JURNAL FARMANESIA https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2 <p style="text-align: justify;">Jurnal Farmanesia merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia dengan maksud untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh dosen, baik dosen tetap USM-Indonesia maupun dosen dari perguruan tinggi lain, dan mahasiswa dari perguruan tinggi USM-Indonesia dan mahasiswa perguruan tinggi lain dalam bidang farmasi dan Kesehatan. Jurnal Farmanesia mencakup lingkup farmakologi, farmasetika, biologi farmasi, kimia farmasi, farmakognsi, fitokimia. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun bulan Juni dan Desember. <strong>Jurnal Farmanesia telah memiliki nomor E-ISSN: </strong><strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1465026150">2528-2484</a> (</strong><strong>media online).</strong></p> en-US masyithah.thaib@gmail.com (Cut Masyithah Thaib) suharyanisa@gmail.com (Suharyanisa) Wed, 06 May 2026 09:29:47 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 FORMULASI OBAT KUMUR JERNIH BERBASIS MINYAK ATSIRI DENGAN TEKNIK SOLUBILISASI SERTA PENAMBAHAN EKSTRAK RESIN JERNANG (DAEMONOROPS DRACO) https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2/article/view/5941 <p><strong>Latar belakang</strong>: Karies gigi akibat Streptococcus mutans dapat dicegah dengan obat kumur, namun formulasi sintetik berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif alami. Minyak atsiri (serai wangi, kayu manis, cengkih, jeruk nipis) serta ekstrak resin jernang (Daemonorops draco) diketahui mengandung senyawa antibakteri.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini merancang formulasi obat kumur jernih berbasis minyak atsiri dan kombinasi dengan ekstrak resin jernang serta melihat aktivitas antibakteri sediaan.</p> <p><strong>Metode</strong>: Delapan formula disusun, kemudian dievaluasi meliputi organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, serta diuji aktivitas antibakteri terhadap S. mutans dengan metode difusi cakram.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan pada pemeriksaan organoleptis pada formula tidak memberikan perbedaan warna, rasa, bau, kecuali pada kombinasi jeruk nipis dan jernang mengalami perubahan warna menjadi merah keruh. Pada uji pH seluruh formula berada pada rentang 6,2–7,5. Uji viskositas konsisten dalam rentang 4–7 cP. Pemeriksaan homogenitas seluruh formula menunjukkan hasil homogen dan uji cycling test menunjukkan seluruh formula tetap stabil kecuali F8 yang memperlihatkan kekeruhan. Namun semua formula obat kumur dengan konsentrasi minyak atsiri di dalam batas yang aman dan memenuhi estetika warna tidak dapat menunjukkan terbentuknya zona hambat.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Sediaan kumur yang mengandung minyak atsiri dan resin jernang telah berhasil dibuat serta stabil dalam penyimpanan namun belum memiliki aktivitas antibakteri yang mencukupi.</p> Deroza Chariesy, Tommy Julianto, Sri Budiasih Copyright (c) 2026 Deroza Chariesy, Tommy Julianto, Sri Budiasih https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2/article/view/5941 Tue, 06 May 2025 00:00:00 +0000