DETERMINAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMASSAWO NIAS UTARA

Main Article Content

Vierto Irennius Girsang
Vivil Anindar Telaumbanua
Ester Saripati Harianja
Ivan Elisabeth Purba

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determianan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sawo Kabupaten Nias Utara pada Tahun 2020. Jenis Penelitian adalah penelitian observasional, dengan rancangan studi case  control. Sampel dalam penelitian ini dibagi atas dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kontrol masing- masing jumlah sampel 90. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh ada hubungan keadaan lingkungan (p-value=0,006) OR 2,49 (95% CI: 1,29-4,82), status ekonomi (p-value=0,001) OR 4,58 (95% CI:2,14-9,77) dan status bekerja ibu (p-value=0,013) OR 3,96 (95% CI:1,25-12,55) dengan kejadian stunting. Tidak ada hubungan pola asuh (p-value=0,118) OR 6,36 (95% CI: 0,75-53,92), pengetahuan ibu (p-value=0,211) OR 5,24 (95% CI: 0,59-45,74), jarak kelahiran (p-value=0,241) OR 1,48 (95% CI: 0,77-2,88) dan pemakaian alat kontrasepsi (p-value=0,052) OR 0,58 (95% CI: 0,31-1,01) dengan kejadian stunting. Determinan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sawo Kecamatan Sawo Kabupaten Nias Utara Tahun 2020 berdasarkan hasil uji statistik adalah keadaan lingkungan yang tidak baik, status ekonomi dengan pendapatan kepala keluarga dibawah UMR dan ibu yang bekerja. Disarankan kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan lingkungan dan ibu yang bekerja agar selalu memberikan waktu untuk memberi perhatian terhadap kondisi gizi anaknya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Artikel

References

Dewi Fitria Permatasari1, S. S. (2018). Jurnal berkala epidemiologi. Perbedaan Panjang Badan Lahir, Riwayat Penyakit Infeksi, Dan Perkembangan Balita Stunting Dan Non Stunting, 6, 182–191.

Fadzila, D. N., & Tertiyus, E. P. (2019). Ketahanan Pangan Rumah Tangga Anak Stunting Usia 6-23 Bulan di Wilangan , Kabupaten Nganjuk 152, 18–23.

Girsang, V. I. (2021). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Tindakan Pencegahan Diare Pada Balita. Jurnal Health Reproductive, 6(2), 70-77.

Girsang, V. I., Damanik, E., Tampubolon, L. F., & Harianja, E. S. (2023). Edukasi Tentang Manfaat Dali Ni Horbo Dalam Penangulangan Stunting. Jurnal Abdimas Mutiara, 4(1), 137-142.

Girsang, V. I., Tasiah, T., & Purba, I. E. (2022). Perbedaan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Asi Eksklusif Sebelum Dan Sesudah Penyuluhan. Jurnal Health Reproductive, 7(1), 7-14.

Junaidi, J., Rohana, T., Priajaya, S., & Vierto, V. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak usia 12-59bulan diwilayah kerja puskesmaspadang rubek kabupaten nagan raya tahun 2021. Journal of healthcare technology and medicine, 7(2).

kementerian kesehatan RI, pusat data dan informasi. (2018). buku pedoman situasi balita pendek(stunting) di Indonesia. In Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan.

Khairiyah, D., & Fayasari, A. (2020). Perilaku higiene dan sanitasi meningkatkan risiko kejadian stunting balita usia 12-59 bulan di Banten.03(02), 123–134.

Lubis, K. N. (2019). Hubungan Pola Pengasuhan dan Status Sosial Ekonomi Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Desa Panyabungan Jae.

Mayasari, D., Indriyani, R., Ikkom, B., Kedokteran, F., Lampung, U., Tanjungkarang, P. K., & Lampung, B. (2018). Stunting , Faktor Resiko dan Pencegahannya Stunting , Risk Factors and Prevention. Stunting, Faktor Resiko Dan Pencegahannya, 5, 540–545.

Olsa, E. D., Sulastri, D., & Anas, E. (2017). Artikel Penelitian Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar di Kecamanatan Nanggalo. 6(3), 523–529.

Pratiwi, T. D., & Yerizel, E. (2016). Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang. 5(3), 661–665.

Rahmad, A. (2016). Hubungan berat badan dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting anak 12-59 bulan di provinsi lampung, XII(2), 209–218.

Rahmandiani, R. D., Astuti, S., & Susanti, A. I. (2018). Hubungan Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting Dengan Karakteristik Ibu dan Sumber Informasi di Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, 5, 74–80.

Savita, R., & Amelia, F. (2020). Hubungan Pekerjaan Ibu , Jenis Kelamin , dan Pemberian Asi Eklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 6-59 Bulan di Bangka Selatan, 8(1), 6–13.

Setiawan, E., & Machmud, R. (2018). Artikel Penelitian Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. 7(2), 275–284.

Setiyo, T., Ani, Y., Nuryanto, M., Science, N., & Program, S. (2019). Jurnal Riset Gizi.Faktor Risiko Kejadian Stunting Anak Usia 1-2 Tahun Di Daerah Rob Kota Pekalongan Risk Factor For Stunting Among 1-2 Years Children In Tidal Area Pekalongan City, 7(2), 83–90.

Siti Aisah1, Rr Dewi Ngaisyah2, M. E. R. (2019). Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Di Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Personal, 49–55.