https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/issue/feedJURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK2026-06-02T05:54:03+00:00Debie Rizqohdebie.rizqoh@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Analis Laboratorium Medik dikelola oleh Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Pendidikan Vokasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. Jurnal Analis Laboratorium Medik merupakan Jurnal ilmiah yang memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu analis kesehatan atau teknologi laboratorium medik yang membahas tentang kompetensi Mikrobiologi, Hematologi, Parasitologi, Imunoserologi, Toxikologi, dan Kimia Klinik. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yakni bulan Juni dan Desember. </p> <p><strong>ISSN: <a title="issn" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1403766860" target="_blank" rel="noopener">2527-712X</a> (media online). Terakreditasi <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/6421">SINTA 5</a></strong></p>https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/article/view/5933HUBUNGAN KADAR TIMBAL DALAM DARAH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PERILAKU MEROKOK PEKERJA BENGKEL SEPEDA MOTOR2026-05-13T07:44:32+00:00Nathasya Julyarti Baminthasyajulyarti@gmail.comIsnin Auliah Ulfah Mu’awanahthasyajulyart@gmail.comChairil Anwarthasyajulyart@gmail.com<p><strong>Latar belakang: </strong>Timbal disebut dengan timah hitam atau plumbum merupakan polutan berbahaya yang terdapat di udara bentuk partikel dalam debu logam. Timbal adalah salah satu logam berat yang dikategorikan sebagai Bahan Bahaya Beracun (B3) yang ditemukan dalam asap kendaraan dan juga timbal biasanya dicampuri untuk meningkatkan kinerja kendaraan. Pekerja bengkel motor merupakan salah satu kelompok yang beresiko terkena paparan timbal. Timbal yang terakumulasi dalam tubuh dapat berkaitan dengan eritrosit akan menghambat proses biologis yang dimana akan menganggu pembentukan hemoglobin</p> <p><strong>Tujuan: </strong>untuk mengetahui hubungan kadar timbal dengan kadar hemoglobin pada pekerja bengkel sepeda motor di Gamping, Yogyakarta<strong>. </strong></p> <p><strong>Metode: </strong>secara deskriptif analitik dengan jenis pendekatan <em>cross-sectional</em> pada 18 responden yang memenuhi kriteria inklusi, penelitian ini dilakukan di BB Labkes (Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat). Alat instrumen berupa kuesioner untuk mengumpulkan data responden dan SPSS untuk menganalisis data secara statistik inferensial untuk mengetahui kadar timbal dengan kadar hemoglobin. Kadar timbal diukur dengan metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dan kadar hemoglobin diukur dengan metode <em>cyanide-free</em><strong>. </strong></p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil kadar timbal semua responden berkisar <1,0 hingga 14,856 µg/l, sementara kadar hemoglobin berkisar 11,0 hingga 18,0 g/dl.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>berdasarkan uji <em>Rank Spearman</em> diperoleh nilai signifikansi 0,462 dan korelasi koefisien (<em>r</em>)=0,185 (>0,05) artinya tidak ada hubungan antara kadar timbal dengan kadar hemoglobin<strong>.</strong></p>2026-06-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nathasya Julyarti Bamin, Isnin Auliah Ulfah Mu’awanah, Chairil Anwarhttps://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/article/view/5979GAMBARAN PROFIL LIPID PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (IMA) DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI YOGYAKARTA TAHUN 2024 2026-05-13T07:46:33+00:00Devi Devidevidevi37876@gmail.comChairil Anwardevidevi37876@gmail.comAji Bagus Widyantaradevidevi37876@gmail.com<p><strong>Latar belakang:</strong> Infark miokard akut (IMA) termasuk ke dalam penyakit kardiovaskular, terjadi akibat berkurangnya pasokan darah karena terjadinya penyempitan arteri koroner yang disebabkan aterosklorosis sehingga, membuat suplai dan kebutuhan oksigen pada jantung tidak tercukupi.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pedekatan <em>cross-sectional. </em></p> <p><strong>Hasil:</strong> pada penelitian ini didapatkan hasil frekuensi penderita IMA terbanyak pada jenis kelamin laki-laki 55 (69,6%) pasien dan 24 (30,4%) orang berjenis kelamin perempuan. Frekuensi berdasarkan usia usia 36-45 tahun sebanyak 8 (10,1%) pasien, usia 46-55 tahun 14 (17,7%) pasien, usia 56-65 tahun 30 (38%) pasien, usia 66-75 tahun 20 (25,3%) pasien dan usia >75 tahun 7 (25,3%) pasien. Frekuensi kadar kolesterol total didapatkan kadar kolesterol total rendah sebanyak 6 (7.9%) pasien, normal 24 (30.4%) pasien, dan tinggi 49 (62%) pasien. Frekuensi kadar LDL didapatkan kadar LDL normal 15 (19%) pasien dan tinggi 64 (81%) pasien. Frekuensi kadar HDL didapatkan kadar HDL normal sebanyak 46 (58.2%) pasien, rendah sebanyak 33 (58.2%) pasien. Frekuensi kadar trigliserida didapatkan kadar trigliserida rendah sebanyak 2 (2.5%), normal 31 (39.2) pasien dan tinggi 46 (58.%) pasien.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Kelompok jenis kelamin terbanyak yaitu pada laki-laki berjumlah 55 (69,6%) pasien. Kelompok usia terbanyak terdapat pada kelompok usia usia 56-65 tahun berjumlah 30 (38%) pasien. Kadar kolesterol total terbanyak pada kelompok kadar tinggi berjumlah 49 (62%) pasien. Kadar LDL terbanyak pada kriteria kadar tinggi berjumlah 64 (81%) pasien. Kadar HDL terbanyak pada kriteria kadar normal berjumlah 46 (58,2%) pasien. Kadar trigliserida terbanyak pada kriteria kadar tinggi berjumlah 46 (58.%) pasien. Terdapat peningkatan pada kolesterol total, LDL, trigliserida dan HDL yang normal.</p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Devi Devi, Chairil Anwar, Aji Bagus Widyantarahttps://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/article/view/5932IDENTIFIKASI JAMUR Candida albicans PADA SALIVA PEROKOK KONVENSIONAL PEKERJA TAMBANG2026-05-13T07:43:10+00:00Sresta Azahrasresta.azahra@gmail.comNiswatun Nur Azizahniswatunnurazizah16@gmail.comEka Farpinaeka.farpina@gmail.comSupri Hartinitinipjt@gmail.com<p><strong>Latar belakang: </strong>Rokok konvensional terbuat dari daun tembakau yang digunakan secara dibakar, dihisap atau dikunyah. Merokok dapat meningkatkan potensi terkena kandidiasis oral (mukosa mulut) karena asap rokok mengandung bahan toksik dan memicu infeksi jamur <em>Candida albicans </em>yang menyebabkan kondensasi oleh asap rokok. Kandidiasis oral disebabkan oleh jamur <em>Candida albicans</em>.<strong> </strong></p> <p><strong>Tujuan:</strong> penelitian mengidentifikasi jamur <em>Candida albicans </em>pada saliva perokok konvensional pekerja tambang.</p> <p><strong>Metode: </strong>observasional deskriptif. Variabel tunggal dari penelitian ini adalah jamur <em>Candida albicans </em>pada saliva perokok konvensional pekerja tambang. Sampel yang digunakan sebanyak 25 sampel dengan teknik <em>total sampling</em> dengan prosedur pemeriksaan makroskopis (media SDA dan media <em>Chrome agar</em>), mikroskopis (LPCB dan <em>germ tube</em>) dan analisis data <em>univariat</em>.</p> <p><strong>Hasil: </strong>observasi pertumbuhan jamur <em>Candida albicans</em> pada saliva perokok konvensional pekerja tambang terdapat 8 sampel (32%) yang positif jamur <em>Candida albicans</em>. Distribusi frekuensi pertumbuhan jamur <em>Candida albicans</em> berdasarkan usia terbanyak pada usia 17-25 tahun 15 sampel (60%), durasi merokok terbanyak selama 6-15 tahun 18 sampel (72%), dan frekuensi sikat gigi terbanyak pada 2 kali sehari 23 sampel (92%).</p> <p><strong>Kesimpulkan: </strong>bahwa terdapat pertumbuhan jamur <em>Candida albicans </em>pada saliva perokok konvensional pekerja tambang.</p>2026-06-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sresta Azahra, Niswatun Nur Azizah, Eka Farpina, Supri Hartinihttps://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/article/view/5994HUBUNGAN TEKANAN DARAH DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD NYI AGENG SERANG TAHUN 20242026-05-13T07:47:07+00:00Wahyuni Fanlaiyuyufanlai@gmail.comArif Bimantarayuyufanlai@gmail.comFarida Noor Irfaniyuyufanlai@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Diabetes melitus tipe 2 bisa dikatakan penyakit serius yang ditandai dengan hiperglikemia akibat masalah sekresi atau fungsi insulin dan berpotensi menyebabkan komplikasi, salah satunya hipertensi atau dikenal dengan tekanan darah tinggi.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>untuk mengetahui hubungan antara jumlah glukosa darah dan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Yogyakarta Tahun 2024.</p> <p><strong>Metode: </strong>metode kuantitatif dengan desain <em>cross sectional. </em>Sampel diperoleh dengan <em>purposive sampling </em>dan total sampel sebanyak 94 responden. Data sekunder diperoleh dari data periode tahun 2024 di Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Yogyakarta. Data penelitian dianalisis dengan metode univariat untuk karakteristik responden dan bivariat untuk hubungan antara diabetes melitus dengan hipertensi menggunakan SPSS versi 26.</p> <p><strong>Hasil: </strong>menunjukkan bahwa berdasarkan usia dan jenis kelamin dari 94 total sampel pasien, paling banyak adalah pasien perempuan pada kelompok usia lanjut yaitu >65 tahun sebanyak 20 orang (21,3%).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan antara hipertensi dengan tingkat glukosa darah dimana mayoritas sampel pasien memiliki kadar glukosa darah tidak terkontrol dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) sebanyak 61 orang (64,9%). Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pemantauan rutin kadar glukosa darah dan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 serta memperkuat edukasi terkait pengendalian gaya hidup. Penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel pola makan, aktivitas fisik, dan durasi penyakit untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.</p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Wahyuni Fanlai, Arif Bimantara, Farida Noor Irfanihttps://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/article/view/6059DETEKSI GEN blaTEM DAN GEN floR PADA ISOLAT KLINIS Salmonella typhi DENGAN METODE DUPLEX PCR2026-05-13T07:56:39+00:00Adellya Mirza Putriyanidewisaroh@stikesnas.ac.idDewi Sarohdewisaroh@stikesnas.ac.id<p><strong>Latar belakang: </strong><em>Salmonella typhi</em> merupakan bakteri penyebab infeksi demam tifoid. Diagnosis laboratorium bakteri <em>Salmonella thypi</em> dapat dilakukan secara molekuler yang bertujuan untuk mendeteksi gen DNA pada bakteri yang diperiksa.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: untuk mengetahui ada tidaknya gen <em>blaTEM</em> dan gen <em>floR</em> pada isolat klinis <em>Salmonella typhi</em> yang diperoleh dari RS Universitas Sebelas Maret dan RSUD Dr. Moewardi.</p> <p><strong>Metode:</strong> analisis deskriptif. Sampel yang digunakan adalah isolat klinis <em>Salmonella typhi</em> dari pasien demam tifoid di RS Universitas Sebelas Maret dan RSUD Dr. Moewardi.</p> <p><strong>Hasil</strong>: penelitian diperoleh bahwa gen <em>blaTEM</em> resisten terhadap antibiotik ampisilin yang terdeteksi pada panjang produk 643 bp dan gen <em>floR</em> resisten terhadap antibiotik kloramfenikol yang terdeteksi pada panjang produk 250 bp pada isolat klinis <em>Salmonella typhi</em> dengan menggunakan metode duplex <em>Polymerase Chain Reaction</em>.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 12 sampel isolat bakteri, ditemukan gen <strong>blaTEM</strong> (643 bp) dan gen <strong>floR</strong> (250 bp) pada <em>Salmonella typhi</em>.</p> <p>Dengan metode Duplex PCR, hasil ini menunjukkan bahwa sampel darah pasien demam tifoid tersebut resisten terhadap antibiotik ampisilin dan kloramfenikol.</p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Adellya Mirza Putriyani, Dewi Sarohhttps://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/article/view/6167PEMERIKSAAN KOLESTROL MENGGUNAKAN METODE REAKSI ENZIMATIK PADA PASIEN HIPERTENSI DI RS MARTHA FRISKA2026-05-21T08:20:07+00:00Rama Shintaramashintaa205@gmail.comFitri Handayani Siregarfitrihandayanii1o@gmail.comSri Muri Dasa WardhaniSrimuridw@gmail.comM. Yuda Fahlevymyudafahlevyyuda@gmail.comM. Padil Ramadhanmuhammadfhaidil11@icloud.com<p><strong>Latar belakang: </strong>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi pemicu utama kematian dini di dunia. Kondisi ini sering diperburuk oleh hiperkolesterolemia, di mana peningkatan kadar lemak dalam darah memicu aterosklerosis yang meningkatkan resistensi pembuluh darah.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kolesterol total pada pasien hipertensi di RS MARTHA FRISKA dengan menggunakan metode reaksi enzimatik.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian berjumlah 50 pasien hipertensi yang diambil dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Kadar kolesterol diperiksa menggunakan metode <em>Cholesterol Oxidase - Peroxidase Aminoantipyrene</em> (CHOD-PAP). Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden, sebanyak 12 pasien (24%) memiliki kadar kolesterol normal, 18 pasien (36%) berada pada ambang batas tinggi, dan 20 pasien (40%) memiliki kadar kolesterol tinggi. Secara keseluruhan, 76% pasien hipertensi memiliki kadar kolesterol di atas nilai normal.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Adanya kaitan yang erat antara peningkatan tekanan darah dengan kenaikan kadar kolesterol total. Sebagian besar pasien hipertensi di RS MARTHA FRISKA memiliki kadar kolesterol tinggi. Hal ini menunjukkan perlunya pemantauan profil lipid secara rutin dan manajemen diet bagi penderita hipertensi untuk mencegah komplikasi kardiovaskular</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rama Shinta, Fitri Handayani Siregar, Sri Muri Dasa Wardhani, M. Yuda Fahlevy, M. Padil Ramadhanhttps://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/article/view/6170PEMERIKSAAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PASIEN DENGAN DM TIPE 2 YANG BERKUNJUNG DI RS SINAR HUSNI2026-05-22T07:39:26+00:00Annisa Salsabilaannisa.salsabila0805@gmail.comFitri Handayani Siregarfitrihandayannii10@gmail.comDevi Frisca Nanda Nasutiondevifriscanandanst@gmail.comIkhsan Ibrahim Pohanbaimm89@gmail.comSabina Dwi Anandaanandasabinadwi@gmail.com<p><strong>Latar belakang: </strong>Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan gangguan metabolik yang berisiko tinggi memicu komplikasi kardiovaskular akibat dislipidemia.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: untuk mengetahui gambaran kadar trigliserida pada pasien DM Tipe 2 di RS Sinar Husni.</p> <p><strong>Metode:</strong> yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang (<em>cross-sectional</em>). Sampel penelitian sebanyak 30 responden diambil menggunakan teknik <em>consecutive sampling</em> di Laboratorium Patologi Klinik RS Sinar Husni.</p> <p><strong>Hasil</strong>: menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (60%) dan berada pada kelompok usia ≥ 45 tahun (87%). Sebanyak 18 pasien (60%) memiliki kadar trigliserida tinggi (> 150 mg/dL), dan ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor usia dengan peningkatan kadar trigliserida (p = 0,045).</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: sebagian besar penderita DM Tipe 2 di RS Sinar Husni mengalami hipertrigliseridemia yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Disarankan bagi pihak rumah sakit untuk melakukan pemantauan profil lipid secara rutin dan memberikan edukasi diet ketat bagi pasien diabetes.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Annisa Salsabila, Fitri Handayani Siregar, Devi Frisca Nanda Nasution, Ikhsan Ibrahim Pohan, Sabina Dwi Annisa