https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2/issue/feed JURNAL FARMANESIA 2025-12-31T00:25:43+07:00 Cut Masyithah Thaib masyithah.thaib@gmail.com Open Journal Systems <p style="text-align: justify;">Jurnal Farmanesia merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia dengan maksud untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh dosen, baik dosen tetap USM-Indonesia maupun dosen dari perguruan tinggi lain, dan mahasiswa dari perguruan tinggi USM-Indonesia dan mahasiswa perguruan tinggi lain dalam bidang farmasi dan Kesehatan. Jurnal Farmanesia mencakup lingkup farmakologi, farmasetika, biologi farmasi, kimia farmasi, farmakognsi, fitokimia. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun bulan Juni dan Desember. <strong>Jurnal Farmanesia telah memiliki nomor E-ISSN: </strong><strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1465026150">2528-2484</a> (</strong><strong>media online).</strong></p> https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2/article/view/6671 UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN VARIAN TEH KOMBUCHA BERDASARKAN LAMA MASA FERMENTASI 2025-12-30T18:29:43+07:00 Nurhikma Mayani nurhikmahmayani04@gmail.com Ainil Fithri Pulungan ainilfithri240@gmail.com Haris Munandar Nasution harismunandarnasution@umnaw.ac.id Rafita Yuniarti rafitayuniarti@umnaw.ac.id <p><strong>Latar Belakang: </strong>Teh kombucha berasal dari fermentasi tradisional teh manis yang menggunakan simbiosis bakteri asam asetat dan spesies ragi yang memilki aktivitas antibakteri dan antioksidan. Teh kombucha mengandung metabolit sekunder flavonoid, saponin, tanin, steroid yang dapat bersifat sebagai antibakteri. Bakteri Escherichia coli umum hidup di dalam saluran pencernaan manusia atau hewan, dan Staphylococcus aureus umunya terdapat pada kulit.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>untuk mengetahui teh kombucha memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan serta pengaruh lama fermetasi terhadap akttivitas antibakteri dan antioksidan.</p> <p><strong>Metode: </strong>menggunakan true Experimental. Pada penelitian ini fermetasi teh menggunakan kombucha pengujian antibakteri dan antioksidan berdasarkan lama fermentasi dan karakterisasi teh kombucha.</p> <p><strong>Hasil: </strong>bahwa varian teh kombucha dapat digunakan sebagai antibakteri dan antioksidan. Pada uji aktivitas antioksidan pada teh hitam memiliki nilai IC50 paling tinggi pada hari ke-12 yaitu (45,5750) sedangkan pada teh oolong memiliki nilai IC50 paling tinggi pada hari ke-18 yaitu (30,5632). Uji aktivitas antibakteri diameter daya hambat terhadap bakteri Esherichia coli pada daun teh oolong paling besar pada hari ke-21 yaitu (15,7) sedangkan pada teh staphylococcus aureus terhadap daun teh hitam paling besar terdapat pada hari ke-21 yaitu (14,03).</p> 2025-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Nurhikma Mayani, Ainil Fithri Pulungan, Haris Munandar Nasution, Rafita Yuniarti https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2/article/view/6672 ANALISIS SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETANOL NIKOTIN EKSTRAK DAUN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.) ASAL GAYO DENGAN METODE GC-MS 2025-12-30T19:42:56+07:00 M Rayhan Ulmi ulmirayhan09@gmail.com Supiyani Supiyani Supiyani@umnaw.ac.id Anny Sartika Daulay anny.satika@gmail.com Minda Sari Lubis mindasarilubis@umnaw.ac.id <p><strong>Latar Belakang: </strong>Tembakau merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia, terutama sebagai bahan baku rokok, dan diketahui mengandung nikotin. Selain itu, potensi tembakau sebagai agen antibakteri juga perlu dieksplorasi mengingat kandungan senyawa bioaktif di dalamnya.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>untuk menetapkan kadar nikotin pada daun tembakau Gayo (Nicotiana tabacum L).</p> <p><strong>Metode: </strong>skrining fitokimia, penetapan kadar secara kuantitatif dengan titrasi asidimetri dan secara kualitatif spektrofotometri GC-MS.</p> <p><strong>Hasil: </strong>penentuan penetapan kadar nikotin pada daun tembakau gayo yaitu 1,3% pada serbuk dan 2,9 % pada ekstrak .Uji kualitatif dengan GC-MS diperoleh hasil alkaloid (Nicotine), Golongan heterosiklik nitrogen ( Quinazoline, 8-methoxy-) , eter dan turunan fenol (p-Acetoxyanisole), terpenoid (Neophytadiene, Phytol , (+)-Nerolidol , beta-elemene , alpha-Farnesene , dihidroionon) , Alkohol (threo-2-Deuterio-1, 2 – diphenylethanol , Cyclohexanol ) Hidrokarbon Trisiklik (2,2,3,7-Tetramethyltricyclo (5.2.0.0. (1,6)) Undec-3-Ene ) , Diterpenoid( Torreferol).</p> 2025-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 M Rayhan Ulmi, Supiyani, Anny Sartika Daulay, Minda Sari Lubis