>: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pancreas tidak dapat memproduksi insulin yang dihasilkan secara efektif. Insulin adalah hormone yang mengatur gula darah.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Memberikan edukasi kesehatan tentang penyakit diabetes mellitus bagi masyarakat..</p> <p><strong>Metode</strong>: Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui metode observasi langsung kepada masyarakat dan edukasi dor to dor.</p> <p><strong>Hasil</strong>: menunjukkan bahwa dengan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan setiap individu pretest 48% dan Postest 78%.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Bahwa dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat, maka pengetahuan mereka pun meningkat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan dampak bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.</p> Christica Ilsanna Surbakti, Grace Anastasia Br Ginting, Modesta Tarigan, Andre Prayoga, Raissa Fitri, Ferdinand Ginting, Riska Suhaila, Indah Khadila, Hot Silvi, Herdy Marettiany Copyright (c) 2026 Christica Ilsanna Surbakti, Grace Anastasia Br Ginting, Modesta Tarigan, Andre Prayoga, Raissa Fitri, Ferdinand Ginting, Riska Suhaila, Indah Khadila, Hot Silvi, Herdy Marettiany https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6533 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 EDUKASI BERBASIS SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN SEFT-CARE PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN TEGAL SARI MANDALA III https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6798 <p><strong>Latar belakang:</strong> Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan membutuhkan pengelolaan seumur hidup dalam mengontrol kadar gula darah agar dapat meningkatkan kualitas hidup penderita. Penyakit tidak menular yang dapat menyerang segala kelompok umur. Peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus menjadi salah satu ancaman kesehatan secara global. Pengetahuan tentang diabetes mellitus masih kurang sekali, baik tentang penyebab, gejala, dan cara pencegahan. Kurangnya pengetahuan terhadap bahaya penyakit diabetes mellitus, pencegahannya, dan pengendaliannya menyebabkan penyakit semakin banyak terjadi di masyarakat.</p> <p><strong>Tujuan</strong> : kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengubah perilaku dan kesadaran dalam mengontrol kadar glukosa darah melalui pemberian edukasi berbasis <em>self-management</em> untuk meningkatkan <em>selft-care</em> pada pasien diabetes mellitus dan pencegahannya serta melakukan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksan kadar gula darah.</p> <p><strong>Metode :</strong> Kegiatan edukasi kesehatan pada komunitas lansia ini dilakukan bersama dengan mahasiswa/i STIKes Darmo dan lansia di Kelurahan Tegal Sari Mandala III. Masyarakat sebanyak 37 orang. Cara yang dilakukan yaitu dengan edukasi berbasis <em>self-management</em> untuk meningkatkan <em>selft-care</em> pada pasien diabetes mellitus dan pemeriksaan kadar gula darah Kelurahan Tegal Sari Mandala III. Kegiatan pengabdian adalah kelompok umur&gt; 48 Tahun. Program pengabdian kepada masyarakat meliputi edukasi kesehatan tentang penyakit diabetes mellitus, dan pemeriksaan gula darah sewaktu, serta diskusi dan tanya jawab.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan, sejumlah 37 orang komunitas lansia telah menerima informasi mengenai diabetes mellitus dengan baik. Tim civitas STIKes Darmo melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah dengan kadar gula darah normal &lt;200 mg/dL dan komunitas lansia yang mengalami diabetes dengan kadar gula darah &gt;200 mg/dl.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan :</strong> Setelah diberikan edukasi kesehatan pada masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala III akan pentingnya memberikan edukasi berbasis <em>self-management</em> untuk meningkatkan <em>selft-care</em> pada pasien diabetes mellitus dan pemeriksaan kadar gula darah serta pemeriksaan kesehatan lansia secara berkala.</p> Ristika Julianty Singarimbun, Lenny Sepriani br.Silalahi Copyright (c) 2026 Ristika Julianty Singarimbun, Lenny Sepriani br.Silalahi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6798 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0700 PENDAMPINGAN SELF-MANAGEMENT PENYAKIT DEGENERATIF BAGI LANSIA MELALUI EDUKASI DI KELURAHAN TEGAL SARI MANDALA I https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6799 <p><strong>Latar belakang :</strong> Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang bersifat kronis dan tidak ditularkan dari orang ke orang. Prevalensi Penyakit degeneratif terus mengalami peningkatan seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat kearah yang kurang seimbang. Faktor risiko terjadinya penyakit degeneratif di kelurahan Tegal Sari Mandala I adalah hipertensi, kolesterol, asam urat dan diabetes. Kurangnya pengetahuaan dan kesadaran terhadap bahaya penyakit degeneratif menyebabkan deteksi dini berbasis pelayanan kesehatan kurang efektif. Hal ini juga disebabkan oleh masyarakat yang kurang koperatif memeriksakan diri selama belum merasa sakit.</p> <p><strong>Tujuan</strong> dari kegiatan adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pengetahuan mengenai kesehatan serta pengendalian penyakit degeneratif. Penanggulangan faktor resiko penyakit degeneratif dan pencegahan berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk menekan resiko atau angka kematian akibat penyakit degeneratif.</p> <p><strong>Metode:</strong> Kegiatan pendampingan <em>self-management</em> penyakit degeneratif bagi lansia melalui edukasi pada komunitas lansia ini dilakukan bersama dengan mahasiswa/i STIKes Darmo dan lansia di Kelurahan Tegal Sari Mandala I. Masyarakat sebanyak 31 orang. Cara yang dilakukan yaitu dengan memberikan edukasi kesehatan tentang s<em>creening</em> kesehatan dan pengobatan gratis pada masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala I.<br /><strong>Hasil :</strong> Dari hasil pengkajian yang dilakukan di Kelurahan Tegal Sari Mandala I diperoleh prioritas masalah yaitu kurangnya motivasi dan keinginan serta pengetahuan lansia terhadap pemeriksaan Kesehatan secara berkala</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Setelah diberikan edukasi kesehatan pada masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala I akan pentingnya mengetahui masalah cara memilih lansia yang sudah ada riwayat penyakit degeneratif yang kronis dan pemeriksaan kesehatan lansia secara berkala.</p> Reny Juliana Sihombing, Julaiha Siregar, Roy Wilson Sihaloho Copyright (c) 2026 Reny Juliana Sihombing, Julaiha Siregar, Roy Wilson Sihaloho https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6799 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 PENYULUHAN KESEHATAN DAN PELAKSANAAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 1-9 BULAN DI PMB MORINA NERI https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6778 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif dalam mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Namun, cakupan imunisasi masih menjadi tantangan global dan nasional. Data <em>World Health Organization</em> tahun 2022 menunjukkan 14,3 juta anak di dunia belum mendapatkan imunisasi <em>(zero dose)</em>. Di Indonesia, periode 2019–2023 tercatat 1.356.367 anak tidak menerima imunisasi dasar. Di Provinsi Sumatera Utara, cakupan imunisasi dasar lengkap tahun 2024 baru mencapai 76,61%, masih di bawah target nasional. Rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh kekhawatiran orang tua terhadap suntikan ganda dan efek samping, ketidaksesuaian jadwal pelayanan, pengaruh sosial budaya dan keluarga, rendahnya pengetahuan orang tua, serta maraknya hoaks dan informasi keliru tentang imunisasi.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 1–9 bulan melalui penyuluhan kesehatan terintegrasi dengan pelayanan imunisasi.</p> <p><strong>Metode:</strong> Kegiatan PkM dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025 di PMB Morina Neri dengan melibatkan 22 orang tua bayi usia 1-9 bulan. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, leaflet serta dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan imunisasi dasar sesuai usia bayi.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua mengenai imunisasi dasar lengkap dengan mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan baik setelah penyuluhan kesehatan.</p> <p><strong>Kesimpula</strong>n: Penyuluhan kesehatan yang terintegrasi dengan pelayanan imunisasi dasar efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan orang tua bayi usia 1–9 bulan serta mendukung peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap di pelayanan kesehatan primer.</p> Ester Saripati Harianja, Mestika Lumbantoruan, Netti Meilani Simanjuntak, Lala Mutiara, Ria Lestari Copyright (c) 2026 Ester Saripati Harianja, Mestika Lumbantoruan, Netti Meilani Simanjuntak, Lala Mutiara, Ria Lestari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6778 Tue, 03 Feb 2026 00:00:00 +0700 EDUKASI BAHAYA PENGAWET BORAKS PADA MAKANAN DI SMA NEGERI 12 MEDAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6809 <p><strong>Latar belakang</strong>: Boraks merupakan senyawa kimia yang dilarang dalam makanan karena bersifat toksik dan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Boraks sering disalahgunakan oleh produsen makanan untuk meningkatkan kekenyalan, tekstur, dan daya simpan makanan. Konsumsi boraks secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti iritasi saluran pencernaan, kerusakan ginjal dan hati, serta gangguan metabolisme. Remaja sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan boraks karena sering mengonsumsi makanan jajanan di lingkungan sekolah tanpa mengetahui kandungan bahan tambahan yang digunakan.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA Negeri 12 Medan terhadap bahaya penggunaan pengawet boraks pada makanan, sehingga siswa mampu mengenali risiko kesehatan yang ditimbulkan serta selektif dalam memilih makanan yang aman di lingkungan sekolah.</p> <p><strong>Metode</strong>: Diharapkan dengan adanya edukasi bahaya pengawet boraks pada makanan, siswa SMA Negeri 12 Medan mengalami peningkatan pemahaman mengenai pengertian boraks, ciri-ciri makanan yang mengandung boraks, serta dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat konsumsinya. Keberhasilan kegiatan edukasi ini ditunjukkan melalui peningkatan nilai pre-test dan post-test sebagai indikator peningkatan pengetahuan.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Setelah pelaksanaan penyuluhan, siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran terhadap keamanan pangan, khususnya terkait risiko penggunaan boraks pada makanan jajanan yang beredar di lingkungan sekolah.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan edukasi bahaya pengawet boraks pada makanan di SMA Negeri 12 Medan berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan pemahaman serta kesadaran siswa tentang keamanan pangan. Siswa menjadi lebih mengenal bahaya boraks dan lebih berhati-hati dalam memilih makanan jajanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi di lingkungan sekolah penting dilakukan sebagai upaya pencegahan agar siswa terhindar dari konsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya.</p> Suharyanisa Suharyanisa, Yanti Musyawarah, Betharina br Tarigan, Julia Susanti, Widya Fitri, Juprianto Yosafat Panjaitan, Nadine Wildan Laoli, Florentina Nafannes Duha, Rumonda Sihaloho, Selvi Anisa Manik, Neiza Damai Nirwana Copyright (c) 2026 Suharyanisa Suharyanisa, Yanti Musyawarah, Betharina br Tarigan, Julia Susanti, Widya Fitri, Juprianto Yosafat Panjaitan, Nadine Wildan Laoli, Florentina Nafannes Duha, Rumonda Sihaloho, Selvi Anisa Manik, Neiza Damai Nirwana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6809 Tue, 03 Feb 2026 00:00:00 +0700 PENGUATAN UMKM BERBASIS DATA: INTEGRASI GREEN DIGITAL MARKETING ANALYTICS DAN SISTEM AKUNTANSI BERKELANJUTAN DI KELURAHAN DWIKORA, MEDAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6826 <p><strong>Latar Belakang: </strong>UMKM di Kelurahan Dwikora, Kota Medan, masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan digital marketing berbasis data dan pencatatan keuangan usaha yang terstruktur, sehingga berdampak pada rendahnya kinerja dan daya saing usaha.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan digital marketing analytics dan menerapkan sistem akuntansi sederhana guna meningkatkan kinerja usaha.</p> <p><strong>Metode: </strong>Pengabdian dilaksanakan pada Oktober 2025 dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Instrumen yang digunakan meliputi modul digital marketing analytics, template pencatatan keuangan sederhana, dan lembar evaluasi<strong>.</strong></p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM dalam membaca data pemasaran digital serta penerapan pencatatan keuangan yang lebih rapi dan terpisah dari keuangan pribadi. Integrasi kedua aspek tersebut berdampak pada perbaikan pengambilan keputusan usaha dan peningkatan kinerja UMKM.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Integrasi digital marketing analytics dan sistem akuntansi sederhana efektif dalam memperkuat pengelolaan dan kinerja UMKM serta berpotensi mendukung keberlanjutan usaha.</p> Roberto Roy Purba, Heri Enjang Syahputra, Anastasia Saragih, Wenti Trisna Yanti Zega, Yufinta Rodearni Sitindaon, Rolando Marpaung Copyright (c) 2026 Roberto Roy Purba, Heri Enjang Syahputra, Anastasia Saragih, Wenti Trisna Yanti Zega, Yufinta Rodearni Sitindaon, Rolando Marpaung https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6826 Tue, 03 Feb 2026 00:00:00 +0700 KONSELING KELOMPOK SEBAGAI UPAYA PENATAAN JENJANG KARIR KEPADA SISWA KELAS 9 MTS https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6570 <p><strong>Latar belakang :</strong> Siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTS) sering mengalami kesulitan menentukan jalur karir mereka saat beralih ke jenjang pendidikan menengah atas. Tekanan teman sebaya, kurangnya pemahaman diri, dan kurangnya bimbingan karir yang bijak dan personal menyebabkan kebingungan ini.</p> <p><strong>Tujuan</strong> penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah konseling karir kelompok yang didasarkan pada pendekatan humanistik Carl Rogers berhasil menyelesaikan masalah ini. Penelitian melibatkan empat siswa kelas IX, masing-masing dibagi menjadi dua kelompok kecil. Metode studi kasus yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Intervensi konseling dilakukan pada tanggal 1 dan 11 November 2025 dalam dua sesi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi sederhana. Kemudian, teknik deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data.</p> <p><strong>Hasil</strong> penelitian menunjukkan bahwa konseling karir kelompok berbasis humanistik berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang diri mereka sendiri, mengurangi kebingungan karir mereka, dan meningkatkan kepercayaan mereka dalam proses pengambilan keputusan pendidikan. Keterbukaan, introspeksi, dan pemaknaan positif pengalaman pribadi didorong oleh interaksi dalam kelompok kecil.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Metode ini terbukti berhasil digunakan di MTs. Itu juga membantu membangun layanan bimbingan yang lebih kontekstual, humanis, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hasil ini mendorong konselor madrasah untuk memasukkan metode Rogers ke dalam program karir siswa pra-remaja.</p> Diva Eka Ariani, Siti Najarinah, Dina Melinda, Arini Safitri, Desi Erawati Copyright (c) 2026 Diva Eka Ariani, Siti Najarinah, Dina Melinda, Arini Safitri, Desi Erawati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6570 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0700 SMART LEARNING: TRANSFORMASI PEMBELAJARAN SISWA MELALUI MEDIA DIGITAL CANVA DI SMK HASANUDDIN MEDAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6834 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang :</strong> Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berorientasi pada kesiapan kerja lulusan. Namun, proses pembelajaran di SMK Hasanuddin Medan masih didominasi metode konvensional dan pemanfaatan media digital yang belum optimal, sehingga berdampak pada rendahnya minat belajar dan kreativitas siswa.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasikan pembelajaran melalui penerapan konsep <em>smart learning </em>dengan memanfaatkan media digital Canva.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode</strong><strong>: </strong>pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi yang dilakukan melalui ceramah, praktik langsung, dan diskusi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil</strong> : kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru serta siswa dalam menggunakan Canva sebagai media pembelajaran. Selain itu, kreativitas, keaktifan, dan minat belajar siswa mengalami peningkatan, serta proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan :</strong> Dengan demikian, pemanfaatan Canva sebagai media pembelajaran digital terbukti mampu meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran di SMK Hasanuddin Medan serta mendukung implementasi pembelajaran.</p> Rianto Sitanggang, Lius Luaha, Etty Desinawati Hura, Eli Maslina Telaumbanua, Rahman Lindu Tetonic Zega Copyright (c) 2026 Rianto Sitanggang, Lius Luaha, Etty Desinawati Hura, Eli Maslina Telaumbanua, Rahman Lindu Tetonic Zega https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6834 Wed, 04 Feb 2026 00:00:00 +0700 EDUKASI KESEHATAN MENTAL DAN KESEHATAN FISIK SEBAGAI UPAYA PROMOTIF KESEHATAN MASYARAKAT DI PANTI ASUHAN ALJAM’IYATUL WASHLIYAH https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6830 <p><strong>Latar belakang</strong>: Remaja yang tinggal di panti asuhan merupakan kelompok yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek kesehatan mental dan kesehatan fisik, mengingat adanya berbagai faktor lingkungan dan sosial yang dapat memengaruhi proses tumbuh kembang serta kesejahteraan mereka</p> <p><strong>Tujuan</strong>: untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak dan remaja mengenai pentingnya kesehatan mental dan kesehatan fisik sebagai upaya promotif kesehatan masyarakat di Panti Asuhan Aljam’iyatul Washliyah Kota Medan</p> <p><strong>Metode</strong>: Peserta kegiatan adalah anak dan remaja usia sekolah yang tinggal di Panti Asuhan Aljam’iyatul Washliyah, Kota Medan. Metode kegiatan dilaksanakan dengan desain deskriptif melalui intervensi edukasi kesehatan mental dan kesehatan fisik menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian pertanyaan lisan dan tertulis kepada peserta serta observasi partisipasi selama kegiatan berlangsung. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat pemahaman peserta dan respons terhadap materi edukasi yang diberikan.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan mental dan kesehatan fisik serta tingginya partisipasi dan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Edukasi kesehatan mental dan fisik secara terpadu terbukti efektif sebagai upaya promotif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan mendukung pembentukan perilaku hidup sehat pada anak dan remaja di panti asuhan.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi kesehatan mental dan kesehatan fisik di panti asuhan Kota Medan efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta terhadap pentingnya kesehatan secara holistik sebagai upaya promotif kesehatan masyarakat.</p> Sri Dearmaita Purba, Rinawati Sembiring, Antonij Edimarta Sitanggang, Efrina Pasaribu, Nitria Duha Copyright (c) 2026 Sri Dearmaita Purba, Rinawati Sembiring, Antonij Edimarta Sitanggang, Efrina Pasaribu, Nitria Duha https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6830 Wed, 04 Feb 2026 00:00:00 +0700 SOSIALISASI VISUAL PROGRAMMING TINGKAT PEMULA DI SMK HASANUDDIN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6835 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang:</strong> Era transformasi digital yang masif saat ini, kemampuan literasi digital tidak lagi sebatas pada pengoperasian perangkat lunak perkantoran dasar. Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut sumber daya manusia, terutama generasi muda, untuk memiliki kemampuan berpikir komputasional (<em>computational thinking</em>). Pemrograman (<em>programming</em>) telah menjadi bahasa global baru yang menggerakkan berbagai sektor kehidupan, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga layanan sosial. Namun, bagi banyak pemula, terutama siswa di tingkat menengah kejuruan, mempelajari bahasa pemrograman berbasis teks sering kali dianggap sebagai momok yang menakutkan karena sintaksis yang rumit dan logika yang abstrak. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kerja siap pakai. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menjembatani kesenjangan antara kurikulum sekolah dengan tuntutan industri yang dinamis. Di banyak sekolah, termasuk di SMK Hasanuddin, pengenalan logika pemrograman seringkali terhambat oleh kurangnya metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Pembelajaran yang terlalu teoritis tanpa visualisasi yang kuat membuat siswa cepat merasa bosan dan kehilangan minat sebelum mereka benar-benar memahami konsep dasar algoritma.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan :</strong> Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa SMK Hasanuddin dapat memiliki fondasi yang kuat untuk mempelajari bahasa pemrograman yang lebih kompleks di masa depan, sehingga mereka memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia kerja maupun saat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode :</strong> Materi pengabdian Materi yang akan disampaikan kepada siswa-siswi dalam kegiatan sosialisasi ini antara lain Memaparkan dan memperkenalkan konsep dasar <em>computational thinking</em> melalui media visual, mengenalkan siswa dalam menyusun algoritma sederhana menggunakan blok pemrograman <em>scratch</em>, menumbuhkan minat dan bakat siswa dalam bidang pengembangan perangkat lunak sejak dini.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil :</strong> Mengetahui dan memahami dengan baik tentang <em>computasional thingking,</em> aplikasi <em>Scratch</em>. Dan lebih memiliki keinginan lebih dalam untuk mengetahui pengembangan perangkat lunak.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Melalui langkah-langkah ini, diharapkan dapat terus menjadi edukasi, dan menumbuhk kembangkan minat bakat pembelajaran bahasa pemrograman yang relevan dan berkelanjutan. Adapun hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa minat dan keinginan dari siswa-siswi dalam pelatihan lanjutan agar konsisten di laksanakan di sekolah SMK Hasanuddin.</p> Immanuel H G Manurung, Alexander F.K. Sibero, Etty Destinawati Hura, Eli Maslina Telaumbanua, Rahman Lindu Tetonic Zega Copyright (c) 2026 Immanuel H G Manurung, Alexander F.K. Sibero, Etty Destinawati Hura, Eli Maslina Telaumbanua, Rahman Lindu Tetonic Zega https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6835 Wed, 04 Feb 2026 00:00:00 +0700 PENGUATAN LITERASI MEMBACA KEPADA PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN DESA DALU SEPULUH-A KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6537 <p><strong>Latar belakang:</strong> kegiatan literasi membaca anak di Indonesia cukup rendah yang dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan oleh Program untuk Penilaian Internasional siswa (PISA) pada tahun 2019 menunjukkan bahwa tingkat literasi anak-anak di Indonesia berada pada peringkat 62 dari 70 negara, yang membuktikan bahwa literasi mereka cukup rendah. Akibatnya, kemampuan literasi orang Indonesia harus ditingkatkan. Mahasiswa ilmu komunikasi USM Indonesia melakukan kegiatan literasi dengan anak-anak siswa sekolah dasar di Desa Dalu Sapuluh-A Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi yag mencakup membaca dan menulis yang efektif yang terdiri dari literasi membaca dan menulis dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan untuk membaca, menulis, mengolah, mencari, menelusuri, dan memahami informasi untuk menanggapi dan berpartisipasi dalam lingkungan sosial masyarakat.</p> <p><strong>Metode:</strong> dalam kegiatan ini, ada tiga metode yang digunakan. Pertama, materi tentang literasi membaca disampaikan melalui PowerPoint. Kedua, ada sesi tanya jawab atau diskusi interaktif yang dilakukan dengan peserta. Terakhir, peserta pelatihan diuji dengan pre- dan post-test untuk mengetahui seberapa baik mereka memahami literasi membaca dan menulis bagi siswa sekolah dasar. </p> <p><strong>Hasil:</strong> kegiatan penguatan literasi membaca bagi pengunjung Perpustakaan Desa Dalu Sepuluh A, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara telah terlaksana dengan baik dan lancar. Peserta, khususnya siswa-siswi, menunjukkan antusiasme tinggi melalui partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan literasi membaca pada peserta. Kegiatan ini diharapkan mendorong peserta untuk menerapkan kemampuan literasi membaca secara konsisten serta turut menjaga keberlangsungan perpustakaan desa demi mendukung kemajuan masyarakat.</p> Saurma MGP Siahaan, Mega Ulva Sari Sihombing, Anugerah Zebua, Alfian Gowasa, Rinikarni Telaumbanua Copyright (c) 2026 Saurma MGP Siahaan, Mega Ulva Sari Sihombing, Anugrah Zaibua, Alfian Gowasa, Rinikarni Telaumbanua https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6537 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0700 BERBAGI KASIH SEBAGAI WUJUD KEPEDULIAN SOSIAL https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6725 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan implementasi nyata dari mata kuliah Bisnis Internasional terkait konsep <em>Corporate Social Responsibility (CSR)</em> serta meningkatnya tantangan ekonomi yang berdampak pada Masyarakat prasejahtera.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Meningkatkan rasa toleransi dan kepedulian, dan solidaritas sosial tanpa membedakan latar belakang, serta mengikis sikap apatis di kalangan mahasiswa.</p> <p><strong>Metode</strong>: Kegiatan ini berupa aksi terjun langsung dengan membagikan paket makan malam di sepanjang jalan di daerah Kelurahan Dwikora Kota Medan pada tanggal 14 November 2025.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Bantuan fisik berupa pangan berhasil meringankan beban harian pemulung dan tunawisma, sekaligus memberikan dampak psikologis berupa peningkatan kepekaan sosial mahasiswa dan menciptakan hubungan sosial yang harmonis dengan warga sekitar.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Kegiatan berbagi kasih ini efektif memperkuat persatuan bangsa dan solidaritas soail melalui Langkah nyata yang mendapat respon positif dari Masyarakat dan pihak Kelurahan Dwikora. </p> Tohonan Silalahi, Mery Lani Br Purba, Elisabeth Tambunan, Marupa Siregar, Santi Rizki, Berkat Timoty Pasaribu, Yuni Kristiani Ndruru, Victoria Of Marsinta Tamba, Tiara J. Aritonang, Lelisriyanti Hulu Copyright (c) 2026 Tohonan Silalahi, Mery Lani Br Purba, Elisabeth Tambunan, Marupa Siregar, Santi Rizki, Berkat Timoty Pasaribu, Yuni Kristiani Ndruru, Victoria Of Marsinta Tamba, Tiara J. Aritonang, Lelisriyanti Hulu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6725 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0700 PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DI DESA PASAR V KEBUN KELAPA BERBASIS WEB https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6847 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang:</strong> Perpustakaan Desa Pasar V Kebun Kelapa merupakan pusat sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Namun, dalam operasionalnya, perpustakaan ini masih menghadapi kendala berupa proses pencarian buku, pendaftaran anggota, dan peminjaman yang dilakukan secara manual. Hal ini menyebabkan inefisiensi waktu, tingginya potensi kesalahan pencatatan, dan terbatasnya jangkauan layanan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, dan mengimplementasikan sebuah Sistem Informasi</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Perpustakaan berbasis web guna mengatasi permasalahan tersebut. Perancangan sistem menggunakan UML dengan menggunakan bahasa pemrograman&nbsp;PHP&nbsp;dan database&nbsp;MySQL.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil</strong> dari penelitian ini adalah sistem informasi perpustakaan berbasis web.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi tentang pemanfaatan perpustakaan sebagai sosialisasi kepada masyarakat Desa Pasar V Kebun Kelapa.</p> Riah Ukur Ginting, Burhanuddin Damanik, Harold Situmorang, Mukander, Juanda Hakim Lubis, Akhyar Lubis Copyright (c) 2026 Riah Ukur Ginting, Burhanuddin Damanik, Harold Situmorang, Mukander, Juanda Hakim Lubis, Akhyar Lubis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6847 Sat, 07 Feb 2026 00:00:00 +0700 SOSIALISASI TERAPI PIJAT OKETANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI WILAYAH DESA NAMO GAJAH https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6848 <p><strong>Latar belakang:</strong> Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ASI tidak segera keluar pada hari pertama pasca melahirkan, ibu merasa ASI keluar sedikit, kesulitan bayi dalam menghisap, keadaan putting susu ibu dan pengaruh promosi susu pengganti ASI. Pijat oketani juga merupakan salah satu metode breast care yang tidak menimbulkan rasa nyeri.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Pijat oketani bertujuan untuk menstimulus kekuatan otot pectoralis yang dapat meningkatkan produksi ASI dan membuat payudara menjadi lebih lembut dan elastis sehingga meumudahkan bayi untuk mengisap ASI.</p> <p><strong>Metode:</strong> Pijat Oketani adalah teknik perawatan payudara dari Jepang yang dikembangkan oleh Sotomi Oketani, bertujuan melunakkan jaringan payudara, memperbaiki elastisitas puting, dan meningkatkan produksi serta aliran ASI tanpa rasa sakit. Pijatan ini efektif mengatasi puting terbenam/datar, mencegah mastitis, dan meningkatkan kualitas ASI (protein/karbohidrat). </p> <p><strong>Hasil:</strong> Tujuan utama Meningkatkan produksi ASI, melancarkan ASI yang tersumbat, dan membuat puting lebih menonjol agar bayi mudah menyusu. Teknik ini bekerja langsung pada jaringan payudara (bukan punggung), memberikan rasa nyaman, tidak menimbulkan nyeri, dan efektif mencegah payudara bengkak. Manfaat Meningkatkan produksi ASI dengan menstimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Membuat payudara lebih kenyal dan lembut. Mengurangi stres dan kecemasan ibu nifas. Membantu bayi lebih mudah menyusu, sehingga meningkatkan berat badan bayi. Waktu Pelaksanaan Paling efektif dilakukan pada hari pertama hingga ke-5 setelah melahirkan (postpartum). Durasi Dilakukan selama kurang lebih 10-20 menit per sesi. Teknik ini aman dan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih atau bidan yang menguasai metode tersebut untuk membantu ibu menyusui mengatasi masalah ASI kurang lancar. Banyak ibu yang mengalami kesulitan dalam pemberian ASI disebabkan oleh masalah pada payudara yang dapat menyebabkan berhentinya pemberian ASI. Masalah menyusui yang sering terjadi seperti breast engorgement dapat menyebabkan rasa sakit pada puting karena produksi ASI yang berlebihan. Oketani massage adalah salah satu teknik yang dapat membantu ibu postpartum mengatasi beberapa kesulitan tersebut untuk memperlancar proses laktasi serta menyokong pertumbuhan bayi. Tujuan dari tinjauan sistematik ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas <em>oketani massage</em> terhadap <em>breast engorgement</em> pada ibu postpartum serta melihat aspek masalah lain pada ibu dan bayi. .</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Hasil dari sosialisasi yang telah dilaksanakan di wilayah Desa Namo Gajah ini menunjukkan bahwa teknik <em>oketani</em> <em>massage</em> efektif untuk mengurangi <em>brest engorgement </em>pada ibu <em>postpartum</em>. Selain <em>outcome</em> utama, <em>oketani massage</em> bisa meningkatkan kadar oksitosin ibu, menurunkan nyeri payudara, meningkatkan kenyamanan dan kepuasan dalam menyusui pada ibu.</p> Hilda Yani Karo karo, Faija Sihombing, Chainny Rhamawan, Sri Yunita Perangin angin Copyright (c) 2026 Hilda Yani Karo karo, Faija Sihombing, Chainny Rhamawan, Sri Yunita Perangin angin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6848 Sat, 07 Feb 2026 00:00:00 +0700 PELATIHAN KETERAMPILAN PRAGMATIS UNTUK PENGUATAN PERCAKAPAN SEHARI-HARI DALAM BAHASA INGGRIS DI SMA YAPIM TARUNA SEI ROTAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6759 <p><strong>Latar belakang:</strong> Masalah kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris pada siswa/i tingkat SMA menjadi persoalan bagi pengajar bahasa Inggris dan para siswa/i itu. Sehingga perlu pengajaran agar kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam konteks bahasa sehari-hari dapat ditingkatkan. Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris seringkali terhambat bukan karena kurangnya kosakata, melainkan kurangnya pemahaman tentang konteks sosial dan penggunaan bahasa yang tepat (pragmatik).</p> <p><strong>Tujuan:</strong> tujuan utama dari kegiatan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris bagi siswa/i SMA melalui pelatihan keterampilan pragmatis dalam percakapan sehari-hari.</p> <p><strong>Metode:</strong> Metode kegiatan Pengabdian ini dengan <em>Communicative Language Teaching</em> (CLT), <em>role-play</em>, analisis tindak tutur <em>(speech acts)</em>, dan penggunaan ungkapan kesantunan dalam berbagai situasi sosial.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Teknik <em>Communicative Language Teaching</em> (CLT), <em>role-play</em>, analisis tindak tutur <em>(speech acts)</em>, dan penggunaan ungkapan kesantunan dapat memacu siswa/i untuk lebih berani dan percaya diri untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Melalui kegiatan ini terjadi peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri dan ketepatan penggunaan bahasa sesuai konteks, seperti saat meminta bantuan, memberi saran, atau menyanggah pendapat secara sopan.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan Pengabdian msyarakat ini sangat bermanfaat karena memberikan stimulus dan motivasi kepada para siswa/i SMA untuk berkomunikasai dalam Bahasa Inggris. Untuk itu, pengajaran bahasa Inggris di sekolah menengah perlu mengintegrasikan unsur pragmatik agar siswa tidak hanya fasih secara gramatikal, tetapi juga kompeten secara sosial.</p> Antonius Wilson Sembiring, Arman Bemby Sinaga, Maria Friska. N, Rara Nadia, Alice Nofelinda Damanik Copyright (c) 2026 Antonius Wilson Sembiring, Arman Bemby Sinaga, Maria Friska. N, Rara Nadia, Alice Nofelinda Damanik https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6759 Sat, 07 Feb 2026 00:00:00 +0700 PENDAMPINGAN KEPADA PENDIDIK MUDA DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN IPA SD BERBASIS PERMAINAN EDUKATIF https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6724 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Rendahnya kemampuan guru muda dalam menciptakan media belajar IPA yang kreatif menjadi suatu hambatan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Proses belajar IPA butuh media yang menarik dan interaktif agar siswa dapat memahami konsep dengan baik. Media yang beraka dari permainan edukatif bisa menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan semangat dan pemahaman siswa dalam belajar. Maka dari itu, perlu adanya kegiatan pendampingan untuk memperbaiki keterampilan guru muda dalam merancang media pembelajaran IPA yang berbasis permainan edukatif.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Tujuan yang diharapkan melalui Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik pendidik muda dalam menggunakan media pembelajaran yang menyenangkan khususnya untuk siswa tingkat sekolah dasar melalui permainan.</p> <p><strong>Metode: </strong>Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi konsep <em>game-based learning</em>, pelatihan pembuatan media pembelajaran IPA berbasis permainan, serta pendampingan dan evaluasi hasil karya peserta. Sasaran kegiatan adalah pendidik muda dari jenjang pendidikan dasar<strong>. </strong></p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pendidik muda dalam merancang media pembelajaran berbasis permainan edukatif, serta meningkatnya motivasi pendidik untuk menerapkan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Media pembelajaran yang dihasilkan dinilai layak digunakan dalam proses pembelajaran dan berpotensi meningkatkan partisipasi serta minat belajar peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan berkelanjutan dalam pengembangan media pembelajaran inovatif bagi pendidik muda.</p> Mia Sinaga, Barita Esman Dabuke, Raffles Sinaga Copyright (c) 2026 Mia Sinaga, Barita Esman Dabuke, Raffles Sinaga https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6724 Sat, 07 Feb 2026 00:00:00 +0700 STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA ANAK-ANAK DI DESA DALU SEPULUH-A KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6534 <p><strong>Latar belakang:</strong> Tinggi rendahnya budaya literasi membaca anak-anak dipengaruhi oleh lingkungan dimana anak-anak dibesarkan. Mulai dari lingkungan dirumah sampai dilingkungan sekolah. Rendahnya budaya literasi di Desa Dalu Sepuluh-A Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara yang salah satunya adalah kurangnya literasi membaca yang menyebabkan siswa-siswa sekolah belum memiliki kompetensi. Hal ini disebabkan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di sekolah. Hal tersebut mengakibatkan lemahnya minat membaca dan menulis pada anak sekolah dasar.</p> <p><strong>Tujuan</strong> dari adanya pengabdian masyarakat ini adalah agar adanya kebiasaan membaca yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan anak sekolah dasar. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini dengan memberikan sosialisasi dan komunikasi serta pelatihan selama 2 bulan.</p> <p><strong>Hasil</strong> dari pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya kebiasaan membaca. Bukan hanya aktivitas membaca biasa tetapi aktivitas ini dapat menjadi budaya yang menghasilkan manfaat, termasuk menumbuhkan minat dalam membaca dan menulis bagi anak sekolah dasar di Desa Dalu Sepuluh-A Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara dan juga mulai tersedianya lingkungan yang nyaman dan fasilitas yang cukup memadai sebagai salah satu bentuk untuk membangun budaya literasi membaca.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong> dari pengabdian masyarakat ini adalah penting adanya strategi komunikasi dalam literasi membaca anak sekolah dasar karena memegang peranan penting dalam proses pendidikan, terutama dalam mendukung terciptanya budaya literasi di lingkungan sekolah. Dalam konteks pendidikan dasar dan menengah, komunikasi menjadi medium utama dalam menyampaikan pengetahuan, membentuk karakter, serta mendorong interaksi dua arah yang memungkinkan terjadinya pemahaman yang lebih mendalam antara pendidik dan peserta didik. </p> Salman Hasibuan, Defhany Defhany, Nurhawati Simamora, Kelvin Jebrisa Naibaho, Nia Stefani Tamba Copyright (c) 2026 Salman Hasibuan, Defhany Defhany, Nurhawati Simamora, Kelvin Jebrisa Naibaho, Nia Stefani Tamba https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6534 Sun, 08 Feb 2026 00:00:00 +0700 MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK PANTI: DARI KESADARAN DIRI HINGGA MANAJEMEN HUBUNGAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6706 <p><strong>Latarbelakang:</strong> Pengembangan kecerdasan emosional merupakan aspek fundamental dalam pembentukan kepribadian, kesejahteraan psikologis, dan kemampuan individu dalam menjalin hubungan sosial yang sehat. Kecerdasan emosional berperan penting dalam membantu anak mengenali dan mengelola emosi, mengembangkan empati, serta membangun interaksi sosial yang adaptif. Namun, anak yang tumbuh dalam lingkungan pengasuhan alternatif, seperti panti asuhan, cenderung menghadapi tantangan emosional dan sosial yang lebih kompleks akibat keterbatasan dukungan keluarga dan dinamika lingkungan sosial yang padat. Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk memperkuat kecerdasan emosional anak melalui pendekatan yang terarah dan berbasis keilmuan.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan emosional anak panti asuhan melalui program pendampingan psikososial yang terstruktur berdasarkan dimensi kecerdasan emosional.</p> <p><strong>Metode</strong> pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif- partisipatif atau pendampingan berbasis aktivitas melalui permainan peran, simulasi, dan diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam mengenali dan mengekspresikan, serta mengelola emosi secara tepat, meningkatkan empati, serta membangun interaksi sosial yang lebih positif dan kooperatif.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>nya, pendampingan psikososial berbasis kecerdasan emosional efektif dalam memperkuat kapasitas afektif dan sosial anak panti asuhan.</p> Indo Mora Siregar, Syahrul Fahri, Chairiah Yulianti Siregar Copyright (c) 2026 Indo Mora Siregar, Syahrul Fahri, Chairiah Yulianti Siregar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6706 Sun, 08 Feb 2026 00:00:00 +0700 MENJAGA KESEIMBANGAN EMOSI ANAK PANTI : STRATEGI UNTUK KESEHATAN MENTAL YANG LEBIH BAIK https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6705 <p><strong>Latarbelakang:</strong> Remaja yang tinggal di panti asuhan memiliki kerentanan tinggi terhadap gangguan emosi dan kesehatan mental akibat keterbatasan dukungan keluarga dan figur kelekatan. Kondisi ini menuntut adanya intervensi psikososial yang terstruktur dan berkelanjutan.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan emosi dan kesehatan mental remaja melalui program psikoedukasi dan pelatihan regulasi emosi di Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan.</p> <p><strong>Metode:</strong> yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 50 remaja. Intervensi dilaksanakan selama empat sesi dalam satu bulan, meliputi psikoedukasi kesehatan mental, pelatihan mindfulness, dan emotional journaling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan mental, DASS-21 (Depression, Anxiety, Stress Scales-21), serta lembar observasi perilaku oleh pengasuh. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t berpasangan.</p> <p><strong>Hasil:</strong> menunjukkan peningkatan pengetahuan kesehatan mental sebesar 45,4%, disertai penurunan tingkat stres sebesar 24,5%, kecemasan 23,0%, dan depresi 21,6%. Selain itu, observasi perilaku memperlihatkan berkurangnya konflik dan meningkatnya komunikasi positif antar penghuni panti.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Disimpulkan bahwa pendekatan holistik berbasis psikoedukasi dan regulasi emosi efektif dalam memperbaiki keseimbangan emosi remaja panti asuhan. Program ini berimplikasi penting bagi pengabdian kepada masyarakat, khususnya sebagai model intervensi promotif-preventif yang dapat direplikasi dengan dukungan kolaboratif antara pengelola panti dan tenaga profesional kesehatan mental.</p> Sri Ramadhani, Inggrit Puspita Sari , Siska Dwi Ningsih Copyright (c) 2026 Sri Ramadhani, Inggrit Puspita Sari , Siska Dwi Ningsih https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6705 Sun, 08 Feb 2026 00:00:00 +0700 SOSIALISASI PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA JEMAAT GEREJA POUK MARANATHA HELVETIA TAHUN 2025 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6775 <p><strong>Latar belakang:</strong> Penyakit Diabetes Melitus (DM) yang lebih di kenal di Indonesia dengan sebutan penyakit kencing manis merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya kian meningkat. Kini jumlah penderita Diabetes Melitus di Indonesia semakin bertambah. Tidak hanya orang tua, remaja dan dewasa muda ternyata juga di serang oleh penyakit diabetes . Peran glukosa adalah menjadi karbohidrat utama yang sebagian besar diserap ke dalam aliran darah sebagai glukosa, dan gula lainnya diubah menjadi glukosa di hati. Glukosa adalah sumber energi manusia, terbentuk dari karbohidrat, dikonsumsi dan disimpan di hati dan otot sebagai glikogen.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> penting dari pengelolaan diabetes melitus adalah untuk memulihkan gangguan metabolisme sehingga semua proses metabolisme kembali normal.</p> <p><strong>Metode:</strong> Pemeriksaan gula darah sewaktu merupakan prosedur pemeriksaan kadar gula darah yang dapat dilakukan di mana dan kapan saja tanpa perlu berpuasa atau mempertimbangkan kapan terakhir waktu makan. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menilai kadar gula darah yang memiliki gejala awal diabetes seperti sering buang air kecil, merasa haus dan minum, merasa lapar dan makan, dan penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas. Pemeriksaan glukosa darah umumnya dilakukan bagi penderita Diabetes Mellitus (DM) untuk menegakkan diagnosis serta memonitor terapi dan timbulnya komplikasi, sehingga perkembangan penyakit dapat dimonitor. Pelaksanaan diadakan di Gereja Pouk Maranatha Helvetia pada hari Minggu tgl 7 Desember 2025 jam 10.00 wib – selesai.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Dari jemaat yang di periksa ada beberapa orang yang hasil Kadar Gula Darah meningkat dan normal.</p> Tiara Rajagukguk, Malemta Tarigan, Erlan Aritonang, Izah Cahaya Rizki, Titi Alvian Zai Copyright (c) 2026 Tiara Rajagukguk, Malemta Tarigan, Erlan Aritonang, Izah Cahaya Rizki, Titi Alvian Zai https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6775 Mon, 09 Feb 2026 00:00:00 +0700 PENGGUNAAN OBAT LUKA DENGAN MENGGUNAKAN OBAT ALAMI LIDAH BUAYA SEBAGAI ANTIBAKTERI SMP MUHAMMADIYAH 4 MEDAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6832 <p><strong>Latar belakang</strong>: Lidah buaya (<em>Aloe vera</em>) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar dan dikenal memiliki aktivitas antibakteri serta kemampuan mempercepat penyembuhan luka. Kandungan senyawa aktif di dalam lidah buaya berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan membantu proses regenerasi jaringan kulit. Meskipun memiliki potensi yang besar, pemanfaatan lidah buaya sebagai obat luka alami masih belum dipahami secara optimal, khususnya di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penting dilakukan sebagai upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif pengobatan luka. Melalui pendekatan edukasi, diharapkan siswa mampu memahami manfaat lidah buaya secara ilmiah dan menerapkannya secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi tentang manfaat lidah buaya (<em>Aloe vera</em>) sebagai antibakteri alami penyembuh luka, melatih siswa-siswi melakukan pembuatan obat luka dari bahan alami lidah buaya (<em>Aloe vera</em>), memberikan pemahaman ilmiah kepada siswa-siswi melalui pengamatan efektivitas antibakteri penyembuh luka dari lidah buaya terhadap penyembuhan luka pada hewan percobaan.</p> <p><strong>Metode</strong>: Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, evaluasi lisan, dan dokumentasi kegiatan. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi partisipasi dan pemahaman peserta, panduan pertanyaan evaluasi, serta lembar dokumentasi berupa foto dan catatan kegiatan.</p> <p><strong>Hasil</strong> Setelah pelaksanaan penyuluhan, siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai manfaat dari tanaman lidah buaya dan juga bagamaina cara menggunakan atau mengaplikasikan tanaman lidah buaya sebagai obat bahan alami terhadap luka.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan lidah buaya (<em>Aloe vera</em>) sebagai obat luka alami antibakteri. Implikasi kegiatan menunjukkan bahwa edukasi berbasis bahan alami lokal efektif mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan serta berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat.</p> Suharyanisa Suharyanisa, Jon Kenedy Marpaung, Manahan Situmorang, Dumartina Hutauruk, Chindy Anzelina Simbolon, Elizabet Kristina Purba, ElsaNayla Sari, Jansela Rotua Malau, Muhammad Kausar, Rudolfo Zamili Copyright (c) 2026 Suharyanisa Suharyanisa, Jon Kenedy Marpaung, Manahan Situmorang, Dumartina Hutauruk, Chindy Anzelina Simbolon, Elizabet Kristina Purba, ElsaNayla Sari, Jansela Rotua Malau, Muhammad Kausar, Rudolfo Zamili https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6832 Mon, 09 Feb 2026 00:00:00 +0700 SOSIALISASI MENGENAI PENCATATAN PERKAWINAN DALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERKAWINAN DI INDONESIA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6871 <p><strong>Latarbelakang:</strong> Peningkatan perilaku peduli hukum dan Penegakan hukum memerlukan ketegasan aparat dan kesadaran masyarakat. Penegakan hukum akan menjamin kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman. Masyarakat perlu kesadaran hukum yang tinggi sehingga mempunyai perilaku hukum yang tinggi. Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang mempunyai jumlah masyarakat yang cukup banyak. Dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia, Pencatatan perkawinan merupakan salah satu prinsip hukum perkawinan nasional yang bersumberkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Eksistensi prinsip pencatatan perkawinan terkait dengan dan menentukan kesahan suatu perkawinan, artinya selain mengikuti ketentuan masing-masing hukum agamanya atau kepercayaan agamanya, juga sebagai syarat sahnya suatu perkawinan. Oleh karena itu pencatatan dan pembuatan akta perkawinan merupakan suatu kewajiban dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Dari ketentuan Pasal 2 UU 1/1974 jelas, setiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Artinya setiap perkawinan harus diikuti dengan pencatatan perkawinan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bila kedua ayat dalam Pasal 2 UU 1/1974 dihubungkan satu sama lainnya, maka dapat dianggap bahwa pencatatan perkawinan merupakan bagian integral yang menentukan pula kesahan suatu perkawinan, selain mengikuti ketentuan dan syarat-syarat perkawinan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Namun dalam praktiknya, kewajiban pencatatan dan pembuatan akta perkawinan menimbulkan makna hukum ambiguitas, karena kewajiban pencatatan dan pembuatan akta perkawinan bagi setiap perkawinan dianggap hanya sebagai kewajiban administratif belaka, bukan penentu kesahan suatu perkawinan, sehingga pencatatan perkawinan merupakan hal yang tidak terkait dan menentukan kesahan suatu perkawinan. Meskipun perkawinan tersebut dilakukan menurut masing-masing hukum agamanya atau kepercayaan agamanya, tetapi tidak dicatat, perkawinan tersebut dianggap tidak mempunyai kekuatan hukum. Perkawinan yang tidak dicatat ini menyebabkan suami isteri dan anak-anak yang dilahirkan tidak memperoleh perlindungan hukum. Untuk itu, perlu dilakukan pembaharuan hukum pencatatan perkawinan melalui pendekatan kontekstual, sehingga dapat memberikan kepastian dan perlindungan hukum terhadap suami isteri dan anak-anak yang dilahirkan dari suatu perkawinan. Faktor tidak adanya pencatatan dan pembuatan akta perkawinan kewajiban dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia menjadi masalah di masyarakat. Oleh karena itu dilakukan sosialisasi mengenai Pencatatan Perkawinan Dalam Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan Di Indonesia Di Lingkungan Masyarakat Melalui Program Kemitraan Masyarakat. Pencatatan perkawinan dalam perspektif hukum di lingkungan masyarakat melalui program kemitraan masyarakat Pengendalian faktor manusia melalui peningkatan peduli hukum dan lingkungan sehingga manusia tidak melakukan pelanggaran hukum. Program Kemitraan Masyarakat Peduli Hukum merupakan salah satu cara meningkatkan perilaku peduli hukum dan lingkungan. </p> <p><strong>Metode</strong> pelaksanaan kegiatan PKM ini melalui sosialisasi dan penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan, dan pendampingan terhadap mitra yaitu masyarakat Desa Singa Kabupaten Karo meliputi para petani, ibu-ibu PKK dan karang taruna.</p> <p><strong>Hasil</strong> kegiatan menunjukkan bahwa aparat Desa Singa Kabupaten Karo dan masyarakat antusias mengikuti kegiatan ini. Kegiatan dilakukan di sela-sela kesibukan bekerja masyarakat Desa Singa Kabupaten Karo. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan secara persuasif sehingga interaksi dengan masyarakat menjadi nyaman. Hal ini dilakukan agar transfer pengetahuan dan ketrampilan berjalan dengan baik. </p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Berdasarkan hasil kuisioner sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan bahwa perilaku peduli hukum dan lingkungan masyarakat Desa Singa Kabupaten Karo meningkat. Kondisi ini sangat penting untuk menciptakan penegakan hukum dan kepedulian lingkungan untuk kehidupan manusia yang nyaman.</p> Rian Mangapul Sirait, Tulus J.T Panjaitan, Juwita Copyright (c) 2026 Rian Mangapul Sirait, Tulus J.T Panjaitan, Juwita https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6871 Mon, 09 Feb 2026 00:00:00 +0700 PENGENDALIAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA USIA DEWASA MUDA MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HELVETIA https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6873 <p><strong>Latar </strong><strong>b</strong><strong>elakang:</strong> Pengendalian tekanan darah terbukti mampu menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular, memperbaiki kualitas hidup, serta menurunkan angka mortalitas akibat penyakit jantung dan stroke. Pada umumnya masyarakat usia dewasa muda di kota besar memiliki kebiasaan hidup tidak sehat seperti konsumsi makan tinggi natrium dan lemak, sering nongkrong (kurang beraktifitas), merokok dan minum alkohol. Kebiasaan yang tidak sehat inilah yang menyebabkan masyarakat usia muda sudah mengalami peningkatan tekanan darah.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan penyuluhan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tekanan darah tinggi, gejalanya (sering kali tanpa gejala), faktor risiko dan cara pencegahan/pengendaliannya, termasuk gaya hidup sehat (diet rendah garam, olahraga teratur, berat badan ideal, tidak merokok, kelola stres), serta pentingnya kontrol rutin ke pelayanan kesehatan.</p> <p><strong>Metode:</strong> Pemberian penyuluhan secara interaktif dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat usia dewasa muda mengenai pentingnya menjaga tekanan darah tetap normal. Penilaian keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini ditargetkan dalam tiga tahapan yaitu tahap awal, tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan. Lokasi kegiatan dilaksanakan pada salah satu lapangan futsal di wilayah kerja Puskesmas Hekvetia Medan. Sasaran penyuluhan adalah remaja dan dewasa muda yang berada di seputaran lokasi penyuluhan dan yang bersedia mengikuti penyuluhan.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Pada pelaksanaan pengabdian masyarakat ini didapatkan hasil antara lain pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar, peserta aktif bertanya dan berespon ketika berdiskusi, waktu yang digunakan sesuai dengan yang ditentukan, serta jumlah peserta memenuhi target yang diinginkan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Peserta memiliki pemahaman baru terkait pengendalian tekanan darah agar selalu dalam kondisi tekanan darah normal. </p> Novita Aryani, Muhammad Imam, Faturrahman Batee Copyright (c) 2026 Novita Aryani, Muhammad Imam, Faturrahman Batee https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6873 Tue, 10 Feb 2026 00:00:00 +0700 PELATIHAN REPARASI SMARTPHONE PADA PEMUDA KARANG TARUNA DESA BANDAR SETIA https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6874 <p><strong>Latar belakang:</strong> Keamanan dalam penggunaan alat komunikasi sangat penting untuk diperhatikan agar bisa segera mengantisivasi jika pada suat saat tiba tiba alat komunikasi mengalami kerusakan maka pengguna dapat memperbaiki sendiri alat komunikasinya. Upaya diadakannya pelatihan reparasi alat komunikasi adalah agar menciptakan pengetahuan baru pada pemuda karang taruna sekaligus agar pemuda karang taruna dapat membuka usaha untuk perbaikan alat komunikasi sehingga pemuda karang taruna mendapat kan pemasukkan untuk membantu ekonomi keluarga. Semakin banyak manfaat yang diberikan oleh alat komunikasi, maka akan ada pula kendala yang akan dihadapi contoh tiba-tiba alat komunikasi terjatuh dan padam tidak bisa dihidupkan sama sekali atau terus-menerus mencari sinyal (searching signal) karena tidak dapat menangkap dan mengunci jaringan, maka dapat mengakibatkan ponsel tersebut tidak bermanfaat serta tidak berfungsi, padahal ponsel tersebut belum lama dibeli. Tetapi jika ponsel tersebut masih bergaransi, tentunya hal ini tidak menjadi masalah. Bagaimana jika sudah lewat masa garansi. Berarti sudah tidak mendapat jaminan kerusakan.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Meningkatkan Keterampilan Pemuda Karang Taruna Desa Bandar Setia.</p> <p><strong>Metode</strong>: Diharapkan dengan adanya Kegiatan pelatihan ini mampu menigkatkan pengetahuan reparasi smartphone tentang mengedukasi reparasi smartphone tentang pentingnya praktik reparasi smartphone dalam persiapan, untuk meningkatkan kesadaran mereka akan efeknya terhadap kebutuhan ekonomi. dengan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pelatihan reparasi smartphone agar dapat menambah pemasukkan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil</strong>: Kegiatan edukasi ini mampu menigkatkan pengetahuan reparasi smartphone tentang mengedukasi reparasi smartphone tentang pentingnya praktik reparasi smartphone dalam persiapan, untuk meningkatkan kesadaran mereka akan efeknya terhadap kebutuhan ekonomi. dengan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pelatihan reparasi smartphone agar dapat menambah pemasukkan.</p> Fitria Priyulida, Eriansyah Putra, Khairil Abdillah, Alvero Wardana Wendra, Syardi Iwan Tona, Teguh iranda Ginting Copyright (c) 2026 Fitria Priyulida, Eriansyah Putra, Khairil Abdillah, Alvero Wardana Wendra, Syardi Iwan Tona, Teguh iranda Ginting https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6874 Tue, 10 Feb 2026 00:00:00 +0700 MENCIPTAKAN LINGKUNGAN POSITIF: UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DI PANTI ASUHAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6855 <p><strong>Latar belakang</strong>: Kasus remaja dengan tindakan bullying mengalami peningkatan, yang membuat banyak dampak pada kepribadian remaja. Sehingga diperlukan tindakan preventif bagi remaja untuk tindakan perundungan.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatakan pengetahuan remaja di Panti Asuhan Al Washliyah Medan tentang pentingnya kesehatan mental dan efek perundungan pada remaja sehingga terjadi penurunan kasus perundungan pada remaja. Jumlah peserta adalah 40 orang.</p> <p><strong>Metode</strong>: Metode dalam pegabdian masyarakat ini adalah edukasi dalam bentuk ceramah serta diskusi dan tanya jawab.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil pengabdian masyarakat yaitu peningkatan pengetahuan tentang perundungan bagi remaja sehingga remaja dapat meningkatkan perilaku pencegahan perundungan.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini disimpulkan bahwa perlunya kerjasama di berbagai pihak terutama bagi tim profesional yang memahami terkait permasalahan psikologis seperti dosen psikologi, psikolog, dan tim kesehatan lainnya sehingga meminimalisir perilaku dan mengurangi bertambahnya permasalahan psikologis yang dialami pada masyarakat.</p> Jihan Diafatma, Khaulah Aisyah Putri Siswanto, Sinarsi Meliala Copyright (c) 2026 Jihan Diafatma, Khaulah Aisyah Putri Siswanto, Sinarsi Meliala https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6855 Tue, 10 Feb 2026 00:00:00 +0700 PEMBUATAN DAN APLIKASI ASAP CAIR SEBAGAI PESTISIDA ALAMI UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6862 <p><strong>Latar belakang</strong>: Penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan petani, serta residu pada hasil pertanian. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pestisida alami yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya adalah asap cair yang berasal dari proses pirolisis biomassa dan memiliki kandungan senyawa aktif bersifat insektisida.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan serta aplikasi asap cair sebagai pestisida alami guna mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.</p> <p><strong>Metode</strong>: Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, edukasi dan penyuluhan, praktik langsung pembuatan asap cair, serta demonstrasi aplikasi pada tanaman. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat dan proses pembuatan asap cair. Masyarakat mampu mempraktikkan pembuatan dan aplikasi asap cair secara mandiri serta menunjukkan minat untuk menerapkannya dalam kegiatan pertanian. </p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Asap cair berpotensi menjadi alternatif pestisida alami yang efektif, mudah diterapkan, dan mendukung penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat masyarakat.</p> Vivi Purwandari, Liver Iman Putra Zai, Hestina, Heribertus Salman Jei Laia, Jessica Gustamin Harefa Copyright (c) 2026 Vivi Purwandari, Liver Iman Putra Zai, Hestina, Heribertus Salman Jei Laia, Jessica Gustamin Harefa5 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6862 Tue, 10 Feb 2026 00:00:00 +0700 SOSIALISASI PENGGUNAAN MIKROKONTROLER DALAM OPTIMALISASI DAN EFISIENSI ALAT PEMBUATAN PAKAN TERNAK https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6877 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang</strong>: Produksi pakan ternak skala rumah tangga masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dari sisi waktu, tenaga, dan konsistensi kualitas pakan. Pemanfaatan mikrokontroler sebagai teknologi tepat guna berpotensi meningkatkan efisiensi proses produksi pakan ternak melalui sistem otomatisasi. Namun, tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknologi mikrokontroler masih terbatas.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan</strong>: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan mikrokontroler untuk optimalisasi alat pembuatan pakan ternak.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode</strong>: Metode yang digunakan berupa sosialisasi, pelatihan, demonstrasi alat, dan pendampingan. Peserta kegiatan merupakan kelompok peternak skala kecil. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil</strong>: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 68% berdasarkan nilai rata-rata pre-test dan post-test. Peserta mampu memahami konsep dasar mikrokontroler, pengoperasian alat, serta manfaat otomatisasi dalam produksi pakan. Selain itu, terjadi peningkatan efisiensi waktu produksi hingga 40%.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan</strong>: Sosialisasi penggunaan mikrokontroler efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam optimalisasi alat pembuatan pakan ternak. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan skala kecil.</p> Mhd Aldi Primasyukra, Sri Ulina, Khairil Abdillah, Hotromasari Dabukke, Arief H Siregar, Josua Sianturi Copyright (c) 2026 Mhd Aldi Primasyukra, Sri Ulina, Khairil Abdillah, Hotromasari Dabukke, Arief H Siregar, Josua Sianturi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6877 Tue, 10 Feb 2026 00:00:00 +0700 PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT AKIBAT VIRUS BAGI SISWA/I DI SMP SWASTA AMAL LUHUR MEDAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6831 <p><strong>Latar belakang: </strong>Lingkungan sekolah menengah pertama memiliki tingkat interaksi sosial yang tinggi sehingga rentan terhadap penularan penyakit akibat virus, seperti influenza, cacar air, demam berdarah dengue, hepatitis, dan COVID-19. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dapat meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut. Kondisi ini berdampak pada kesehatan siswa serta mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang sistematis dan berkelanjutan sebagai langkah preventif untuk menekan penyebaran penyakit akibat virus di lingkungan sekolah.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SMP mengenai penyakit akibat virus, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.</p> <p><strong>Metode: </strong>Desain kegiatan menggunakan metode edukasi kesehatan interaktif. Metode yang diterapkan meliputi pemaparan materi tentang virus dan penyakit akibat virus, penayangan video edukatif mengenai etika batuk dan bersin serta cara mencuci tangan yang benar, demonstrasi praktik, sesi tanya jawab, dan ice breaking untuk meningkatkan partisipasi siswa. Media yang digunakan berupa presentasi materi dan video edukasi kesehatan.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil kegiatan menunjukkan siswa/i mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif selama sesi edukasi. Siswa mampu memahami jenis-jenis penyakit akibat virus, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Interaksi selama tanya jawab menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Edukasi kesehatan mengenai pencegahan penularan penyakit akibat virus efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa di SMP Swasta Amal Luhur. Kegiatan ini berpotensi membentuk perilaku hidup bersih dan sehat serta mendorong siswa menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan penyakit, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.</p> Andre Prayoga, Artha Yuliana Sianipar, Cut Masyithah Thaib, Adinda Nurul Amalia, Ester Nofiari Bawamenewi, Febri Mael Munte, Putri Agustina Sipayung, Putri Meriani, Rachel Dwi Lestari Larosa Copyright (c) 2026 Andre Prayoga, Artha Yuliana Sianipar, Cut Masyithah Thaib, Adinda Nurul Amalia, Ester Nofiari Bawamenewi, Febri Mael Munte, Putri Agustina Sipayung, Putri Meriani, Rachel Dwi Lestari Larosa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6831 Tue, 10 Feb 2026 00:00:00 +0700 PENDAMPINGAN GERAKAN MEMBACA, MENULIS, DAN BERHITUNG (CALISTUNG) GUNA MENINGKATKAN LITERASI DASAR SISWA DI KELURAHAN BESAR, MEDAN LABUHAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6879 <p><strong>Latarbelakang: </strong>Rendahnya kemampuan literasi dasar di wilayah urban marginal sering kali dipicu oleh keterbatasan akses fasilitas belajar dan tingginya ketergantungan anak terhadap gawai. Di Kelurahan Besar, Medan Labuhan, banyak siswa kelas rendah belum menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) secara memadai akibat kurangnya pendampingan belajar di luar sekolah. Kondisi ini memerlukan intervensi komunitas yang terstruktur untuk membangun fondasi akademik yang kuat.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dasar siswa melalui pendampingan gerakan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas I–III Sekolah Dasar yang belum menguasai kemampuan calistung secara memadai. Pelaksanaan dilakukan selama Agustus–Oktober 2025 di posko pendampingan yang disediakan oleh mahasiswa PPL Universitas Battuta.</p> <p><strong>Metode </strong>kegiatan mencakup observasi awal, pendampingan harian berbasis fun learning, penggunaan bahan ajar kontekstual, serta evaluasi melalui wawancara dan refleksi.</p> <p><strong>Hasil </strong>menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca lancar, menulis kalimat sederhana, dan menyelesaikan operasi hitung dasar. Selain itu, terjadi perubahan positif dalam kebiasaan belajar anak yaitu dari dominasi penggunaan gawai menjadi lebih tertarik pada aktivitas edukatif serta meningkatnya partisipasi orang tua dalam mendukung proses belajar di luar sekolah.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Program ini membuktikan bahwa intervensi berbasis komunitas dapat menjadi solusi efektif untuk memperkuat literasi dasar di wilayah urban marginal sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang berpusat pada kebutuhan peserta didik.</p> Dewi Sartika Panggabean, Zulvia Misykah, Sintia Siallagan, Fahnur Najah, Natasya Amalia Putri, Khairunnisa, Oriza Nuraulya Ambarita, Nurul Muharani Siregar, Rosmei Hutabarat Copyright (c) 2026 Dewi Sartika Panggabean, Sintia Siallagan, Fahnur Najah, Natasya Amalia Putri, Khairunnisa, Oriza Nuraulya Ambarita, Nurul Muharani Siregar, Rosmei Hutabarat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6879 Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 +0700 OPTIMALISASI PERAN KADER POSYANDU CEGAH STUNTING DENGAN"VARIASI CAMILAN SEHAT BALITA" https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6881 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang</strong>: Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman keluarga mengenai pemberian makanan bergizi, termasuk camilan sehat untuk balita</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan</strong>: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam mencegah stunting melalui pelatihan pembuatan variasi camilan sehat balita berbasis bahan lokal</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode</strong>: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan camilan sehat, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Sampel kegiatan adalah 20 orang kader yang aktif di wilayah binaan</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil</strong>: Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta secara signifikan setelah pelatihan, dari rata-rata 54,2 menjadi 82,6. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa partisipasi peserta sangat baik dan antusias selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dan materi kontekstual efektif dalam meningkatkan kapasitas kader sebagai agen perubahan perilaku gizi di masyarakat</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Pemberdayaan kader melalui pelatihan camilan sehat dapat menjadi strategi preventif yang berdampak langsung terhadap penurunan angka stunting di tingkat keluarga.</p> Surya Anita, Dewi R Bancin, Ria Lestari, Rut Enjelika Copyright (c) 2026 Surya Anita, Dewi R Bancin, Ria Lestari, Rut Enjelika https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6881 Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 +0700 PENYULUHAN EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN POLA ASUH UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU BALITA DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6883 <p style="text-align: justify;"><strong>Latarbelakang:</strong> Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara memiliki karakteristik masyarakat dengan tantangan tersendiri dalam pemenuhan gizi balita, seperti perubahan pola konsumsi, keterbatasan waktu pengasuhan, serta masih beredarnya informasi yang kurang tepat mengenai gizi anak. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu balita mengenai gizi seimbang dan pola asuh yang benar masih sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga. Berdasarkan uraian tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa penyuluhan edukasi gizi seimbang dan pola asuh pada ibu balita di Kecamatan Medan Sunggal perlu dilaksanakan sebagai upaya mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu balita sehingga mampu berkontribusi dalam menurunkan risiko stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa <em>Penyuluhan Edukasi Gizi Seimbang dan Pola Asuh untuk Pencegahan Stunting pada Ibu Balita di Kecamatan Medan Sunggal</em>, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta. Penyuluhan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu balita mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil</strong> evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita terkait gizi seimbang dan pola asuh yang tepat, yang ditunjukkan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, ibu balita juga menunjukkan peningkatan kesadaran dan sikap positif dalam menerapkan praktik pemberian makan yang sesuai usia anak serta memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan stimulasi tumbuh kembang. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa edukasi gizi dan pola asuh merupakan kebutuhan nyata bagi masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Dengan pendekatan yang komunikatif dan berbasis kondisi lokal, kegiatan ini berpotensi berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat keluarga dan Masyarakat.</p> Mido Ester J. Sitorus, Frida Liharis Saragih, Desy Lustiyani Rajagukguk Copyright (c) 2026 Mido Ester J. Sitorus, Frida Liharis Saragih, Desy Lustiyani Rajagukguk https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6883 Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 +0700 SOSIALISASI PENINGKATAN PEMAHAMAN PROTEKSI RADIASI BAGI TENAGA KESEHATAN DALAM PENGGUNAAN ALAT RADIOLOGI DIAGNOSTIK https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6887 <p><strong>Latarbelakang:</strong> Penggunaan radiasi pengion pada layanan radiologi diagnostik berperan penting dalam mendiagnosis kondisi medis pasien. Paparan radiasi oleh pasien harus dioptimalisasi karena memiliki risiko apabila prosedur keselamatan tidak diterapkan secara optimal. Identifikasi awal di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa pemahaman tenaga kesehatan mengenai prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable), pemanfaatan alat pelindung diri (APD), serta prosedur pemantauan dosis radiasi masih perlu ditingkatkan.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memperkuat pemahaman serta meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan terhadap praktik proteksi radiasi dalam pengoperasian peralatan radiologi diagnostik.</p> <p><strong>Metode:</strong> Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode edukasi interaktif, pelatihan praktik penggunaan alat pelindung diri dan dosimeter, serta pengukuran peningkatan pengetahuan melalui evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan kompetensi peserta dalam menerapkan prinsip justifikasi, optimisasi, dan pembatasan dosis, sekaligus mendorong terbentuknya budaya keselamatan radiasi di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.<br /><strong>Hasil:</strong> Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman peserta yang cukup signifikan setelah mengikuti kegiatan. Rata-rata nilai pre-test yang sebelumnya berada pada kategori sedang mengalami kenaikan pada hasil post-test hingga mencapai kategori baik.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menerapkan prinsip proteksi radiasi sesuai standar yang berlaku, sehingga dapat meminimalkan risiko paparan radiasi dan meningkatkan keselamatan pasien serta pekerja radiasi.</p> Hotromasari Dabukke, Adiansyah, Salomo Sijabat, Berkat Panjaitan, Jekki Artafik Manik, Elva Dewsita Copyright (c) 2026 Hotromasari Dabukke, Adiansyah, Salomo Sijabat, Berkat Panjaitan, Jekki Artafik Manik, Elva Dewsita https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6887 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0700 PANTAU TUMBUH SI KECIL: YOK... UKUR STATUS GIZI https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6886 <p><strong>Latar belakang:</strong> Status gizi balita sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak balita karena gizi merupakan sumber utama energi dan bahan pembentuk tubuh. Apabila anak mengalami kekurangan gizi dan tubuhnya tidak mendapat cukup zat penting seperti protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang maka anak akan tumbuh lebih lambat, berat badan tidak naik sesuai usia, mudah sakit, dan kemampuan berpikir atau belajar juga terganggu. Sebaliknya, kalau gizinya cukup dan seimbang, anak akan tumbuh tinggi, kuat, aktif, dan perkembangannya berjalan dengan baik sesuai usianya.</p> <p><strong>Tujuan</strong> kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pemantauan pertumbuhan balita dan mengukur status gizi anak balita. </p> <p><strong>Metode</strong> yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi. Kegiatan ini diikuti oleh anak balita sebanyak 30 orang.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan utama yaitu mengukur status gizi balita dan pemantauan pertumbuhan anak balita.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Hasil yang didapatkan bagi sasaran bahwa Balita dapat dilakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan dan pengukuran status perkembangan. Kegiatan ini bermanfaat untuk mengetahui status pertumbuhan dan perkembangan bayi dan Balita dan dapat digunakan sebagai upaya untuk mendeteksi secara dini stunting.</p> Marthalena Simamora, Rani Kawati Damanik, Normi Parida Sipayung, Elsa Ignacia Simanjuntak, Octavia Arthago Sitorus Copyright (c) 2026 Marthalena Simamora, Rani Kawati Damanik, Normi Sipayung https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6886 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0700 PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI PEMBERIAN TABLET FE, PERBAIKAN GIZI DAN PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI KELUARGA https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6885 <p><strong>Latar belakang:</strong> Anemia tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di kalangan wanita usia reproduksi dan ibu hamil. Di Indonesia, termasuk Kota Medan, prevalensi anemia masih relatif tinggi dan dipengaruhi oleh asupan zat besi yang tidak memadai, pola makan yang buruk, kepatuhan yang rendah terhadap konsumsi tablet zat besi (Fe), dan pengetahuan yang terbatas tentang kesehatan reproduksi.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Program pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk mencegah anemia melalui pendekatan komprehensif yang menggabungkan suplementasi.</p> <p><strong>Metode:</strong> Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas yang bersifat promotif dan preventif. Peserta sasaran meliputi wanita usia reproduksi, ibu hamil, dan anggota keluarga. Intervensi meliputi pendidikan kesehatan tentang anemia dan pencegahannya, distribusi tablet zat besi disertai konseling tentang cara konsumsi yang benar, pendidikan gizi yang berfokus pada pola makan seimbang kaya zat besi, serta pendidikan kesehatan reproduksi untuk keluarga. Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi interaktif, dan umpan balik peserta untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterlibatan.</p> <p><strong>Hasil</strong> menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang anemia, penyebabnya, konsekuensinya, dan strategi pencegahan. Peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai konsumsi tablet Fe yang tepat, identifikasi makanan kaya zat besi, dan pentingnya kesehatan reproduksi dalam pencegahan anemia. Partisipasi yang tinggi dan keterlibatan aktif selama sesi mencerminkan penerimaan masyarakat yang positif terhadap program ini.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan</strong>nya, mengintegrasikan suplementasi zat besi, edukasi gizi, dan promosi kesehatan reproduksi keluarga merupakan strategi yang relevan dan efektif untuk pencegahan anemia di tingkat masyarakat. Dukungan edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi yang kuat dengan layanan kesehatan primer direkomendasikan untuk meningkatkan dampak jangka panjang dan berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan ibu dan keluarga.</p> Frida Lina Tarigan, Donal Nababan, Mido Ester Sitorus Copyright (c) 2026 Frida Lina Tarigan, Donal Nababan, Mido Ester Sitorus https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6885 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0700 MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS ANAK USIA 5 – 6 TAHUN DI TK ST. THOMAS 2 MEDAN https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6884 <p><strong>Latar belakang:</strong> PkM ini adalah tingginya urgensi peningkatan kemampuan berbicara khusu nya bahasa inggris pada anka usia dini yang membutuhkan solusi yang tepat.</p> <p><strong>Tujuan</strong> PkM ini adalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara dan Kosa Kata Bahasa Inggris Anak Usia 5 – 6 Tahun di TK ST. Thomas 2 Medan.</p> <p><strong>Metode</strong> Pelaksanaan PKM ini dilaksanakan pada 2 kelas yaitu kelas B-One dan B-two dimana terdiri dari 55 orang anak. Dalam Pelatihan <em>Vocabulary Building</em> ini dilakukan secara luring selama 2 kali pertemuan. Materi yang disampaikan pada PKM ini disesuaikan dengan kebutuhan Vocabulary Anak usia 5 – 6 Tahun yaitu Color, Alphabet, Things around Class, Animals, Transportation, dan Fruits.</p> <p><strong>Hasil</strong> Pelaksanaan PkM ini yaitu kemampuan berbicara dan Vocabulary anak Usia 5 – 6 Tahun di TK ST. Thomas 2 Medan semakin meningkat. Disamping itu, kegiatan PKM ini juga mengajak anak untuk berpikir secara terbuka dan meningkatkan kemampuan kognitif dengan menawarkan pengetahuan yang terorganisir serta meningkatkan kreatifitas sebagai akibat dari perbedaan yang konstan dari mempelajari suatu ilmu linguistik.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong> yaitu dengan pelaksanaan PkM ini kemampuan berbicara dan Vocabulary anak Usia 5 – 6 Tahun di TK ST. Thomas 2 Medan semakin meningkat.</p> Mei Lyna Girsang, Robinson Hutagaol, Panni Ance Lumbantobing, Kezra Zebua, Ermeka Paulina Copyright (c) 2026 Mei Lyna Girsang, Robinson Hutagaol, Panni Ance Lumbantobing, Kezra Zebua, Ermeka Paulina https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6884 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0700 PEMBERDAYAAN PASIEN DIABETES MELALUI EDUKASI SELF CARE MANAGEMENT SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN GULA DARAH DAN PENCEGAHAN ULKUS DIABETIKUM https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6889 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang:</strong> Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti ulkus diabetikum. Rendahnya kepatuhan <em>self care management</em> menjadi salah satu faktor utama tidak terkontrolnya kadar gula darah dan meningkatnya kejadian luka kaki diabetik.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien diabetes melitus dalam menerapkan <em>self care management</em> guna mengendalikan kadar gula darah serta mencegah ulkus diabetikum di Klinik Asri Wound Care Center Medan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi perawatan kaki, monitoring gula darah sewaktu, serta pendampingan <em>self care</em> selama periode tertentu. Evaluasi dilakukan melalui <em>pre-test</em> dan post-test pengetahuan serta observasi praktik perawatan diri.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pasien tentang pengelolaan diabetes, peningkatan kepatuhan dalam monitoring gula darah, serta peningkatan kesadaran terhadap perawatan kaki.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap upaya pencegahan komplikasi ulkus diabetikum dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan luka berbasis edukasi preventif di klinik.</p> Henny Syapitri, Lasma Rina Efrina Sinurat, Agnes Silvina Marbun, Grace Tayesha Panjaitan Copyright (c) 2026 Henny Syapitri, Lasma Rina Efrina Sinurat, Agnes Silvina Marbun, Grace Tayesha Panjaitan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6889 Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0700