PENGARUH KOMPRES SEREI HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI ARTRITIS RHEUMATOID PADA LANJUT USIA DI PANTI JOMPO GRAHA RESIDEN SENIORKARYA KASIH MEDAN TAHUN 2018

Main Article Content

Maita Sarah

Abstract

masyarakat, khususnya pada orang yang berumur 60 tahun keatas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh kompres serei hangat terhadap nyeri pada penderita Artritis rheumatoid usia diatas 60 tahun. Metode penelitian ini adalah quasy-eksperiment dengan rancangan one group pre-test-post test design. Sampel sebanyak 23 responden yang menderita Artritis rheumatoid dan mengalami nyeri selama waktu penelitian, Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, lembar observasi dan lembar kuesioner skala nyeri numerik.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata intensitas nyeri rheumathoid arthritis sebelum (pre-test) dilakukan kompres serei hangat adalah 2.61 dengan standar deviasi 499.Sedangkan rata-rata nyeri setelah (Post-test) kompres jahe adalah 1.22 dengan standar deviasi 422. Berdasarkan hasil uji statistik Paired-Sample T Test didapatkan p-value 0,000 (< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut kompres serei hangat dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi nyeri Artritis rheumatoid.Dapat disimpulkan bahwa kompres serei berpengaruh terhadap nyeri Artritis rheumatoid.Rekomendasi dalam pemberian kompres serei hangat ini dapat digunakan sebagai terapi komplementer terhadap nyeri Artritis rheumatoid.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sarah, M. (2019). PENGARUH KOMPRES SEREI HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI ARTRITIS RHEUMATOID PADA LANJUT USIA DI PANTI JOMPO GRAHA RESIDEN SENIORKARYA KASIH MEDAN TAHUN 2018. JURNAL MUTIARA NERS, 2(2), 238-243. Retrieved from http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/NERS/article/view/863
Section
Artikel

References

Andriani Marlina, 2016. Pengaruh Kompres Serei Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Artritis Rheumatoid Pada Lanjut Usia. Dari: Http://dx.doi.org/10.22216/jit.2016.v10i1.431.
Arikunto, 2010. Prosedur Penelitian, Rineka Cipta: Jakarta.
Balipost, 2010.Kandungan Bahan Aktif serei dan Pemanfaatan Dalam Bidang Kesehatan.Status teknologi Hasil Penelitian Serei. Bogor. Diperoleh 25 Januari 2018.
Black, M. Joyce, ddk, 2014. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Jakarta: EGC.
Brunner & Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8, Volum 2. Jakarta: EGC.
Buffer, 2010. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.
Bulechek, M. Gloria, ddk, 2015-2017. Buku Nursing Interventions Classification (NIC). Edisi Keenam. Jakarta: EGC.
Departemen Kesehatan RI, 2009. Prevalensi Rheumatoid Artritis.Propinsi Indonesia.
Goes Anwar, 2011.Konsep & Penatalaksanaan Artritis Rheumatoid. Jakarta: EGC.
Hyulita Sri, 2013. Pengaruh Kompres Serei Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Artritis Rheumatoid Pada Lanjut Usia di Kelurahan Tarok Dipo Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Bukit Tinggi Tahun 2014. E- Jurnal Keperawatan.
Hembing W. 2007.Ramuan Herbal Tahlukan Penyakit. Jakarta: EGC.
Kozier, B. 2010.Buku Ajar Fundamental Keperawatan.Jakarta EGC.
Kusuma Wijaya, 2005. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta: EGC.
Panti Jompo Graha Residen Senior Karya Kasih Medan. (2018). Jumlah Lanjut Usia Penderita Artritis Rheumatoid. Medan
Smelzer, C. Susan. 2010. Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth. Jakarta. EGC.
Suprianto, 2008.Ramuan Herbal Tahlukan Penyakit. Jakarta. EGC.
Tamsuri, ddk.(2006). Konsep dan Penatalaksaan Nyeri. Jakarta: EGC