Jurnal Abdimas Mutiara
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM
<p style="text-align: justify;">Jurnal ABDIMAS MUTIARA diterbitkan oleh Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang asfek - asfek multidisiplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial berupa hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman belakang (petunjuk untuk penulis). Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>E-ISSN : <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1584340915&1&&">2722-7758</a></strong></p>Universitas Sari Mutiara Indonesiaen-USJurnal Abdimas Mutiara2722-7758EDUKASI PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI PADA PENJAMAH MAKANAN DI BANDARA KUALANAMO TAHUN 2025
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6748
<p style="text-align: justify;">Hygiene sanitasi makanan berfungsi untuk memastikan keamanan dan kebersihan makanan dari proses produksi hingga konsumsi. Hygiene sanitasi penjamah makanan tidak terlepas dari sikap dan pengetahuan mengenai hygiene dan sanitasi makanan. Pengetahuan, sikap dan hygiene sanitasi penjamah makanan sangat penting dalam penyelenggaraan makanan agar makanan yang dihasilkan terhindar dari kontaminasi.Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan para penjamah makanan dalam menerapkan prinsip hygiene dan sanitasi yang baik guna mencegah kontaminasi makanan dan mendukung kesehatan Masyarakat. Diharapkan dengan adanya edukasi Penerapan Hygiene Dan Sanitasi Pada Penjamah Makanan maka penjamah makanan mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep hygiene pribadi, sanitasi lingkungan, dan pentingnya penerapan standar kebersihan dalam pengolahan makanan, terjadi peningkatan nilai pre-test dan post-test sebagai indikator keberhasilan edukasi, terjadi perubahan perilaku seperti mencuci tangan dengan benar sebelum dan sesudah menangani makanan serta menggunakan perlengkapan kebersihan seperti sarung tangan dan penutup kepala, Penjamah makanan mampu mempraktikkan teknik sanitasi dasar seperti membersihkan alat masak, menjaga kebersihan area dapur, dan memisahkan bahan makanan mentah dan matang dengan benar, Pengelola usaha makanan menunjukkan minat untuk mengadakan pelatihan lanjutan dan menyediakan fasilitas sanitasi yang lebih memadai (seperti wastafel, sabun, dan tempat sampah tertutup) dan Adanya komitmen dari pengelola usaha makanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap hygiene dan sanitasi pegawai</p>Lia Rosa Veronika SinagaSeri Asnawati MuntheJasmen Manurung
Copyright (c) 2026 Lia Rosa Veronika Sinaga, Seri Asnawati Munthe, Jasmen Manurung
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-272026-01-277118PENINGKATAN KINERJA PERAWAT MELALUI PELATIHAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6755
<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang :</strong> Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dan menjadi prioritas dalam sistem pelayanan kesehatan nasional maupun global. Dalam konteks rumah sakit, pemahaman tentang keselamatan pasien sangat diperlukan untuk mendorong perawat dalam memberikan pelayanan yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa masih terdapat ketimpangan pemahaman dan implementasi keselamatan pasien di kalangan perawat.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja perawat terhadap keselamatan pasien melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara langsung di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Lubuk Pakam.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode</strong> yang digunakan meliputi ceramah, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta evaluasi pra dan pasca kegiatan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang perawat. Hasil pre-test menunjukkan nilai pretest paling rendah 59 dan yang paling tinggi 75 sementara Nilai postest paling rendah 76 dan yang paling tinggi 93.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> Dari hasil pretest dan postest terdapat peningkatan pengetahuan perawat tentang materi yang diajarkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan edukatif seperti sosialisasi dapat secara efektif meningkatkan komitmen dan kinerja perawat.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan :</strong> Diharapkan, kegiatan serupa dapat dijadikan program berkelanjutan oleh manajemen rumah sakit untuk memperkuat keselamatan pasien dan kinerja perawat.</p>Masri SaragihAdventy R.Bevy GuloEva Kartika HasibuanYudia IndrianiSteve Sebayang
Copyright (c) 2026 Masri Saragih, Adventy R.Bevy Gulo, Eva Kartika Hasibuan, Yudia Indriani, Steve Sebayang
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-2871915PEMANFAATAN APLIKASI DIGITAL UNTUK PEMANTAUAN KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI SMA KARTIKA I-2 MEDAN
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6429
<p><strong>Latar belakang :</strong> Perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh besar terhadap berbagai sektor, termasuk bidang kesehatan dan pendidikan. Pemanfaatan aplikasi digital sebagai sarana health monitoring merupakan inovasi penting dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat di kalangan pelajar.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital kesehatan serta kemampuan siswa dalam menggunakan aplikasi e-SehatLab, yaitu aplikasi berbasis web yang dirancang untuk membantu proses pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium sederhana seperti tekanan darah, kadar hemoglobin, berat badan, dan tinggi badan. Kegiatan dilaksanakan di SMA Kartika I-2 Medan dengan melibatkan 30 siswa kelas XI dan 2 guru pendamping UKS.</p> <p><strong>Matode :</strong> Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, pemeriksaan kesehatan, dan evaluasi melalui pre-test serta post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa sebesar 34% setelah pelatihan, serta tingkat kepuasan pengguna mencapai 88%, yang menunjukkan bahwa aplikasi e-SehatLab mudah digunakan dan bermanfaat bagi siswa. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan pencatatan digital hasil laboratorium.</p> <p><strong>Kesimpulan :</strong> Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penerapan transformasi digital di bidang kesehatan pendidikan dan memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.</p>Fathree HalawaApriska Dewi SipayungWinda Irawati Zebua
Copyright (c) 2026 Fathree Halawa, Apriska Dewi Sipayung, Winda Irawati Zebua
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-28711624PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN POSYANDU IBU HAMIL DAN BALITA DI PUSKESMAS HELVETIA MEDAN
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6758
<p><strong>Latar belakang :</strong> Posyandu merupakan upaya kesehatan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam pemantauan tumbuh kembang balita, kesehatan ibu hamil, dan pemberian imunisasi. Posyandu di Wilayah Puskesmas Helvetia mayoritas dikunjungi oleh ibu yang membawa balita untuk penimbangan berat badan dan imunisasi. <strong>Tujuan :</strong> Pemanfaatan posyandu oleh ibu hamil belum terbukti maksimal disebabkan oleh ibu hamil lebih banyak berkunjung ke klinik mandiri bidan dan ANC di posyandu tidak menjadi kebutuhan penting.</p> <p><strong>Metode :</strong> Untuk itu PkM ini dilakukan dengan tujuan memberikan pelayanan kepada ibu hamil dan balita dalam pemeriksaan kesehatan.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Kegiatan PkM berjalan lancar di Posyandu Puskesmas Helvetia dengan jumlah peserta yang terdata sebanyak 12 orang ibu hamil, 22 orang balita dan 2 orang kader kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari advokasi ke Puskesmas Helvetia, menjalin komunikasi dengan kader dan masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan :</strong> PkM ini memberikan kesimpulan bahwa peran posyandu sangat penting dalam menentukan kualitas kesehatan ibu hamil dan balita dan perlu untuk dilakukan inovasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat penting melalui pendampingan pada kader posyandu dari puskesmas.</p>Agnes PurbaRani Kawati DamanikRosetty SipayungMonika SaragihGoklas Royani
Copyright (c) 2026 Agnes Purba, Rani Kawati Damanik, Rosetty Sipayung
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-28712531DEEP LEARNING FOR SOCIAL COMPETENCE: STRATEGI PEMBELAJARAN MENYENANGKAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6702
<p><strong>Latar belakang :</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat, guru tidak hanya diberikan pelatihan teoretis, tetapi juga pendampingan praktik di kelas melalui model <em>coaching</em>, <em>co-teaching</em>, dan refleksi kolaboratif. Dengan cara ini, guru dapat mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana menciptakan pembelajaran yang bermakna sekaligus menyenangkan bagi peserta didik.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pembelajaran <em>deep learning</em> yang berpadu dengan prinsip <em>joyful learning</em> untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa abad ke-21. Program dilaksanakan di lima sekolah dasar mitra di Kota Medan dengan melibatkan 20 guru, 5 kepala sekolah, dan 178 siswa.</p> <p><strong>Metode :</strong> Metode pelaksanaan menggunakan <em>Participatory Action Model (PAM)</em> melalui empat tahap siklus: <em>planning, action, observation,</em> dan <em>reflection</em>. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, angket, wawancara, dan jurnal reflektif guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru terhadap konsep <em>deep learning</em> (kategori tinggi), penerapan <em>joyful learning</em> (kategori tinggi), keterampilan sosial siswa yang mencakup komunikasi, empati, dan kolaborasi (kategori tinggi), keterlibatan siswa dalam aktivitas pembelajaran (kategori tinggi), dan Refleksi Guru terhadap Praktik Mengajar (kategori sedang). Secara kualitatif, guru menunjukkan perubahan perilaku mengajar yang lebih reflektif, kreatif, dan partisipatif, sedangkan siswa menjadi lebih aktif, komunikatif, dan bertanggung jawab secara sosial. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi <em>deep learning</em> dan <em>joyful learning</em> mampu menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, humanis, dan berkelanjutan.</p> <p><strong>Kesimpulan :</strong> Pendekatan <em>PAM</em> terbukti efektif dalam mengembangkan kapasitas guru serta menumbuhkan budaya belajar kolaboratif yang berdampak positif terhadap pembentukan karakter sosial siswa.</p>Albi AnggitoJheni Yusuf SaragihAndreas Lubis
Copyright (c) 2026 Albi Anggito, Jheni Yusuf Saragih, Andreas Lubis
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-28713247SOSIALISASI PENANAMAN NILAI-NILAI ANTI KORUPSI DI KALANGAN HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) FIS UNIMED
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6689
<p><strong>Latar belakang:</strong> Korupsi merupakan salah satu permasalahan sosial yang berdampak serius terhadap pembangunan nasional dan melemahkan nilai-nilai keadilan sosial. Upaya pencegahan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan dan internalisasi nilai-nilai antikorupsi sejak dini, khususnya di kalangan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa mengenai nilai-nilai antikorupsi melalui kegiatan sosialisasi pada anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (FIS UNIMED).</p> <p><strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan refleksi nilai.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep, bentuk, dan dampak korupsi serta pentingnya penerapan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan organisasi dan akademik.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun budaya antikorupsi di lingkungan mahasiswa.</p>Winny Sunfriska Br LimbongMuhammad FadliNurhidayahIntan PulunganNatalia SidaurukSesilia Novitry Tafonao
Copyright (c) 2026 Winny Sunfriska Br Limbong, Muhammad Fadli, Nurhidayah, Intan Pulungan, Natalia Sidauruk, Sesilia Novitry Tafonao
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-28714854DARI TAHU JADI MAMPU: PENDIDIKAN KESEHATAN PRAKTIS BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6735
<p><strong>Latar belakang</strong>: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui perawatan diri yang efektif. Namun, banyak pasien masih mengalami kesulitan dalam menerjemahkan pengetahuan kesehatan ke dalam praktik sehari-hari, sehingga meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan yang bersifat praktis diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan keterampilan perawatan diri.</p> <p><strong>Tujuan</strong>:. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen diri secara praktis pada pasien diabetes melitus melalui pendidikan kesehatan yang terstruktur dan aplikatif.</p> <p><strong>Metode</strong>: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan November 2025 di aula Puskesmas Simarmata, Kabupaten Samosir, dengan melibatkan 20 pasien diabetes melitus. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Materi edukasi meliputi pengertian diabetes melitus, faktor risiko, pencegahan, pengaturan pola makan, kepatuhan minum obat, aktivitas fisik, pemantauan kadar glukosa darah, serta perawatan kaki. Media edukasi yang digunakan berupa leaflet dan presentasi PowerPoint.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tingkat partisipasi yang baik selama sesi berlangsung. Keterlibatan aktif terlihat dalam sesi diskusi, dan peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai diabetes melitus. Selain itu, peserta juga menyatakan adanya peningkatan motivasi dan komitmen untuk menerapkan pola makan sehat, mematuhi regimen pengobatan, serta melakukan perilaku perawatan diri secara rutin.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Pendidikan kesehatan yang bersifat praktis diterima dengan baik oleh pasien diabetes melitus dan berpotensi meningkatkan kemampuan manajemen diri pasien dalam mengendalikan diabetes serta mencegah terjadinya komplikasi.</p>Asima SiraitLaura Mariati SiregarVierto Irennius GirsangNurpina SimarmataRamanda Aprilyani
Copyright (c) 2026 Vierto Irennius Girsang, Asima Sirait, Laura Mariati Siregar, Nurpina Simarmata, Ramanda Aprilyani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-28715565PERAN KEBIDANAN DAN ATLM DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI PEMERIKSAAN LABORATORIUM RUTIN
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6508
<p><strong>Latar belakang:</strong> Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus, hipertensi, dan dislipidemia terus mengalami peningkatan prevalensi dan hingga saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Perubahan pola hidup masyarakat, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta kebiasaan merokok, menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka PTM. Deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium rutin merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan komplikasi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia.</p> <p><strong>Tujuan</strong> utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan laboratorium rutin sebagai upaya deteksi dini PTM melalui kolaborasi profesi Kebidanan dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM). Kolaborasi lintas profesi ini diharapkan dapat memberikan pendekatan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkesinambungan.</p> <p><strong>Metode</strong> kegiatan meliputi pemberian edukasi kesehatan, demonstrasi pemeriksaan laboratorium sederhana seperti pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta pelaksanaan skrining kesehatan pada peserta. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia dewasa dan lansia di wilayah binaan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan seminar, pemeriksaan kesehatan secara langsung, serta konseling hasil pemeriksaan.</p> <p><strong>Hasil</strong> kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PTM dan pentingnya pemeriksaan laboratorium rutin, serta ditemukannya beberapa peserta dengan faktor risiko PTM yang selanjutnya dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: kolaborasi antara tenaga Kebidanan dan ATLM memiliki peran signifikan dalam upaya promotif dan preventif PTM, sehingga kegiatan ini direkomendasikan untuk dijadikan program kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.</p>Elisa Silvia AritonangMarti SilfiaDenrison PurbaAgus Triani
Copyright (c) 2026 Elisa Silvia Aritonang, Marti Silfia, Denrison Purba, Agus Triani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-28716674IMPLEMENTASI KKN TEMATIK LITERASI TERHADAP MINAT BACA MASYARAKAT DI TBM RUMAH PERADABAN SNC KEDAI DURIAN
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6722
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Fenomena kajian pengabdian kepada masyarakat ini adalah adalah rendahnya minat baca masyarakat dan tidak optimalnya fungsi taman bacaan masyarakat akibat keterbatasan pengelolaan, fasilitas, koleksi bermutu sudah tersedia namun tidak optimal, serta minimnya program literasi, sehingga memerlukan intervensi melalui implementasi KKN Tematik Literasi.</p> <p><strong>Tujuan</strong> pengabdian ini adalah untuk mengetahui penerapan program KKN Tematik Literasi terhadap minat baca masyarakat di TBM Rumah Peradaban SNC Kedai Durian.</p> <p><strong>Metode</strong> yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah dengan menggunakan Pendekatan PAR <em>(Participatory Action Research)</em>.</p> <p><strong>Hasil</strong> pengabdian ini menunjukkan bahwa penerapan program KKN tematik literasi di TBM Rumah Peradaban SNC Kedai Durian dapat memberikan motivasi bagi pengelola dan relawan TBM dalam mengelola TBM dan melayani masyarakat serta meningkatkan motivasi masyarakat berkunjung untuk belajar dan memanfaatkan TBM.</p> <p><strong>Kesimpulannya</strong> adalah mplementasi KKN Tematik Literasi di TBM Rumah Peradaban SNC Kedai Durian menunjukkan bahwa program literasi berbasis inklusi sosial mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan minat baca masyarakat. Setelah dilakukan pendampingan, TBM yang sebelumnya belum memiliki sistem pengelolaan memadai akhirnya terdata secara resmi melalui perolehan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), memiliki pengelolaan koleksi yang lebih tertata, serta layanan perpustakaan yang mulai berjalan efektif. Rekomendasi dalam kegiatan pengabdian ini agar terus melakukan program ini dan membuat inovasi yang kreatif sehingga pengguna tidak merasa bosan dan motivasi belajar masyarakat terus meningkat serta adanya pendampingan dan kolaborasi dari pihak Perpustakaan Nasional melalui Dinas Perpustakaan dan pihak perguruan tinggi dan pustakawan dalam membantu dan TBM dan membudayakan kegemaran membaca dan kecapakan literasi masyarakat.</p>Sunyianto SunyiantoYusrin KaraunaMuhammad FadliKerisman HalawaInformant WauAurel Intani Zendrato
Copyright (c) 2026 Sunyianto Sunyianto, Yusrin Karauna, Muhammad Fadli, Kerisman Halawa, Informant Wau, Aurel Intani Zendrato
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-28718796EDUKASI PENYAKIT DEGENERATIF HIPERTENSI SERTA PENCEGAHANNYA KEPADA MASYARAKAT DI DESA KUALA LAMA, KABUPATEN SERDANG BEDAGAI
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6771
<p><strong>Latar belakang :</strong> Penyakit degeneratif hipertensi menjadi masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat. Kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan serta rendahnya pengetahuan mengenai penyakit degeneratif hipertensi dan pemeriksaan kesehatan menyebabkan rendahnya kepedulian terhadap deteksi dini dan upaya pencegahan penyakit tersebut.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan :</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan dan melakukan penyampaian edukasi langsung kepada masyarakat secara individu terkait penyakit degeneratif hipertensi serta melakukan pemeriksaan/<em>screening </em>kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan desain deskriptif menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode</strong> yang dilakukan dalam bentuk edukasi oleh apoteker terkait pengenalan penyakit degeneratif, gejala yang mungkin timbul serta upaya untuk pencegahan penyakit degeneratif terutama hipertensi dengan menerapkan pola hidup sehat. Proses edukasi yang dilakukan menggunakan media brosur dan penyampaian langsung kepada masyarakat secara individual. Untuk mengetahui tingkat kesehatan masyarakat, maka dilakukan pula pemeriksaan tekanan darah kepada masyarakat yang mengikuti proses edukasi kesehatan secara langsung. </p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil</strong> kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit degeneratif hipertensi serta pentingnya penerapan pola hidup sehat. Edukasi kesehatan disertai pemeriksaan tekanan darah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit degeneratif hipertensi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini berimplikasi positif dalam mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat serta mendukung upaya pencegahan hipertensi secara berkelanjutan.</p>Wulan Panduwi MelasariDenny SatriaLisda Rimayanti NasutionAminah DalimuntheYanti YemimaSony Eka NugrahaHafid Syahputra
Copyright (c) 2026 Wulan Panduwi Melasari, Denny Satria, Lisda Rimayanti Nasution, Aminah Dalimunthe, Yanti Yemima, Sony Eka Nugraha, Hafid Syahputra
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-287197106PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI PELUANG USAHA PRODUKTIF DI DESA TEBING TANJUNG SELAMAT
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6763
<p><strong>Latar Belakang</strong><strong>: </strong>Daun kelor (<em>Moringa oleifera</em>) merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan melimpah di wilayah pedesaan, termasuk Desa Tebing Tanjung Selamat. Daun kelor diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Pemanfaatan daun kelor oleh masyarakat masih terbatas pada konsumsi sederhana dan belum diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi daun kelor sebagai produk minuman tradisional yang bernilai tambah.</p> <p><strong>Tujuan</strong><strong>: </strong>Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan masyarakat Desa ini dalam mengolah daun kelor menjadi produk teh herbal yang higienis, berkualitas, dan memiliki nilai jual.</p> <p><strong>Metode</strong><strong>: </strong>Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai kandungan dan manfaat daun kelor bagi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra utama.</p> <p><strong>Hasil</strong><strong>: </strong>Hasil kegiatan ini adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat daun kelor serta keterampilan dalam pengolahan daun kelor. Masyarakat mampu menghasilkan produk daun kelor untuku dipasarkan.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan daun kelor sebagai produk bernilai ekonomi. Inovasi pengolahan daun kelor menjadi teh herbal berpotensi menjadi alternatif sumber penghasilan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan ekonomi desa berbasis sumber daya lokal.</p>Dyna Grace Romatua AruanVivi PurwandariErdiana GultomJefri Krisdayanti Gulo
Copyright (c) 2026 Dyna Grace Romatua Aruan, Vivi Purwandari, Erdiana Gultom, Jefri Krisdayanti Gulo
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-2871107111PENDAMPINGAN PEMASARAN DIGITAL BERBASIS DATA KEUANGAN UNTUK UMKM DI LINGKUNGAN RUMAH BUMN KABANJAHE
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6701
<p><strong>Latar belakang</strong>: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Kabupaten Karo dengan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan PDRB daerah. Namun, UMKM binaan Rumah BUMN Kabanjahe masih menghadapi tantangan serius di era digital, terutama keterbatasan pemasaran digital dan lemahnya pengelolaan keuangan. Mayoritas UMKM masih mengandalkan pemasaran konvensional serta belum melakukan pencatatan keuangan yang tertata, sehingga kesulitan menghitung harga pokok produksi (HPP) dan mengukur profitabilitas usaha. Kondisi ini berdampak pada penetapan harga jual yang tidak tepat dan terbatasnya jangkauan pasar. Permasalahan tersebut diperparah oleh belum terintegrasinya pengelolaan data keuangan dengan strategi pemasaran digital. Hasil survei awal menunjukkan rendahnya kemampuan UMKM dalam pencatatan keuangan, perhitungan HPP, pemanfaatan platform digital, serta penetapan harga yang kompetitif dan menguntungkan. Oleh karena itu, dibutuhkan program pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan pengelolaan data keuangan dan pemasaran digital secara sinergis agar UMKM mampu menyusun perencanaan bisnis berbasis data, meningkatkan daya saing, serta memperluas pasar secara berkelanjutan.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Tujuan pengabdian ini adalah: (1) Meningkatkan kapasitas UMKM dalam mengelola data keuangan sederhana, (2) Melatih pemanfaatan platform pemasaran digital secara efektif, (3) Mendampingi integrasi data keuangan dengan strategi pemasaran.</p> <p><strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research melalui tiga tahap: diagnosa kebutuhan, pelatihan dan pendampingan intensif, serta evaluasi berkelanjutan.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Peningkatan PengetahuanPelaku UMKM menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, terutama dalam hal integrasi data keuangan ke dalam strategi pemasaran.Output Konkret yang DihasilkanUntuk data keuangan, peserta UMKM mulai menerapkan pencatatan keuangan harian/mingguan menggunakan template yang diberikan dan mampu menghitung HPP produk utama mereka. Untuk akun bisnis digital, peserta UMKM kini memiliki akun Instagram/Facebook Business, atau WhatsApp Business yang telah dioptimalisasi (logo, bio, kontak). Dalam konten Digital, para UMKM sudah membuat beberapa konten baru (foto dan video produk) yang telah diunggah oleh peserta selama masa pendampingan. Konten telah menerapkan prinsip dasar fotografi dan copywriting yang diajarkan. Dalam hal strategi harga, beberapa peserta melakukan revisi harga jual setelah menghitung HPP secara akurat, sehingga margin keuntungan menjadi lebih jelas. Selain itu, setiap UMKM telah memiliki draft sederhana "Rencana Pemasaran Digital" yang mencakup target pasar, platform utama, jadwal konten, dan anggaran promosi.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat “Pendampingan Pemasaran Digital Berbasis Data Keuangan untuk UMKM di Lingkungan Rumah BUMN Kabanjahe” telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola pemasaran digital dan pencatatan keuangan. Melalui pelatihan, pendampingan langsung, dan evaluasi berkala, UMKM menjadi lebih memahami pentingnya penggunaan data keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan pemasaran. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan UMKM dalam Melakukan pencatatan keuangan secara lebih terstruktur, termasuk memahami arus kas, HPP, dan laporan laba rugi sederhana., Mengoptimalkan pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial, marketplace, dan tools digital berbasis data penjualan, Membuat konten promosi yang lebih menarik dan relevan, sesuai analisis data penjualan, dan Meningkatkan kemampuan analisis sederhana, seperti menentukan produk unggulan, target pasar, dan waktu promosi yang efektif.</p>Rizka Hilda SiregarNenni Lestari SurbaktiLelisman GiawaOdorikus Giawa
Copyright (c) 2026 Rizka Hilda Siregar, Nenni Lestari Surbakti, Lelisman Giawa, Odorikus Giawa
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-2871112119EDUKASI CARA MENJAGA KEBERSIHAN PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) PASCA OPERASI DI RS ADVENT MEDAN
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6779
<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang :</strong> CHF, suatu penyakit kronis, meningkatkan risiko masalah, terutama pada mereka yang telah menjalani operasi jantung, karena jantung tidak mampu berfungsi dengan baik sebagai pompa. Sebagian disebabkan oleh kebiasaan kebersihan pribadi yang tidak memadai, pasien CHF pascaoperasi sangat rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi luka operasi dan infeksi yang didapat di rumah sakit. Karena alasan ini, pengajaran tentang kebersihan kepada pasien merupakan komponen penting dalam perawatan keperawatan untuk membantu pemulihan mereka dan menurunkan risiko komplikasi pascaoperasi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan</strong><strong>:</strong> penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pendidikan kesehatan mempengaruhi pengetahuan pasien CHF pascaoperasi di Rumah Sakit Advent Medan tentang cara menjaga kebersihan yang baik.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Strategi yang digunakan adalah strategi edukatif, yaitu mengajarkan pasien CHF pascaoperasi tentang kebersihan pribadi, yang meliputi kebersihan fisik, kebersihan mulut, dan perawatan diri dasar. Tingkat pengetahuan pasien sebelum dan sesudah menerima pendidikan dibandingkan untuk menentukan efektivitas pendidikan. Setelah pendidikan kesehatan, temuan menunjukkan bahwa pasien lebih menyadari pentingnya mempraktikkan kebersihan pribadi yang tepat. Fungsi kebersihan dalam mencegah infeksi dan meningkatkan proses penyembuhan pascaoperasi menjadi lebih jelas bagi pasien.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil :</strong> Pasien terbukti menerapkan praktik kebersihan pribadi yang lebih sehat sebagai hasil dari edukasi yang diberikan secara terorganisir dan komunikatif.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> studi ini adalah bahwa pengajaran kebersihan kepada pasien dengan gagal jantung pasca operasi sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan praktik perawatan diri mereka. Edukasi ini, diharapkan, akan diintegrasikan ke dalam perawatan keperawatan berkelanjutan untuk menurunkan risiko masalah dan meningkatkan kualitas hidup pasien di Rumah Sakit Advent Medan yang sedang dalam masa pemulihan pasca operasi gagal jantung.</p>Hartaulina SaragihIndah SelvianaHerianto BangunYusuf Panserito HuluJismer Panjaitan
Copyright (c) 2026 Hartaulina Saragih, Indah Selviana, Herianto Bangun, Yusuf Panserito Hulu, Jismer Panjaitan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-2871120124PERSIAPAN BERSALIN NORMAL SELAMA HAMIL DENGAN YOGA, PILATES HIPNOTERAPI (YOPILANO) DI DESA BANGUN SARI KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6780
<p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang: </strong>Yopilano (Yoga Pilates dan Hipnoterapi ) merupakan satu kegiatan yang dirancang untuk ibu hamil dengan mengatur pose, tehnik pernafasan, secara tiori latihan yoga pilates dan hipnoterapi dapat melenturkan otot jalan lahir, mengatur pernafasan dan membuat ibu lebih rileks, bersalin normal merupakan satu proses alami jika ibu dipersiapkan secara fisik maupun phisik dimana saat ini akibat kurangnya pemahaman dan persiapan ibu selama hamil , sehingga banyak kasus rujukan yang mengakibatkan tingginya angka melahirkan dengan tindakan operasi, seksiosesaria. Permasalahan yang sering timbul saat bersalin adalah prilaku ibu kurang sehingga saat bersalin ingin cepat bersalin, tidak kooperatif dan tidak tahan nyeri cepat putus asa, hal ini berkaitan dengan tidak adanya persiapan fisik dan psikhis sehingga saat bersalin mempunyai masalah.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pada ibu hamil tentang Yopilano di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang .</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode: </strong>Penelitian deskriptif dengan pendekatan penyuluhan kesehatan kepada 24 ibu hamil trimester II-III di Kantor Lurah Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Data dikumpul melalui kuesioner pre-post, observasi praktik Yopilano, wawancara karakteristik responden (usia, pendidikan, pekerjaan, riwayat persalinan), dan analisis distribusi frekuensi deskriptif menggunakan tabel persentase untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta persalinan normal.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Dari 24 ibu hamil yang mengikuti penyuluhan Yopilano, 70,8% (17 responden) berhasil bersalin normal, sementara 29,2% (7 responden) tidak normal.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Penyuluhan Yopilano pada 24 ibu hamil trimester II-III meningkatkan kesiapan fisik-psikhis, mengurangi stres-kecemasan, dan memungkinkan 70,8% bersalin normal tanpa komplikasi signifikan; ibu dapat berlatih mandiri dibantu kader untuk persalinan alami, bayi bugar, dan ASI eksklusif optimal.</p> <p style="text-align: justify;"> </p>Christina R NainggolanJulia Mahdalena SiahaanElsarika DamanikPinkan SorayaSerly Pangaribuan
Copyright (c) 2026 Christina R Nainggolan, Julia Mahdalena Siahaan, Elsarika Damanik, Pinkan Soraya, Serly Pangaribuan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-2871125130PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH GALON AIR MINERAL UNTUK BUDIDYA IKAN LELE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI LELE DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS MEDAN, SUMATERA UTARA
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/6783
<p><strong>Latar belakang :</strong> Budidaya ikan lele di Kecamatan Medan Amplas saat ini memiliki banyak variasi untuk pengembangan ternak ikan lele, hampir semua kegiatan dilakukan di dalam kolam biasa, untuk itu pelatihan ini memeberikan peluang usaha baru untuk meningkatkan pendapatan para pelaku petani lele dari pengolahan limbah galon air mineral. Pentingnya menyiapkan dan memaksimalkan para petani sehingga lebih siap menghadapi trend marketing digital. Usaha ikan lele disamping menjadi sumber pendapatan keluargam juga bisa menjadi sebuah komunitas ekonomi. Ikan lele disukai dari semua kalangan baik itu anak muda maupun orang dewasa. Petani lele berpartisipasi dengan masyarakat, dan sudah bekerjasama dengan kehidupan dan kebutuhan masyarakat. Peran para petani lele yang tidak gaptek sangat penting untuk mendorong dalam membentuk sikap kemandirian pelaku petani lele untuk bersikap kreatif, inovatif dan mampu mengembangkan usaha menjadi lebih besar.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Target yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu, diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan limbah galon air mineral dalam industri budi daya ikan lele, meningkatkan efisiensi produksi, dan pada akhirnya menciptakan sistem budi daya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan pendekatan berbasis web dan memasarkannya tidak hanya melalui pasar tradisional tetapi dengan digital marketing (e-commerse).</p> <p><strong>Metode :</strong> Metode Ceramah, Dalam metode ini, peserta kegiatan pelatihan yaitu para petani lele menerima pemaparan materi mengenai pemanfaatan limbah galon air mineral untuk budidaya lele untuk meningkatkan pendapatan. Metode Diskusi, Dalam metode ini, diadakan diskusi mengenai kegiatan tahap selanjutnya setelah pemaparan teori dan diskusi yaitu praktek.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pelatihan pemanfaatan limbah galon air mineral yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani lele, menciptakan sistem organisasi pemasaran lele secara modren sehingga lebih efektif, efisien, dan memberikan motivasi untuk meningkatkan ekonomi keluarga.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan :</strong> Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah memenuhi luaran yang diharapkan, ada peningkatan informasi, pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan peserta tentang kegiatan budidaya ikan lele dengan pemanfaatan limbah galon air mineral.</p>Rahmawaty HasibuanEka Rizki MeiwindaAl Putri OktaviaSunantoTika Handayani
Copyright (c) 2026 Rahmawaty Hasibuan, Eka Rizki Meiwinda, Al Putri Oktavia, Sunanto, Tika Handayani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-282026-01-2871138143