FORMULASI SEDIAAN FACIAL WASH MENGGUNAKAN SARI JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swingle) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Propionibacterium acnes

Authors

  • Suharyanisa Program Studi S1 Farmasi, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Karnirius Harefa Program Studi S1 Farmasi, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Frida Lina br Tarigan Program Studi S1 Farmasi, Universitas Sari Mutiara Indonesia

Keywords:

facial wash, penghambat jerawat

Abstract

Facial wash  merupakan sabun pembersih wajah yang ringan dan lembut yang berfungsi untuk menjaga kebersihan kulit. jeruk nipis yang sangat masam mengandung vitamin c yang bertindak sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui formulasi sediaan facial wash anti acnes dari perasan jeruk nipis (citrus aurantifolia swingle) dan Untuk mengetahui aktivitas perasan jeruk nipis dalam menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes. Pembuatan sari jeruk nipis di lakukan secara sederhana yaitu menggunakan juicer. Masing-masing formulasi di lakukan replikasi sebanyak tiga kali. Pada penelitian ini formulasi dilaksanakan dengan perbedaan konsentrasi bahan aktif dengan F0 tanpa kandungan sari jeruk nipis, F1 mengandung 10% sari jeruk nipis, F2 mengandung 12,5% sari jeruk nipis, dan F3 mengandung 15%  sari jeruk nipis. Pengujian terhadap sediaan Facial wash meliputi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, uji homogenitas, uji iritasi, uji saponin, uji antibakteri. Hasil penelitian diperoleh bahwa semua sediaan Facial wash homogen, memiliki pH 6,5-7,2 dan stabil selama 4 minngu. Sediaan Facial wash sari jeruk nipis. Semua sediaan Facial wash sari jeruk nipis tidak mengiritasi kulit. Fasial wash sari jeruk nipis ( Citrus aurantifolia swingle ) dapat menghambat bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter zona hambat kuat dengan konsentrasi 10%,12,5%,15%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifi, R., Erlin, E., & Rachmawati, J. (2018). Uji Anti Bakteri ekstrak daun belimbing wuluh (averrhoa bilimbing L) terhadap zona hambat bakteri jerawat propaniobacterium acnes secara in vitro. Quagga : Jurnal pendidikan dan biologis,

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2008, Farmakope Herbal Indonesia, 113-115, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Depkes RI, 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Cetakan Pertama, 3-11, 17-19, Dikjen POM, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional

Depkes RI. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III, Jakarta: Direktorat Jendral Pengawas Obat dan Makanan.

Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV, Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Dewi, S.A. 2009. Cara Ampuh Mengobati Jerawat Secara Alami dan Medis. Yogyakarta: Buana Pustaka.

Difco Laboratories, 1977 Manual of Dehydrated Culture Media and Reagents for Microbiology and Clinical Laboratory Procedures 9th ed. Detroit Michigan: Difco Laboratories

Ditjen POM. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi Ketiga, Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 32-33.

Ditjen, POM, 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Departemen RI

Lachman, L., & Lieberman, H. A. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Edisi Kedua. Jakarta: UI Press: hal. 1091-1098.

Loveckova, Y. dan Havlikova, I. 2002. A Microbiological Approach to Acne Vulgaris. Papers. 146 (2): hal. 29-32.

Lynn, D. D., Tamara Umari, Caori A. D., dan Robert P. D. 2016. The Epidemiology of Acne Vulgaris in Late Adolescence. Adolescent Health, Medicine and Therapeutics. 7: hal. 13-25.

Maghfiroh, L., T. Rahayu, dan A. Hayati. 2018. Profil Histokimia dan Analisis In Silico Senyawa Metabolit Sekunder pada Daun Zaitun (Olea europaea L.). e-Jurnal Ilmiah SAINS ALAMI. 1(1): hal. 74-78.

Maharani, A. 2015. Penyakit Kulit, Terapi Untuk Penyakit Kulit, Macam Nutrisi Untuk Kesehatan Kulit, Langkah Tepat Dalam Menanggulangi Penyakit Kulit.

Meiliana & Hasanah, 2018 Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis Gracinia mangostana L) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat. Jurnal Farmaka, 16 (2), pp.322-328

Mitsui T., 1997, New Cosmetic Science, Dalam Elsevier Science B.V., Amsterdam.

Muliyawan, Dewi & Suriana, Neti. 2013. A-Z Tentang Kosmetik. Jakarta: PT Elex Media Komputerindo.

Mahmud, T. H., Aziz, A. A., dan Muda, R. 2015. A Review on the Potential Use of Chitosan Based Delivery System in Mild Facial Cleansing Formulation. International Journal of Polymeric Materials and Polymeric Biomaterials. Volume 64, Issue 8: 432-437.

Movita, Theresia. 2013. Acne Vulgaris. Artikel ilmiah continuing medical education, CDK-203/ Vol 40, No.4.

Wasitaatmadja. 1997. Penuntun Kosmetik Medik. Universitas Indonesia, Jakarta. WHO (World Health Organization). Medicinal plants in Papua New Guinea. World Health Organization, regional office for the Western Pacific. Manila.

Yusuf V.A., Nurbaiti N. and Permatasari T.O., 2020, Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Pelajar Sekolah Menengah Atas Tentang Acne Vulgaris Pada Wajah Dengan Perilaku Pengobatannya, Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan, 6(2), 83–86.

Zahrah, Halimatus, Arifa Mustika, & Kartuti Debora. 2018. Aktivitas Antibakteri dan Perubahan Morfologi dari Propionibacterium acnes Setelah Pemberian Ekstrak Curcuma Xanthorrhiza. Jurnal Biosains Pascasarjana. 20 (3): hal. 160-169.

Zhelsiana et al., 2016. Formulasi Dan Evaluasi Sifat Fisik Masker Gel Off Lempung Bentonite. The 4th University Research Colloquium 2016, Nomor 34: 42-45

Downloads

Published

2020-05-03