KORELASI KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN HITUNG JENIS LEUKOSIT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD BAHTERAMAS KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA
DOI:
https://doi.org/10.51544/jalm.v10i2.6357Keywords:
Diabetes Melitus Tipe 2, Kadar Glukosa Darah, hitung jenis leukositAbstract
Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin. Hiperglikemia kronis memicu peradangan sistemik yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, pengukuran glukosa darah dan jumlah leukosit sangat penting untuk menilai status metabolik dan imunologi pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar glukosa darah dengan hitung jenis leukosit pada penderita DM tipe 2 di RSUD Bahteramas Kota Kendari Sulawesi Tenggara.
Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dari 53 pasien DMT2 di RSUD Bahteramas Kota Kendari. Data berupa hasil pemeriksaan glukosa darah dan hitung jenis leukosit dari rekam laboratorium. Analisis dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk dan korelasi Spearman Rank menggunakan SPSS.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kadar glukosa darah ≥200 mg/dL. Jumlah neutrofil rata-rata lebih tinggi dibandingkan jenis leukosit lainnya. Hasil uji Spearman menunjukkan bahwa akumulasi neutrofil berkorelasi positif signifikan dengan kadar glukosa darah (r = 0,413; p = 0,002), sementara akumulasi eosinofil berkorelasi negatif signifikan (r = -0,290; p = 0,035).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dengan beberapa jenis leukosit.
Downloads
References
Andayani, A., Yosika, G. F., & Niella, F. W. (2023). Hubungan Kadar Glukosa Darah Dengan Jumlah Leukosit Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Gambiran Kota Kediri. JUSTER : Jurnal Sains Dan Terapan, 2(2), 66–71. https://doi.org/10.57218/juster.v2i2.638.
Annisa, M. P. (2020). Hubungan Jumlah Leukosit Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (Doctoral dissertation, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional).
American Diabetes Association (ADA). (2023). Standards of Medical Care in Diabetes 2023. Diabetes Care, 46(Supplement_1), S1–S291.
Chang, A. M., & Halter, J. B. (2003). Aging and insulin secretion. American Journal of Physiology-Endocrinology and Metabolism, 284(1), E7–E12.
Dinkes Kota Kendari. (2023). Profil Kesehatan. Kendari.
Donath, M. Y., & Shoelson, S. E. (2011). Type 2 diabetes as an inflammatory disease. Nature Reviews Immunology, 11(2), 98–107.
Forbes, J. M., & Cooper, M. E. (2013). Mechanisms of diabetic complications. Physiological Reviews, 93(1), 137–188.
Ghasemi, A., & Zahediasl, S. (2012). Normality tests for statistical analysis: a guide for non-statisticians. International Journal of Endocrinology and Metabolism, 10(2), 486–489.
International Diabetes Federation (IDF). (2021). IDF Diabetes Atlas, 10 th edition. Brussels, Belgium: International Diabetes Federation.
IDF. ((2019) retrieved Oct 29, 2020). from Diabetes Atlas seventh Edition 2019.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Situasi Diabetes Mellitus di Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI.
Klein, S. L., & Flanagan, K. L. (2016). Sex differences in immune responses. Nature Reviews Immunology, 16(10), 626–638.
Kumar et al. (2018). Association Of Neutrophil-To-Lymphocyte Ratio With Cardiovascular Disesase In Patients With Type 2 Diabetes. Journal Of Clinical And Translational Research, 4(1),1-8.
Li et al. (2019). Elevated lymphocyte-to-monocyte ratio predicts better prognosis in patients with type 2 diabetes. Journal of Diabetes Research, 2019, 1-9.
Permatasari, A., & Suhartono, S. (2021). Perbedaan Prevalensi Diabetes Mellitus Berdasarkan Jenis Kelamin di Indonesia: Analisis Data Riskesdas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 19(1), 33–40.
Raafi, V. A. (2020). Pengaruh Pemberian Bawang Tunggal Hitam (Singleclove Black Garlic) terhadap Hitung Jenis Leukosit pada Tikus Model Diabetes Melitus (Doctoral dissertation, Universitas Jenderal Soedirman).
Sitepu, Ade M, Djafar, Dewi U, dan Panda, Agnes L. 2016. Gambaran jumlah leukosit pada pasien infark miokard akut di RSUP Prof. Dr. R.D.Kandou Manadoperiode Januari- Desember.
Shaaban, M. A., El-Mashad, G. M., & Ezzat, D. A. (2020). Role of eosinophils in diabetic patients: Potential biomarkers of glycemic control. Egyptian Journal of Internal Medicine, 32(1), 7.
Stratton, I. M., Adler, A. I., Neil, H. A., Matthews, D. R., Manley, S. E., Cull, C. A., & Holman, R. R. (2000). Association of glycaemia with macrovascular and microvascular complications of type 2 diabetes (UKPDS 35): prospective observational study. BMJ, 321(7258), 405–412.
Yan, W., Liu, L., Li, Y., Yang, X., & Zhang, S. (2015). Basophil percentage as a biomarker in diabetic patients: A retrospective study. Clinical Laboratory, 61(9), 1043–1049.
Zhou, X., Zhang, W., Wu, W., Guo, W., & Wang, S. (2021). Lymphocyte-tomonocyte ratio as a predictor of type 2 diabetes mellitus. Diabetes Research and Clinical Practice, 173, 108686.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wa Ode Surida, Imam Agus Faisal, Ira Pangesti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
Â
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).







